SOSIOLOGI BAHASA 2009

Kumpulkan tugas Andamelalui kotak komentar halaman ini, paling lambat dua hari sebelum pertemuan berikutnya.

34 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Oktober 5
    DEWI SARTIKA (A1A406235) permalink

    1. ‘Untuk’ merupakan salah satu kata dalam bahasa banjar yang artinya salah satu kue khas banjar sedangkan ‘untuk’ dalam bahasa Indonesia merupakan kata tujuan.
    2. pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang dipinggir-pinggir jalan yang dilarang sehingga peraturan Pemda untuk tata kota Banjarmasin yang Bungas harus diterapkan. Maka dari itu petugas Satpol PP, ditugaskan untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dipinggir jalan yang dilarang.
    3. orang darat pada arti sebenarnya merupaka orang yang tinggal didarat. namun bagi orang Banjar orang darat diartikan sebagai orang yang kampungan.
    4. Pemilihan caleg di daerah saya, membuat kampanye-kampanye yang menjanjikan akan lebih baik serta membagikan seperti baju yang bergambarkan fotonya untuk laki-laki, kerudung untuk perempuan dan layang-layang untuk anak-anak.
    5. a). Marilah ciptakan kembali budaya seribu sungai kita di Banjarmasin. artinya masyarakat dihimbau untuk menjaga kebersihan sungai.
    b). Menjadikan desa kita desa siaga. artinya desa kita diharapkan dapat menjaga agar terhindar dari bencana alam, kebakaran, dan terhindar dari penyakit.

  2. 2009 Oktober 5
    FARIDA FASHA (A1A406235) permalink

    1. Pada masyarakat arab bersendawa di tempat umum merupakan suatu penghinaan daripada kentut didepan umum. sedangkan pada masyarakat kita (Indonesia) bersendawa lebih bisa ditolerir daripada kentut di tampat umum. persepsi tersebut mencerminkan bagaimana mereka memandang dunia sehingga perbedaan pandangan tersebut tercermin dalam bahasanya.
    2. Dekan mengeluarkan tata tertib untuk dipatuhi oleh seluruh mahasiswa dan staf kampus. Dekan merupakan orang yang memiliki kuasa terhadap sebuah Fakultas. Tata tertib tersebut wajib dipatuhi oleh semua mahasiswa dan bersifat mengikat.
    3. Orang gunung dalam arti sebenarnya adalah orang yang tinggal di gunung. namun, dalam bahasa pergaulan orang banjar, orang gunung diartikan sebagai orang yang kurang pergaulan atau tidak modern.
    4. Pada akhir jabatan seorang pemimpin biasanya mereka berbondong-bondong untuk melakukan perbaikan-perbaikan seperti jembatan dan jalan, hal ini dimaksudkan agar pada pemilihan selanjutnya mereka akan terpilih kembali sebagai pemimpin.
    5. Jauhi narkoba karena narkoba merusak bangsa. artinya himbauan ini dikeluarkan dengan maksud agar masyarakat khususnya pemuda bangsa Indonesia tidak mencoba yang namanya narkoba karena hanya akan merusak diri sendiri.

  3. 2009 Oktober 5
    FARIDA FASHA (A1A406203) permalink

    1. Pada masyarakat arab bersendawa di tempat umum merupakan suatu penghinaan daripada kentut didepan umum. sedangkan pada masyarakat kita (Indonesia) bersendawa lebih bisa ditolerir daripada kentut di tampat umum. persepsi tersebut mencerminkan bagaimana mereka memandang dunia sehingga perbedaan pandangan tersebut tercermin dalam bahasanya.
    2. Dekan mengeluarkan tata tertib untuk dipatuhi oleh seluruh mahasiswa dan staf kampus. Dekan merupakan orang yang memiliki kuasa terhadap sebuah Fakultas. Tata tertib tersebut wajib dipatuhi oleh semua mahasiswa dan bersifat mengikat.
    3. Orang gunung dalam arti sebenarnya adalah orang yang tinggal di gunung. namun, dalam bahasa pergaulan orang banjar, orang gunung diartikan sebagai orang yang kurang pergaulan atau tidak modern.
    4. Pada akhir jabatan seorang pemimpin biasanya mereka berbondong-bondong untuk melakukan perbaikan-perbaikan seperti jembatan dan jalan, hal ini dimaksudkan agar pada pemilihan selanjutnya mereka akan terpilih kembali sebagai pemimpin.
    5. Jauhi narkoba karena narkoba merusak bangsa. artinya himbauan ini dikeluarkan dengan maksud agar masyarakat khususnya pemuda bangsa Indonesia tidak mencoba yang namanya narkoba karena hanya akan merusak diri sendiri.

  4. 2009 Oktober 5
    Akhmad Riza Wahidi ( A1A 406218 ) permalink

    jawaban :
    1. sebagai contoh bahwa bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia, menurut hipotesis shafir – whorf adalah setiap budaya yang ada di Indonesia, dalam hal ini budaya dalam hal tata bahasa, sebab bahasa yang ada di Indonesia beragam dan unik, sebagai contoh : dalam bahasa suku mandar kata Kawa berarti Mata kail ikan, sedangkan bagi Masyarakat Kalimantan Selatan Banjarmasin Kawa berarti Bisa.
    2. contoh kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang yang memilki kekuasaan sebagai contoh, Kepala Sekolah SMAN 2 Tanjung – Tabalong mewajibkan siswa siswi untuk mengenakan sepatu berwarna hitam, karena kekuasaan itu semua di taati, dan Pemerintah RI mewajibkan sekolah gratis 9 tahun, sehingga sekolah Negeri yang terdapat di Indonesia menjalankan dan menaati mandat dari kepala negara tersebut.
    3. istilah – istilah yang ada di Banjarmasin yang tepatnya di daerah saya sendiri sebagai contoh daerah pal 18, bagi masyarakat kata pal 18 berkonotasi negati karena di sana adalah tempat prustitusi atau daeran / tempat pelacuran, secara umum kata prustitusi ialah sebuah kata yang sangat terkenal dan terkucilkan, padahal di pal 18 tidak semua orang berprofesi seperti itu, hal tersebut yang menyebabkan konotasi negatif bagi pal 18 karena terdapat tempat prustitusi.
    4. cara berpolitikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat, dalam hal ini terdapat contoh yaitu suatu fenomena yang terjadi di kampus FKIP Unlam, yakni pencalonan diri sebagai ketua BEM yang di awali dari orasi – orasi yang di gembar – gemburkan dengan menyampaikan visi dan misi yang sarat penuh janji – janji, agar masyarakat FKIP Unlam / seluruh mahasiswa FKIP tergiu akan visi misi pencalonan tersebut sehingga memilih politikus yang mencalon tersebut.
    5. informasi politik beserta imflikator yang saya ketahui :
    a. Lestarikan dan Budayakan Kesenian Indonesia
    kenapa demikian, hal ini berarti penekanan akan pentingnya budaya lokal sendiri khususunya budaya Indonesia, hal ini di karenakan budaya yang ada di indonesia sangat banyak, beragam, dan unik, teramat ironis jika budaya sendiri tidak di lestarikan dan di budayakan agar tecipta pembudayaan daerah sendiri, dalam hal yang lebih penting sebagai penguat budaya agar tidak di akui dan di curi oleh bangsa lain di dunia
    b. perangi kebodohan di Indonesia
    kenapa demikian, kebodohan itu adalah tolak ukur bobroknya negara, jadi dengan adanya peperangan memberantas kebodohan maka negara akan berkembang dan memilki sifat yang tidak bisa di bodohi oleh bangsa asing / bangsa lain. bodohanya suatu bangsa akibat dari bodohnya masyarakat itu sendiri.

  5. 2009 Oktober 5
    ZUKHAIRATUL HILLALLIAH (A1A406211) permalink

    1. Hipotesis dari Shafir-Whorf yang menjelaskan bahwa bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya. Misalkan saja kata motor itu berarti sebutan untuk alat tranportasi sepeda motor, sedangkan jika di daerah Banjar kata motor berarti penyebutan pada mobil.
    2. kekuasaan itu tentunya dijalankan lewat bahasa. Contohnya saja jika kita melakukan perjalanan, pastilah kita menemui papan-papan yang berisi peraturan atau rambu-rambu lalu lintas yang mengatur jalannya perjalanan agar aman dan nyaman. Contoh yang lain adalah hubungan antara guru dan murid. Guru lebih besar kekuasannya dibandingkan murid, seperti cara berbicara antara guru dan murid harus ada batasannya dan semua itu tidak lepas dari bahasa.
    3. Contoh istilah tertentu yang dapat menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan berbahasa, misalkan “Tilang City” adalah penyebutan suatu daerah yang ada di salah satu kabupaten di Kal-Sel. Tempat itu adalah tempat prostitusi. Maka agar penyebutannya tidak berbau negatif, maka mereka menyebutnya dengan kata “Tilang City”.
    4. Cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat contohnya adalah sekarang ini sudah dekat pemilihan kepala daerah (pilkada), banyak calon-calon yang melakukan retorika untuk mempengaruhi masyarakat agar memilih dia dengan cara memberikan selebaran yang berisi tentang kisah keseharian dia yang dermawan dan suka membantu anak-anak yatim serta membangun pesantren di Tanah Bumbu.
    5. Beberapa informasi politis, misalkan:
    - Nyalakan lampu motor anda saat siang hari agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat cuaca buruk (kabut). artinya himbauan ini ditujukan agar cuaca yang buruk untuk menyalakan lampu motor agar jarak pandang pada motor lain dapat melihat ketika anda melintas sehingga akan mengurangi penyebab dari kecelakaan lalu lintas.
    - Lakukanlah hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. hal ini ditunjukan agar masyarakat terbiasa dengan hidup sehat.
    -Dua anak cukup. Himbauan ini ditujukan kepada orang yang berkeluarga agar mengikuti program keluarga berencana supaya tingkat kelahiran dapat terkendali dan juga pengangguran dapat dikurangi.

  6. 2009 Oktober 5
    Mislawati ( NIM A1A 406243 ) permalink

    Jawaban :
    1.contoh bahasa bisa mencerminkan dunia pemilknya menurut hipotesis Shafir – Whorf adalah setiap budaya di Indonesia berbeda nilai dan penggunaan bahasanya bahasa yang mereka gunakan menggambarkan pendapat mereka tentang realitasnya. misalnya dalam bahasa jawa penyebutan kata PACUL artinya CANGKUL, sedangkan pada masyarakat Banjar PACUL artinya LEPAS. artinya walupun penyebutan katanya sama tetapi memiliki makna yang berbeda tergantung pada realitas di dalam masyarakat itu sendiri inilah yang di maksud dalam hipotesis Shafir – Whorf .
    2. contoh kekuasaan di lakukan di kalimantan selatan adalah aturan – aturan lalu lintas yang di buat oleh polisi untuk masyarakatnya bahwa setiap orang yang memakai kendaraan bermotor wajib menggunakan helm standar dan bagi pemakai mobil wajib menggunakan sabuk pengaman, contoh lain pemerintah melarang semua tempat hiburan di buka pada bulan suci ramadhan dan berjjualan pada pagi dan siang hari di bulan ramadhan.
    3. istilah – istilah yang ada di daerah saya sendiri
    a. khususnya di banjarmasin da daerah kalayan, kuin, dan alalak di beri label texas oleh masyarakat banjarmasin itu sendiri, texas ini di artikan oleh orang banjar adalah tempat – tempat kriminalitas yang tinggi, tingkat pendidikan yang rendah, dan tingkat kemiskinan yang tinggi. orang – orang yang tinggal di daerah alalak, kalayan dan kuin ini di anggap tidak baik oleh masyarakat yang lainnya padahal texas sendiri di artikan sebagai tempat – tempat kriminal tetapi tidak semua orang yang tinggal di wilayah ini berbuat kriminal dan tidak baik
    b. Pagat diartikan oleh orang banjarmain untuk sebutan orang – orang yang mengalami gangguan jiwa seperti stres dan kurang waras.
    4. cara berpolitikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat, contoh para caleg yang mencalonkan diri untuk mendapatkan kursi di pemerintahan dengan merebut hati masyarakat dan menyebutkan visi dan misi mencalonkan diri dan memberikan janji – janji untuk kepentingan masyarakat dan kemakmuran masyarakat untuk mencapai tujuannya.
    5. informasi politik beserta imflikator yang saya ketahui adalah
    a. Upayakan Masayarat Tidak Buta Informasi
    artinya tidak semua masyarakat mengetahui informasi secara merata dan ini berlansung terus – menerus tampa adanya perubahan, masih bannyak di Indonesia tempat – tempat yang tertinggal dan belum memakai listrik sehingga mereka tidak bisa mendapatkan informasi melalui media audio visual.
    b. berdayakan potensi lokal
    seperti yang kita ketahui potensi lokal di indonesia sangat kaya dengan hasil alam baik dari darat dan lautan, untuk memberdayakan potensi lokal di perlukan pengelolaan yang baik dan dukungan pemerintah setempat supaya sumberdaya lokal yang ada dinegara kita semakin berpotensi dan maju, serta memberikan kemakmurann bagi masyaraknya.
    2.

  7. 2009 Oktober 5
    LISA RUSMITA (A1A406248) permalink

    1. Contoh dari bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya menurut hipotesis Shafir-Whorf. yaitu ‘Asam’ di wilayah Banjarmasin digunakan untuk nama buah (mangga) sedangkan dalam bahasa Indonesia kata ‘asam’ digunakan untuk menggambarkan suatu rasa asam (kecut).
    2. Contoh bagaimana kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa di daerah Kalsel yaitu, tentang peraturan yang dibuat oleh Pemda agar masyarakat tidak membuang sampah pada siang hari. artinya dengan adanya peraturan tersebut masyarakat diwajibkan untuk menaati peraturan tersebut. apabila peraturan tersebut dilanggar maka akan mendapatkan sanksi seperti bayar denda.
    3. Contoh penggunaan istilah-istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik ditengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan bahasa yaitu, wanita tunasusila yang artinya wanita penghibur para lelaki hidung belang.
    4. Contoh cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat. yaitu, seperti pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) digunakan oleh para pejabat (pemerintah) untuk mempengaruhi masyarakat atau menarik perhatian dan simpati masyarakat, agar masyarakat merasa bahwa pemimpin yang ada sekarang adalah yang terbaik.
    5. a. Jangan membuang sampah di sungai, yaitu himbauan yang ditujukan agar masyarakat lebih memperhatikan sungai dan menjaga kebersihannya.
    b. Gunakanlah helm standar, yaitu himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah kepolisian guna menjaga keselamatan para pengendara motor.

  8. 2009 Oktober 5
    MUSLIMAH (a1A406209) permalink

    1. a). Kata “tarap” dalam bahasa Banjar digunakan untuk nama buah, sedangkan dalam bahasa luas “tarap” adalah tingkatan, seperti tarap hidup, b). Kata masa dalam ilmu MIPA berati berat yang tidak ada gravitasi, sedangkan dalam ilmu sosialberarti gerombolan manusia yang memilkik kepentingan yang sama.
    2. Kekuasaan Pemerintah Kal-Sel dalam mengatur masyarakat agar tertip berlalu lintas dan menjaga kebersihan kota, Pemerintah menyampaikan lewat bahasa melalui spanduk yang dipasang di jalan. Untuk menyampaikan peraturan pemerintah tentang berlalu lintas yang baik dan aman, pemerintah memasang spanduk disetiap simpang lampu merah yang berisi tentang pengemudi sepeda motor memakai helm dan di klik serta wajib menyalakan lampu pada siang dan malam hari sedangkan untuk menjaga kebersihan kota, pemerintah membuat spanduk dan memasang dipinggir sungai agar tidak membuang sampah di sungai. Dengan kekuasaan, selain membuat aturan tersebut pemerintah juga membuat sanksi bagi yang tidak mematuhi peraturan tersebut.
    3. ‘lamah buluan’ merupakan satu kata yang biasanya digunakan untuk orang yang sering mengalami kesurupan atau kemasukan syetan, jin, dan mahkluk halus lainnya, padahal maksud dari kata tersebut adalah lemah iman. oleh karena lemah iman tersebut maka dia dapat dikuasai mahkluk halus.
    4. Cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat dengan menggunakan bahasa yang halus, tetapi tidak lewat ucapan melainkan lewat pemberian barang yang dibutuhkan oleh masyarakat, agar masyarakat mendukung mereka dan percaya akan kerja mereka dan spanduk yang dipasang dengan kata-kata yang berarti mereka berjuang untuk rakyat.
    5. a. ‘Truk dilarang lewat pada pukul 07.00-09.00′. himbauan ini dimaksudkan agar tidak terjadi kemacetan di jalan raya karena pada pukul tersebut adalah merupakan jam sibuk.
    b. ‘Maaf jalan anda terganggu karena ada perbaikan jembatan’, dimaksudkan agar pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut lebih berhati-hati.

  9. 2009 Oktober 5
    ARIS DWI CAHYANTO (AIA406210) permalink

    1. Bahasa mencerminkan pandangan dunia pemakainya. Pemahaman terhadap kata mempengaruhi pandangannya terhadap realitas. Pikiran dapat manusia terkondisikan oleh kata yang manusia digunakan.Contoh Bangsa Jepang. Orang Jepang mempunyai pikiran yang sangat tinggi karena orang Jepang mempunyai banyak kosa kata dalam mejelaskan sebuah realitas. Hal ini membuktikan bahwa mereka mempunyai pemahaman yang mendetail tentang realitas.

    2. Contohnya diterapkannya peraturan-peraturan yang ada di daerah kal-sel oleh Gubernurnya di adakan rapat atau musyawarah kepada staf-staf pemerintahan yang ada di kal-sel dan kemudian diterapkan kepada masyarakat kal-sel. Di sini gubernur adalah pemegang kekuasan paling tinggi mengadakan rapat dengan stafnya sehingga menunjukan adanya hubungan dan dinamika kekuasaan sehingga menguatkan perbedaan-perbedaan di dalam suatu pemerintahannya. Contoh lain suatu majelis yang ada di kal-sel di mana ada tuan guru yang memberikan petuah dan nasehat-nasehat kepada jamaah nya disini juga terlihat bagaimana hubungan kekuasan antara tuan guru dengan para jamaahnya apa yang di katakan oleh tuan guru maka di ikuti para jamaahnya.

    3. Penggunaan istilah waria biasanya identik dengan hal-hal yang negatif misalnya prostitusi padahal tidak semua waria yang berbuat negatif hanya individu aja yang melakukannya tetapi juga berimbas terhadap kelompoknya.
    4. Cara-cara retoprika yang digunakan politikus biasanya dengan menyusun orasi dari juru kampanye menjadi berita adalah suatu strategi wacana yang dilakukan politikus. Dukungan editorial oleh surat kabar, majalah, televisi dan radio juga mengikuti garis retorika demonstratif, digunakan untuk memperkuat sifat-sifat positif kandidat yang didukung dan sifat-sifat negatif lawannya. Biasanya politukus juga menggunakan iklan-iklan yang menampilkan cara kerja serta vimi dan misi yang akan dijalankan seandainya pasangan mereka akan terpilih.. ada juga politikus menggunakan retorika dengan cara berdebat dengan politikus lain dengan harapan agar kualitas sisapa yang paling baik sehingga masyarakat dapat menilainya sendiri.
    5. Implikaturnya adalah berantas kemiskinan( partai demokrat,2009) berarti jumlah rakyat miskin yang ada di indonesia akan di kurangi dengan cara meminjamkan modal usaha,membangun lowongan kerja sehingga rakyat miskin yang ada semakin berkurang setiap tahunnya. Di larang membuang sampah sembarangan tujuannya mencintai lingkungan

  10. 2009 Oktober 6
    M. Hery Ansari permalink

    1. Bahasa mampu mencerminkanpandangan dunia pemakainya maksudnya bahasa, budaya dan perilaku sangat erat kaitanna dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa, budaya dan perilaku juga berkembang secara bersama-sama. Gaya bahasa seseorang biasanya mencerminkan kehidupan pribadi seseorang dan dilingkungan mana individu itu bertempat. Fakta membuktikan bahwapembicaraan seseorang atau penyebutan kata dalam bahasa seseorang menggambarkan tingkat kemampuan berpikir seseorang, misalnya bahasa orang yang kurang berpendidikan jauh berbeda dengan orang yang berpendidikanselain itu bahasa juga menggambarkan status social seseorang dimasyarakat, misalnya bicaranya seorang anak pasti akan berbedadengan ayahnya. Dalam hidup kita tidak akan lepas dari bahasa, karena untuk mengungkap apa yang akan, ingin dan telah dilakukan kita pasti akan mengungkapkannya lewat bahasa terutama bagi mereka yang memiliki imaginasi tinggi biasanya bahasa selalu digunakan untuk mengungkapkan isi hati yang dituliskan sebagai sebuah puisi dan lagu. Jadi jelas sekali bahasa dapat mencerminkan pandangan dunia seseorang.
    2. bahasadigunakan sebagai alat kekuasaan biasanya di Kal-Sel bisa kita lihat bentuk bahasa yang bias mempengaruhi publik, biasanya terlihat pada beberapa hasutan, opini-opini, kabar-kabar miring yang bias mempengaruhi dan menjatuhkan nama seseorang dan sebagainya yang sifatnya adalah sebuah dorongan kepada individu atau kelompok agar mengikuti apa yang menjadi tujuan yang akan dicapainya. Kekuasaan melalui bahasa juga bias ditunjukkan oleh orang tua terhadap anaknya, oleh atasan terhadap kariawan-kariawannya, oleh pimpinan terhadap anggota-anggotanya, dan juga oleh senior terhadap juniornya yang ditunjukkan melalui perintah-perintah dan kekuasaan wewenang yang dimilikinya.
    3. istilah penyebutan seseorang dengan menggunakan “nyawa Unda”adalah sebutan kasar atau bias disebut angkuh untuk orang banjar, “nyawa Unda” adalah sebutan dari “kamu Saya” dalam bahasa Indonesia, atau dalam bahasa banjarnya disebut juga dengan “Pian Ulun”. Karena dengan sejalan waktu dan menjadi sebuah kebiasaan maka istilah kasar itu tidak lagi menjadi sebuah istilah yang dianggap kasarsebagaimana anggapan masyarakat dulu. Karena kebiasaan itu maka istilah “Nyawa Unda” sangat familiar didengar oleh masyarakat Banjar terutama daerah Banjar Kuala.
    4. Cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat diantaranya adalah dengan membenahi sarana transportasi seperti jembatan dan jalan, menata kembali pola pemukiman penduduk dan memperindah kota, lebih menggalang acara-acara dalam masarakat yang mengakibatkan lebih dekatnya masyarakat dengan anggota pemerintahan misalnya acara pengajian, halal bi halal, dan beberapa acara hiburan. Selain itu juga berhubungan dengan kebutuhan pangan masyarakat, seperti memberikan sembako murah dan beberapa fasilitas umum lainya yang bisa dinikmati oleh masyarakat banyak.
    5. Beberapa Informasi Politik dengan implikaturnya diantaranya :
    a. “Yang Muda Yang Berprestasi” pasangan Rosehan. Implikaturnya untuk Membangun semangat bagi putra bangsa agar terus berprestasi dalam mengembangkan kreatifitas agar tercipta penerus bangsa yang menjadi tolak ukur keberhasilan Negara.
    b. “Berantas Korupsi” Susilo Bambang Yudoyono. Implikaturnya untuk Mengurangi dan membrantas segala bentuk tindakan korupsi yang menjadi penyakit bagi bangsa Indonesia.

  11. 2009 Oktober 6
    Roseka Juarni permalink

    1.Bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya melalui budaya, misal : dalam suatu masyarakat kadang memandang suatu budaya itu berbeda-beda, contohnya dalam penggunaan kata padu. Orang banjar biasanya mengartikan kata itu sebagai tempat bagian belakang bagian rumah. Namun ada beberapa budaya lain yang mengartikan itu sebagai suatu keserasian. Perbedaan inilah yang akan terkodekan dalam bahasa seperti halnya dijelaskan dalam hipotesis Shafir-Whorf. Maka dari itu para penutur bahasa harus menjelaskan bagaimana cara mereka memandang dunia itu akan tercermin dalam bahasannya.

    2.Contoh kekuasaan politik dijalankan lewat bahsa seperti melalui pidato-pidato, rapat-rapat, melalui aturan-aturan, undang-undang dan hukum. Sedang untuk di daerah Kal-Sel ini kekuasaan yang dilaksanakan dengan bahasa misal adanya pidato dari seorang pemimpin (penguasa) kepada masyarakatnya dalam suatu aturan-aturan, seorang pemimpin mempunyai kuasa untuk mengatur bawahannya dengan beberapa aturan-aturan yang disetujui sebelumnya misal pemimpin dalam suatu kantor atau perusahaan membuat aturan agar karyawannya kerja enam hari dalam satu minggu, atau membuat aturan agar karyawannya sudah berada di kantor jam 8 pagi. Bahkan seorang penguasa bukan cuma hanya lewat bahasa verbal, kekuasaan itu disampaikan namun juga bisa lewat bahasa nonverbal misal lewat spanduk-spanduk yang berisikan himbauan kepada masyarakatnya.

    3.Contoh dari daerah saya sendiri tentang penggunaan istilah-istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik ditengah-tengah masyarakat terhadap suatu yang sebenarnya buruk dengan bahasa seperti kata sebutan orang darat sering diartikan sebagai orang yang norak atau kelihatan seperti orang kampungan, atau kata mambabal sering diartikan sebagai orang yang lambat paham atau mengerti.

    4.Contoh dari lingkungan social tentang cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyyarakat missal pada pemilihan kepala daerah seperti pemilihan bupati. Biasanya calon bupati akan menarik simpatik masyarakatnya dengan cara penyampaian visi misi serta sikap. Melalui visi misi serta sikap itulah para calon berusaha mempengaruhi masyarakatnya.

    5.a). Berantas korupsi dalam dunia politik
    Bahwa pemerintahan dan masyarakat harus bekerja sama dalam pemberantasan korupsi. Jangan sampai ada lagi money politic dalam suatu kepemerintahan dengan tujuan agar terciptanya politik yang bersih, walaupun korupsi sudah menjadi budaya dalam masyarakat Indonesia namun setidaknya mengurangi masalah korupsi tersebut.
    b).Dua anak lebih baik.
    Biasanya himbauan ini dari pemerintah untuk masyarakat. Tujuan ini adalah agar kesejahteraan keluarga itu tercapai, dan untuk mengurangi kemiskinan dalam masyarakat, maka dari itu pemerintah membuat slogan dua anak lebih baik melalui program KB.

  12. 2009 Oktober 6
    Roseka Juarni (A1A406212) permalink

    1.Bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya melalui budaya, misal : dalam suatu masyarakat kadang memandang suatu budaya itu berbeda-beda, contohnya dalam penggunaan kata padu. Orang banjar biasanya mengartikan kata itu sebagai tempat bagian belakang bagian rumah. Namun ada beberapa budaya lain yang mengartikan itu sebagai suatu keserasian. Perbedaan inilah yang akan terkodekan dalam bahasa seperti halnya dijelaskan dalam hipotesis Shafir-Whorf. Maka dari itu para penutur bahasa harus menjelaskan bagaimana cara mereka memandang dunia itu akan tercermin dalam bahasannya.

    2.Contoh kekuasaan politik dijalankan lewat bahsa seperti melalui pidato-pidato, rapat-rapat, melalui aturan-aturan, undang-undang dan hukum. Sedang untuk di daerah Kal-Sel ini kekuasaan yang dilaksanakan dengan bahasa misal adanya pidato dari seorang pemimpin (penguasa) kepada masyarakatnya dalam suatu aturan-aturan, seorang pemimpin mempunyai kuasa untuk mengatur bawahannya dengan beberapa aturan-aturan yang disetujui sebelumnya misal pemimpin dalam suatu kantor atau perusahaan membuat aturan agar karyawannya kerja enam hari dalam satu minggu, atau membuat aturan agar karyawannya sudah berada di kantor jam 8 pagi. Bahkan seorang penguasa bukan cuma hanya lewat bahasa verbal, kekuasaan itu disampaikan namun juga bisa lewat bahasa nonverbal misal lewat spanduk-spanduk yang berisikan himbauan kepada masyarakatnya.

    3.Contoh dari daerah saya sendiri tentang penggunaan istilah-istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik ditengah-tengah masyarakat terhadap suatu yang sebenarnya buruk dengan bahasa seperti kata sebutan orang darat sering diartikan sebagai orang yang norak atau kelihatan seperti orang kampungan, atau kata mambabal sering diartikan sebagai orang yang lambat paham atau mengerti.

    4.Contoh dari lingkungan social tentang cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyyarakat missal pada pemilihan kepala daerah seperti pemilihan bupati. Biasanya calon bupati akan menarik simpatik masyarakatnya dengan cara penyampaian visi misi serta sikap. Melalui visi misi serta sikap itulah para calon berusaha mempengaruhi masyarakatnya.

    5.a). Berantas korupsi dalam dunia politik
    Bahwa pemerintahan dan masyarakat harus bekerja sama dalam pemberantasan korupsi. Jangan sampai ada lagi money politic dalam suatu kepemerintahan dengan tujuan agar terciptanya politik yang bersih, walaupun korupsi sudah menjadi budaya dalam masyarakat Indonesia namun setidaknya mengurangi masalah korupsi tersebut.
    b).Dua anak lebih baik.
    Biasanya himbauan ini dari pemerintah untuk masyarakat. Tujuan ini adalah agar kesejahteraan keluarga itu tercapai, dan untuk mengurangi kemiskinan dalam masyarakat, maka dari itu pemerintah membuat slogan dua anak lebih baik melalui program KB.

  13. 2009 Oktober 6
    Eka Fitriyani (A1A406213) permalink

    1. Contoh bagaiman bahasa mampu mencerminkan pemakainya. Penyebutan kata yang bermakna sungai di Banjarmasin ada bermacam-macam. Hal ini disebabkan karena menurut pandangan masyarakat setempat, mereka perlu membedakan berbagai jenis sungai yang ada di Banjarmasin. Penyebutan nama-nama sungai tersebut antara lain Handil, Awang, Saka dan Anjir.
    2. Contoh kekuasaan yang dilaksanakan dengan bahasa
    Para penceramah atau ustadz melaksanakan kekuasaannya dengan ceramah. Misalnya saja guru sekumpul mampu mempengaruhi bahkan mengendalikan sikap para jemaahnya melalui ceramah yang dilakukannya. Beliau menyampaikan aturan-aturan misalnya larangan perempuan memakai celana, memakai alat musik gitar dan lain-lain.
    contoh lain lagi misalnya seorang dosen memberikan aturan-aturan baik tertulis maupun secara lisan untuk dipatuhi oleh mahasiswanya.
    3. contoh tentang penggunaan istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan bahasa.
    a. orang yang suka mencuri dikatakan sebagai orang yang “pangapinginan”
    b. orang yang suka berbohong disebut “balabihan”(pembicaraan yang sering dilebih-lebihkan)
    c. orang yang pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga sering disebut dengan “umpat urang”.
    d. orang yang pelit disebut dengan “apik”. Dalam arti sebenarnya apik artinya hati-hati. Namun juga sering digunakan sebagai penyebutan orang yang pelit.
    e. Istilah berhutang biasanya juga diperhalus dengan “maambil”. sehingga orang berhutang di warung tidak perlu mengatakan “ngutang gula” melainkan bisa dengan “maambil gula”.
    f. Prasejahtera merupakan istilah lain dari miskin
    g. penyelewengan juga sering disebut dengan kesalahan prosedur
    h. Dirumahkan merupakan istilah lain dari dipenjara.
    4) Cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat
    Dengan semangat seorang capres berkata bahwa” Inilah partai yang melindungi nelayan dari serbuan kapal ikan asing, mengayomi pedagang kecil dari supermarket. Partai ini didirikan guna melindungi si kecil dari cengkraman asing. Kata-kata ini digunakan sebenarnya adalah untuk memanfaatkan situasi maraknya kapal asing yang memasuki perairan Indonesia dan pedagang kecil yang sering kena razia atau digusur. Retorika ini digunakan untuk mempengaruhi masyarakat, yang diutarakan secara singkat, padat, jelas dan kiasan sederhana sehingga mudah dipahami maksudnya.

    5. Beberapa informasi politis beserta implikaturnya
    a. Yang muda yang berkarya. Kalimat ini seakan-akan mengatakan bahwa hanya kaum muda yang bisa berkarya sedangkan kaum tua yang duduk pada jabatan tertentu sebelumnya tidak bisa berkarya.
    b. Saatnya kalsel bangkit. Artinya kalsel selama ini masih dalam keadaan terpuruk, sehingga sudah waktunya bangkit.
    c. Berjuang untuk kepentingan rakyat. Artinya selama ini orang lebih banyak berjuang untuk kepentingan pribadi.

  14. 2009 Oktober 6
    Ana Maslina ( A1A 406231 ) permalink

    1. a. “Turun” dalam bahasa banjar bisa di artikan berangkat tapi dalam bhs Indonesia, turun berarti ya ke bawah, turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.
    b. “Gugur” bahasa banjar berarti lepas atau jatuh tapi dalam bhs Indonesia berarti wafat ( sbtn bagi para pahlawan).
    2. Adanya peraturan dalam berlalu lintas seperti “kendaraan bermotor di wajibkan menyalakan lampu pada siang hari”. Peraturan tersebut dibuat dan dibahas menggunakan bahasa.
    3. Istilah lokalisasi merupakan sebutan bagi tempat pelacuran tapi lokalisasi kesannya lebih baik dari tempat pelacuran.
    4. Dengan menjanjikan berbagai macam kenyamanan seperti berjanji akan memperbaiki jembatan dan membagi-bagikan tv di setiap pos ronda dan juga menyumbangkan uangnya di mesjid dan langgar, semua itu dilakukan untuk menarik simpati dari masyarakat.
    5. a. “wajib belajar 9 tahun” implikaturnya maka pemerintah menggratiskan sekolah sampai tingkat SLTP, dan para orang tua dan anak-anak yang tidak mampu bisa bersekolah.
    b. “2 anak lebih baik”. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kelahiran dan dengan 2 anak saja di harapkan kesejahteraan keluarga akan tercapai.

  15. 2009 Oktober 6
    Erniyati (A1A406238) permalink

    SOAL
    1. Berikan contoh Bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya ?
    2. Berikan contoh bagaimana kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa di daerah Kalsel
    3. Berikan contoh di daerah anda sendiri penggunaan istilah-istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan berbahasa
    4. Berikan contoh dari lingkungan sosial anda tentang cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat
    5. Sebutkan beberapa informasi politis yang anda ketahui dan jelaskan apa implikasinya.

    JAWAB
    1. Bahasa memang mampu mencerminkan dunia pemakainya, karena para penutur bahasa harus menjelaskan cara mereka memandang dunia, sehingga perbedaan pandangan dunia itu akan tercermin dalam bahasanya. Sebagai contoh: Persepsi kita tentang nilai-nilai kesopanan, maka kita pun akan berusaha untuk berbicara sopan terhadap orang yang lebih tua atau yang dihormati. Dengan berbahasa seperti itu maka dapat mencerminkan bagaimana dunia pemakainya. Karena bukan hanya persepsi kita terhadap dunia yang mempengaruhi bahasa kita, tetapi bahasa yang kita gunakan atau yang kita pakai dapat mempengaruhi cara berpikir kita. Dari bahasa-bahasa yang digunakan biasanya dapat mencerminkan cara berpikir kita ataupun sikap kita. Orang yang selalu berpikir baik biasanya bahasanya pun akan baik. Begitu pula sebaliknya. Dengan bahasa yang kita gunakan dapat diketahui cara berpikir dunia pemakainya. Sebagai contoh : ketika kita berbicara dengan seorang Dosen, maka tutur kata yang kita ungkapkan adalah dengan bahasa yang lemah lembut, hati-hati, sopan dan terkesan sangat menghormati. Itu menandakan bahwa kita adalah seorang murid dan beliau adalah seorang Dosen atau seorang guru yang harus kita hormati.
    2. Kekuasaan memang dapat dilaksanakan dengan bahasa, dimana mereka yang mempunyai kekuasaan dapat menggunakan bahasa mereka untuk mempengaruhi orang lain yaitu lewat bahasa dengan kekuasaan yang mereka miliki. Dimana orang-orang yang berkuasa biasanya dengan mudah suara atau pendapat mereka sering di dengar dari pada orang-orang yang mempunyai kekuasaan. Misalnya di Kal-Sel : seorang Ulama atau Tuan guru sangatlah dihormati sehingga bahasa yang mereka gunakan selalu di dengar oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengajian-pengajian di Kal-Sel. Dengan kekuasaan yang mereka miliki melalui bahasa yang mereka ucapkan dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat. Karena itulah orang yang mempunyai kekuasaan mempunyai pengaruh yang besar dalam hal berbahasa, karena pendapat mereka sering dianggap benar oleh masyarakat. Dalam hal ini dapat disimpulkan dengan kekuasaan yang kita miliki maka kita akan dengan mudah mempengaruhi orang lain melalui bahasa yang kita gunakan.
    3. Istilah Bujang Tua dalam masyarakat Kal-Sel sendiri seringkali mengandung arti yang buruk bagi sebagian masyarakat, yaitu dimana anggapan masyarakat bahwa istilah bujang tua adalah panggilan atau sebutan bagi wanita atau pria yang tidak laku. Sehingga pada masyarakat Banjar sendiri istilah tersebut seakan berkonotosi buruk. Padahal banyak dari orang yang belum menikah bukan karena alasan tidak laku, tetapi kebanyakan dari mereka ingin berkarir terlebih dahulu sampai mapan. Karena itulah ada istilah-istilah yang artinya sebenanrnya baik saja tetapi seringkali berkonotasi buruk oleh sebagian masyarakat. Istilah jihad seringkali di tafsirkan dengan teroris atau berperang atau bunuh diri. Istilah-istilah seperti itu pada sebagian masyarakat di pandang baik.
    4. Seringkali para politikus mempengaruhi masyarakat dan mereka sering kali menggunakan aspek retorika dari bahasa untuk mencapai tujuan dari kalangan politikus itu. Dengan kekuasaan yang mereka miliki mereka berusaha membujuk para masyarakat untuk percaya pada validasi dari klaim-klaim si politisi. Para politisi mempengaruhi masyarakat dengan janji-janji mereka, visi misi mereka yang selalu mengatakan dan mengatasnamakan nama rakyat. Dengan janji-janji gombal seperti itulah mereka dengan mudah mempengaruhi masyarakat, terutama masyarakat yang kurang berpendidikan. Di Kal-Sel sendiri tidak sedikit dari para politikus untuk menduduki kekuasaan yang mereka inginkan, mereka mengobral janji dimana-mana, memberi uang, pakaian, sembako, dan lain-lain. Semua itu mereka gunakan agar masyarakat dapat memilihnya. Dengan kata-kata akan memperjuangkan nasib rakyat, memberi pekerjaan, pelayanan gratis, dan lain-lain. Adalah salah satu janji kampanye yang mereka ungkapkan melalui bahasa untuk mempengaruhi masyarakat. Misalnya motto dari partai Golkar”lebih cepat lebih baik” artinya partai ini lebih cepat bertindak, lebih cepat mengambil keputusan. Dan jangan terlalu banyak berpikir. Retorika seperti itu seringkali digunakan para politis untuk mempengaruhi masyarakat.
    5. Beberapa informasi politis dan implikasinya di Kal-Sel misalnya seperti kita ketahui para politisi mencapai tujuan dengan menggunakan implikatur, yaitu cara dimana pendengar bisa memahami sendiri asumsi-asumsi di balik sebuah informasi tanpa harus mengungkapkan asumsi-asumsi itu secara eksplisit. Implikatur itu sendiri dapat digunakan untuk membuat orang secara tidak sadar menerima begitu saja pendapat-pendapat yang sebenarnya masih bisa diperdebatkan lagi. Karena itulah para politis dalam mempengaruhi masyarakat menggunakan bahasa-bahasa implikatur agar masyarakat dapat cepat terpengaruh. Di Kal-Sel sendiri misalnya banyak partai dengan bahasa-bahasa yang implikasinya berusaha mempengaruhi masyarakat. Sebagai contoh bahasa-bahasa Partai misalnya ”Bersih, Peduli, dan Profesional”. Bahasa-bahasa seperti ini tentu saja menhadung implikasi yang persuasif, dimana masyarakat dengan cepat mudah terpengaruh. Kata bersih sendiri mengibaratkan bersih dari korupsi dan tindakan kriminal lainnya, peduli yaitu tanggap terhadap rakyat, dan profesional.

  16. 2009 Oktober 6
    Elizabeth Najwa (A1A406255) permalink

    1. Bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya contohnya adalah :
    Di dalam suatu daerah kebudayaan mengartikan bahwa pijat adalah sama saja untuk semua jenis pijat, akan tetapi ada budaya-budaya lain yang merasa perlu untuk membedakan pengertian pijat tersebut antara lain (misalnya totok, refleksi). Perbedaan persepsi tersebut akan tampak terlihat karena penuturan bahasa harus menjelaskan cara memandang dunia sehingga perbedaan pandangan akan tercermin dalam bahasa.
    2. Kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa yang ada di daerah Kalsel:
    Contohnya :
    • Bupati menerapkan kebijakan-kebijakan pemerintah dari gubernur untuk diterapkan di daerah-daerahnya, gubernur merupakan pemegang kekuasaan tinggi.
    • Pemerintah tingkat 1 memberikan wewenang kepada daerah tingkat 2 untuk melaksanakan otonomi yang telah dilaksanakan berdasarkan atas rapat pemerintahan pusat.
    3. Penggunaan istilah-istilah bahasa untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat padahal buruk dengan bahasa.
    • Pengucapan bini dalam bahasa Banjar menciptakan kesan yang baik terhadap masyarakat banjar padahal buruk dengan bahasa. Dan seharusnya baik dalam bahasa adalah isteri.
    • Mati dalam bahasa banjar menciptakan kesan yang wajar saja dalam pengucapannya ditengah masyarakat padahal buruk dengan bahasa. Dan seharusnya dalam bahasa adalah meninggal dunia.
    • Bunting artinya dalam bahasa banjar menciptakan kesan yang wajar ditengah masyarakat padahal buruk dengan bahasa. Dan seharusnya dalam bahasa adalah hamil.
    4. Cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat.
    Contohnya :
    • Biasanya di dalam pemerintahan menggunakan bahasa yang lebih halus dan tidak kasar agar masyarakat mendukung partainya tersebut dan akan memilihnya, dengan cara visi dan misinya berupa iming-iming dan janji belaka seperti :
    - Sembako akan murah.
    - Pelayanan kesehatan lebih mudah
    - Peningkatan kesejahteraan pegawai Negeri
    5. Informasi politis yang saya ketahui adalah
    • Pencanangan program wajib belajar 9 tahun untuk mengurangi putus sekolah implikaturnya bahwa anak-anak Indonesia sekarang diharuskan menuntut ilmu sekurang-kurang 9 tahun atau lulus SMP dan kalau bisa lebih tinggi lagi hingga keperguruan tinggi.
    • Pemberantasan buta aksara impikaturnya bahwa pemerintah mengharapkan dalam bangsa Indonesia tidak terjadi adanya seorang individu yang tidak bisa membaca dan menulis.
    • Selamatkan hutan karena hutan adalah paru-paru dunia implikaturnya bahwa semua orang harus melestarikan hutan dan jangan sampai ada penebangan secara liar, karena apabila hutan ditebangi akan menyebabkan terjadinya bencana alam seperi banjir, tanah longsor dan sebagainya. Jadi tanamlah pepohonan untuk menyelamatkan dunia.
    • Ulurkan tangan Anda untuk kepedulian nasib bangsa implikaturnya bahwa sumbangan yang anda ulurkan atau berikan akan membantu nasib bangsa agar menjadi lebih baik.
    • Mari satukan tangan dan cinta kita untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana alam implikaturnya bahwa bangsa Indonesia harus meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia seperti daerah yang terkena bencana alam, misalnya saja gempa di Sumatera.

  17. 2009 Oktober 6
    Hairil Anwar ( A1A 406251 ) permalink

    1. Berdasarkan hipotesis Sapir-Whorf, bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya contohnya dalam bahasa Bakumpai “Kuman” artinya makan, sedangkan dalam Bahasa Indonesia “Kuman” artinya bakteri yang bisa menyebabkan penyakit. Terdapat kesamaan pada pengucapan, tetapi mempunyai arti yang berbeda. . Tetapi ada juga contoh dalam bahasa Banjar “Sikap” artimya cepat atau gesit, sedang dalam bahasa Indonesia “Sikap” artinya prilaku. Adanya hubungan antara bahasa, budaya, dan pikiran penuturnya adalah gagasan dasar teori dan hipotesis tersebut. Kesantunan berbahasa yang berakar dari percikan nilai budaya masyarakat penuturnya, di antaranya, dapat dilihat dari kemasan struktur informasi struktur klausa (kalimat) suatu bahasa. Konstruksi klausa yang berbeda secara gramatikal mengemas struktur informasi dan nilai kesantunan berbahasa yang berbeda pula.
    2. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mewajibkan seluruh Pegawai Negeri Sipil yang berada dilingkungannya harus memakai baju yang berwarna hijau. Hal ini termasuk dalam contoh kekuasaan yang dilaksanakan dengan bahasa. Dalam hal ini bahasa dijadikan sebuah legitimasi tentang bagimana pemerintah mampu menghimbau para pegawainya beserta jajarannya. Himbauan pemerintah adalah sebuah konsep abstrak tetapi sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan para pegawainya.
    3. Istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik ditengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan bahasa antara lain :
    a. “ Tatukar Kucing dalam Karung “, mengandung makna bahwa membeli sesuatu, tapi tidak seperti yang diharapkan. Karena membeli suatu barang tanpa melihat keadaan barang tersebut.
    b. “Bagampiran”, mengandung makna orang yang dirasuki oleh makhluk halus.
    4. Cara-cara politikus untuk mempengaruhi masyarakat antara lain dengan Kalender, di dalam kalender tersebut tercantum latar belakang pendidikan, pernah menjabat di organisasi tertentu, serta visi dan misi yang bertujuan untuk mensejahterakan seluruh masyarakat. Adapun cara politikus yang lain ada juga dengan memberikan sebuah televisi yang mana di salah satu sudut televisi tersebut terdapat stiker yang bertuliskan Nama mereka serta visi dan misinya. Biasanya televisi tersebut ditaruh ditempat umumdengan tujuan masyarakat yang memakai televisi tersebut tertarik dengan visi dan misi mereka.
    5. a. “Jangan Pakai Calo” maksud himbauan ini agar masyarakatnya khususnya para pemakai kendaraan bermotor yang ingin membuat SIM tidak melalui jasa calo akan tetapi pembuatan SIM berdasarkan prosedur yang diberlakukan.
    b. “Awas Tegangan Tinggi” maksud himbauan ini agar masyarakat waspada dengan bahaya listrik di daerah yang terdapat himbauan tersebut.
    c. “10 Km” maksud himbauan tersebut agar para pemakai jalan yang melalui daerah tersebut tidak melebihi kecepatan 10 Km, karena di tempat tersebut ada kegiatan yang sedang berlangsung.

  18. 2009 Oktober 6
    M. Irwan Noorhadi (Nim.A1A.406242) permalink

    1.1. contoh : Bagi masyarakat Dayak Bakumpai yang mempunyai bahasa kedaerahan tersendiri menganggap kalau (kuman) diartikan sebagai makanan, sedangkan bagi masyarakat lain selain masyarakat Bakumpai mengartikan )kuman) sebagai suatu jenis bakteri yang dapat mengganggu kesehatan mahluk hidup.
    1.2. contoh : Saran cara pemakaian obat oleh dokter, dengan adanya saran yang diajukan oleh dokter terhadap orang yang menderita sebuah penyakit, maka sisakit tersebut akan mengikutinya dengan harapan biasa cepat sembuh. Begitulah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang dokter yang dapat membuat orang yang berobat kepadanya dapat mengikuti apa yang dikatakannya.
    1.3. contoh : Di daerah Marabahan yang penduduk aslinya sering menggunakan bahasa Bakumpai mempunyai julukan (ASU) bagi masyarakat pendatang (bukan asli orang Marabahan) yang mempunyai tingkah laku menyimpang dalam kehidupan (mencuri, berkelahi, minum-minuman keras, dan sebagainya) sehingga penduduk asli Marabahan mempunyai pandangan yang buruk terhadap orang pendatang yang mempunyai perilaku menyimpang dari kehidupan normal. kata-kata (asu) cuman bisa dipahami oleh orang penduduk asli Marabahan saja, sedangkan orang lain tidak ada yang mengerti.
    1.4. contoh : kampanye Pro-rakyat yang diusung pasangan calon presiden dan wakil presiden dari partai PDI Perjuangan dan koalisinya, dengan mengimingi kesehjahtraan pada para petani dan nelayan agar mereka menjatuhkan pilihan merekan pada pasangan presiden dan wakil presiden yang memberikan janji tersebut. Dengan begitu para politikus tersebut dapat menggunakan retorikanya untuk mempengaruhi masyarakat dengan cara memberikan janji kesehjahtraan kepada mereka.
    1.5. contoh : “mari kita majukan Banua kita dengan cara memberantas narkoba sampai keakarnya” slogan tersebut mempunyai implikatur bahwa kita masyarakat Kalimantan Selatan bersama-sama memerangi narkoba agar kemajuan Banua kita dapat berjalan dengan lancar,terutama dalam hal kualitas SDM-nya.

  19. 2009 Oktober 6
    MISLIANI (NIM : A1A406204) permalink

    NAMA / NIM : MISLIANI A1A406204
    EMAIL : mislianicicie@yahoo.co.id
    Komentar:
    1. Hipotesis Shafir Whorf contoh bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya.Seperti istilah panjang, luas, sempit, lebar, semua istilah ini sama. Menunjukkan suatu ukuran yang digunakan semua orang dalam penyebutan suatu ukuran. Masing-masing dari tahapan ini bisa di definisikan dan dibedakan satu sama lain. Namun sebenarnya tidaklah terpisah satu sama lain, pada istilah ini orang menggunakan suatu jumlah ukuran.
    2. Contoh kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa yang ada di Kalimantan Selatan adalah cara majikan berbicara dengan pembantu yang menunjukkan secara jelas hubungan kekuasaan antara majikan dengan pembantu. Cara majikan berbicara dengan pembantu menciptakan dinamika kekuasaan diantara mereka, misalnya saja secara fisik, hukum, dan ekonomi. Majikan lebih besar kekuasaannya dari pembantu karena pembantu harus tunduk dan patuh pada majikannya karena disini majikan yang berkuasa, maka dalam hal ini sudah menunjukkan bahwa adanya kekuasaan majikan.
    3. Contoh dari penggunaan istialah untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang buruk dengan berbahasa seperti yang ada di Kalimantan Selatan adalah antara orang Bajau dengan Kotabaru. Antara dua daerah ini, sebutan istilah yang sulit diterima oleh orang Bajau karena bahasa yang digunakan oleh orang Kotabaru yang menyebut orang Bajau adalah sebutan untuk kulit hitam, maka menurut suku Bajau mengandung konotasi merendahkan (stereotype) dimana sebutan orang Bajau juga memperlibatkan posisi marginal orang Bajau di tengah besarnya dominasi orang Kotabaru dalam kehidupan. Padahal istilah yang digunakan untuk menyebut orang kulit hitam bagi orang Kotabaru bukan untuk merendahkan, tetapi istilah kulit hitam hanyalah untuk menyebut orang yang tinggal di Bajau. Mungkin orang Bajau merasa bahwa orang Kotabaru menggunakan istilah itu untuk merendahkan status mereka sehingga orang-orang bajau akan selalu merasa direndahkan oleh orang Kotabaru.

    4. Contoh dari lingkungan sosial di Kalimantan Selatan tentang cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat, contohnya kekuasaan. Kepala Desa kekuasaannya mencakup seluruh desa yang ia pimpin untuk mempengaruhi masyarakat pada saat jabatannya berakhir. Istilah yang digunakan yaitu memberikan jani-janji kepada masyarakat dan memberikan janji-janji untuk membangun tempat-tempat ibadah, jalan, dan lain sebagainya. Maka Kepala Desa mempengaruhi masyarakat dengan janji-janji tersebut agar masyarakat lebih senang.
    5. Beberapa informasi politis dan implikasinya ialah:
    a. Tingkatkan reboisasi berarti bahwa dalam pelaksanaan reboisasi sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir.
    b. Pemilu dilaksanakan secara jujur dan adil bahwa berarti dalam pelaksanaan pemilu dilandaskan oleh adanya suatu kejujuran dan keadilabn walaupun persaingan dalam partai politik sangat ketat tapi diharapkan agar anggota-anggota tersebut bersaing secara sehat.
    c. Memberantas KKN di negara ini, berarti di negara kita harus diberantas adanya suatu korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dilakukan oleh para pejabat-pejabat negara.

    NAMA : RABIATUL ADAWIYAH ( A1A406244)
    EMAIL : atul-baek30@yahoo.com
    Komentar :
    1. Hipotesis Shafir Whorf contoh bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya seperti istilah kaki di dalam pandangan dunia pemakainya mingkin sama saja sementara ada kebudayaan-kebudayaan lain yang merasa perlu unutuk membedakan berbagai jenis ungkapan atau istilah sebutan dalam kaki, misalnya pedagaang kaki lima, kaki merupakan bagian tubuh manusia serta ada juga kaki binatang.
    2. Contoh kekuasaan dilakukan dengan bahasa yang ada Kalimantan Selatan adalah adanya kekuasaan orang tua dengan anaknya bagaimana cara aorang tua mendidik anaknya dengan cara berperilaku sopan santun kaepada orang lain.
    3. Contoh dari penggunaan istilah untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang buruk dengan berbahasa. Seperti yang ada di Kalimantan Selatan yaitu kata “sangar” Banjar sering menyebutnya sedangkan kalau dalam bahasa Indonesianya kata sangar adalah ngeri atau ganas.
    4. Contoh dari lingkungan sosial di Kalimantan Selatan tentang cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat.
    Contohnya: adanya pemilihan DPR untuk mempengaruhi atau menarik simpatik masyarakat dan pada saat jabatannya berakhir istilah yang digunakan yaitu membuat janji seperti membuat jembatan dan kalau ada jembatan yang rusak akan diperbaiki serta mebuatkan dan memperbaiki jalan yang rusak.
    5. Beberapa informasi politis dan implikasinya adalah jagalah kebersihan agar tidak terjadi polusi udara berarti bahwa kebersihan itu sangat penting. Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, harus membuang sampah pada tempatnya.

  20. 2009 Oktober 6
    MISLIANI (NIM : A1A406204) permalink

    NAMA / NIM : MISLIANI A1A406204
    EMAIL : mislianicicie@yahoo.co.id
    Komentar:
    Hipotesis Shafir Whorf contoh bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya.Seperti istilah panjang, luas, sempit, lebar, semua istilah ini sama. Menunjukkan suatu ukuran yang digunakan semua orang dalam penyebutan suatu ukuran. Masing-masing dari tahapan ini bisa di definisikan dan dibedakan satu sama lain. Namun sebenarnya tidaklah terpisah satu sama lain, pada istilah ini orang menggunakan suatu jumlah ukuran.
    2. Contoh kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa yang ada di Kalimantan Selatan adalah cara majikan berbicara dengan pembantu yang menunjukkan secara jelas hubungan kekuasaan antara majikan dengan pembantu. Cara majikan berbicara dengan pembantu menciptakan dinamika kekuasaan diantara mereka, misalnya saja secara fisik, hukum, dan ekonomi. Majikan lebih besar kekuasaannya dari pembantu karena pembantu harus tunduk dan patuh pada majikannya karena disini majikan yang berkuasa, maka dalam hal ini sudah menunjukkan bahwa adanya kekuasaan majikan.
    3. Contoh dari penggunaan istialah untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang buruk dengan berbahasa seperti yang ada di Kalimantan Selatan adalah antara orang Bajau dengan Kotabaru. Antara dua daerah ini, sebutan istilah yang sulit diterima oleh orang Bajau karena bahasa yang digunakan oleh orang Kotabaru yang menyebut orang Bajau adalah sebutan untuk kulit hitam, maka menurut suku Bajau mengandung konotasi merendahkan (stereotype) dimana sebutan orang Bajau juga memperlibatkan posisi marginal orang Bajau di tengah besarnya dominasi orang Kotabaru dalam kehidupan. Padahal istilah yang digunakan untuk menyebut orang kulit hitam bagi orang Kotabaru bukan untuk merendahkan, tetapi istilah kulit hitam hanyalah untuk menyebut orang yang tinggal di Bajau. Mungkin orang Bajau merasa bahwa orang Kotabaru menggunakan istilah itu untuk merendahkan status mereka sehingga orang-orang bajau akan selalu merasa direndahkan oleh orang Kotabaru.

    4. Contoh dari lingkungan sosial di Kalimantan Selatan tentang cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat, contohnya kekuasaan. Kepala Desa kekuasaannya mencakup seluruh desa yang ia pimpin untuk mempengaruhi masyarakat pada saat jabatannya berakhir. Istilah yang digunakan yaitu memberikan jani-janji kepada masyarakat dan memberikan janji-janji untuk membangun tempat-tempat ibadah, jalan, dan lain sebagainya. Maka Kepala Desa mempengaruhi masyarakat dengan janji-janji tersebut agar masyarakat lebih senang.
    5. Beberapa informasi politis dan implikasinya ialah:
    a. Tingkatkan reboisasi berarti bahwa dalam pelaksanaan reboisasi sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir.
    b. Pemilu dilaksanakan secara jujur dan adil bahwa berarti dalam pelaksanaan pemilu dilandaskan oleh adanya suatu kejujuran dan keadilabn walaupun persaingan dalam partai politik sangat ketat tapi diharapkan agar anggota-anggota tersebut bersaing secara sehat.
    c. Memberantas KKN di negara ini, berarti di negara kita harus diberantas adanya suatu korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dilakukan oleh para pejabat-pejabat negara.

  21. 2009 Oktober 6
    RABIATUL ADAWIYAH (NIM : A1A406244) permalink

    NAMA : RABIATUL ADAWIYAH ( A1A406244)
    EMAIL : atul-baek30@yahoo.com
    Komentar :
    1. Hipotesis Shafir Whorf contoh bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya seperti istilah kaki di dalam pandangan dunia pemakainya mingkin sama saja sementara ada kebudayaan-kebudayaan lain yang merasa perlu unutuk membedakan berbagai jenis ungkapan atau istilah sebutan dalam kaki, misalnya pedagaang kaki lima, kaki merupakan bagian tubuh manusia serta ada juga kaki binatang.
    2. Contoh kekuasaan dilakukan dengan bahasa yang ada Kalimantan Selatan adalah adanya kekuasaan orang tua dengan anaknya bagaimana cara aorang tua mendidik anaknya dengan cara berperilaku sopan santun kaepada orang lain.
    3. Contoh dari penggunaan istilah untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang buruk dengan berbahasa. Seperti yang ada di Kalimantan Selatan yaitu kata “sangar” Banjar sering menyebutnya sedangkan kalau dalam bahasa Indonesianya kata sangar adalah ngeri atau ganas.
    4. Contoh dari lingkungan sosial di Kalimantan Selatan tentang cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat.
    Contohnya: adanya pemilihan DPR untuk mempengaruhi atau menarik simpatik masyarakat dan pada saat jabatannya berakhir istilah yang digunakan yaitu membuat janji seperti membuat jembatan dan kalau ada jembatan yang rusak akan diperbaiki serta mebuatkan dan memperbaiki jalan yang rusak.
    5. Beberapa informasi politis dan implikasinya adalah jagalah kebersihan agar tidak terjadi polusi udara berarti bahwa kebersihan itu sangat penting. Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, harus membuang sampah pada tempatnya.

  22. 2009 Oktober 6
    Halimah (NIM: A1A406229) permalink

    1. Berdasarkan hipotesis Shafir-Whorf, contoh bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya. Yaitu pada dasarnya bahasa adalah bagian dari kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Tidak ada masyarakat yang tidak memiliki bahasa, baik bahasa lisan maupun tulisan. Karena bahasa bagian dari kebudayaan maka diciptakan dan diwariskan secara turun-temurun oleh pemakainya. Dalam hipotesis Shafir-Whorf dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu teori relativitas linguistik dan determinisme linguistik. Istilah “relativitas” merujuk pada ide bahwa tidak ada cara yang mutlak atau “alami” secara absolut untuk memberikan label pada isi dari dunia atau suatu kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat. Dimana kita memberi label pada suatu budaya sesuai dengan persepsi atau pendapat kita masing-masing dan tentunya pendapat kita akan bersifat relatif, yaitu berbeda antara budaya yang satu dengan budaya yang lainnya. Menurut Koentjaraningrat kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Ada tujuh unsur kebudayaan, dan tentunya setiap masyarakat akan memberi label pada suatu budaya sesuai dengan persepsi atau pendapatnya masing-masing, yaitu bahasa (lisan maupun tulisan), riligi (agama/ kepercayaan), sistem ilmu pengetahuan, sistem mata pencaharian hidup (pertanian, peternakan, sistem produksi, dsb), sistem alat dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, alat transportasi, dsb), sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, sistem perkawinan, dsb), dan kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak, dsb).
     Contoh relativitas linguistik mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya, yaitu dalam penyebutan sistem alat dan perlengkapan hidup manusia dari satu budaya dengan budaya lain berbeda. Untuk sebutan tempat tinggal ada yang menyebut dengan rumah dan ada juga yang menyebut dengan huma. Penyebutan alat-alat transportasi kapal ada yang menyebut dengan perahu, klotok. Penyebutan untuk senjata seperti pedang, pisau, dan lain sebagainya.
    Sedangkan determinisme linguistik menyatakan bahwa bukan hanya persepsi kita terhadap dunia yang memengaruhi bahasa kita, tapi bahasa yang kita gunakan itu juga dapat memengaruhi cara kta berpikir secara sangat mendalam. Menurut teori ini bahasa akan memengaruhi dalam membicarakan dan menafsirkan dunia mereka.
     Contoh determinisme linguistik mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya, yaitu dalam hal berbahasa saat berbicara. Dalam berbicara ada yang lambat, cepat, lembut, dan juga kasar. Orang yang lambat dalam berbicara akan dianggap atau mencerminkan bahwa orang tersebut dalam melakukan suatu pekerjaan juga lambat, dan sebaliknya orang yang berbicara cepat akan dianggap cepat dalam melakukan suatu pekerjaan. Orang yang berbicara lembut mencerminkan kepribadinya yang juga lembut, begitu pula sebaliknya dengan orang yang berbicara kasar akan mencerminkan kepribadinya yang kasar.

    2. Contoh bagaimana kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa di daerah-daerah di Kal-Sel yang saya ketahui.
     Contoh: Seorang Tuan Guru selalu disegani dan dihormati oleh masyarakat, sehingga setiap ucapan yang mereka gunakan selalu di dengar dan dipatuhi oleh masyarakat. Dalam hal ini Tuan Guru memiliki kekuasaan melalui bahasa yang mereka gunakan sehingga dapat memengaruhi masyarakat.
     Contoh: Dalam hal berbahasa pada saat berbicara dengan orang yang lebih tua. Biasanya digunakan basaha yang halus dan lembut. Bahasa yang biasa digunakan untuk pangilan orang tua di Kal-Sel adalah dengan sebutan “pian”, dan untuk panggulan dirisendiri yang lebih muda adalah dengan sebutan “ulun”. Hal ini dalakukan untuk menghomati orang yang lebih tua, sehingga terdengar dan terlihat lebih sopan santun. Hal ini dilakukan karena orang tua lebih memiliki kekuasaan, jadi harus lebih dihormati oleh yang lebih muda. Orang yang lebih tua lebih memiliki kekuasaan dalam hal memerintah yang muda untuk melakukan sesuatu yang diinginkannya. Dan yang muda harus salalu mematuhi perintah dari orang tua, agar dapat menjadi anak yang berbakti. Anak yang melanggar atau tidak mematuhi perintah orang tua akan dianggap sebagai anak yang durhaka. Perintah yang selalu diberikan adalah dalam hal melakukan suatu pekerjaan di dalam rumah.

    3. Contoh dari daerah saya sendiri tentang penggunaan istilah-istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan berbahasa.
     Contoh: Pada kasus kenakalan remaja yang ada di daerah saya. Kenakalan remaja sebenarnya terjadi di mana-mana, dan tentunya hal ini bersifat negatif. Namun ada istilah –istilah tertentu yang digunakan dalam penyebutan untuk kenakalan remaja tersebut. Di daerah saya sendiri untuk menyebut orang-orang yang nakal tersebut adalah dengan sebutan istilah “Bangang”. Istilah “Bangang” ini secara turun-temurun digunakan di daerah saya. Sehingga penyebutan “Bangang” tersebut sudah menjadi kebiasaan. Orang yang mendapatkan istilah “Bangang” selalu mengandung persepsi yang negatif.

    4. Contoh dari lingkungan sosial yang ada di daerah saya tentang cara-cara politikus menggunakan retorika untuk memengaruhi masyarakat. Politik adalah masalah kekuasaan, yaitu kekuasaan untuk membuat keputusan, pengendalian sumber daya, mengendalikan sumber daya, mengendalikan perilaku orang lain dan sering kali juga mengendalikan nilai-nilai yang dianut oleh orang lain. Sebuah politik dilandaskan pada satu prinsip , yaitu bahwa persepsi orang terhadap masalah-masalah atau konsep tertentu yang bisa dipengaruhi oleh bahasa. Dalam kehidupan sosial sebenarnya kita tidak pernah lepas dari masalah politik. Penggalangan kekuasaan dan penegakan terhadap keyakinan-keyakinan politik bisa dilakukan lewat beberapa cara, yang paling mudah dipahami adalah mencari kekuasaan dengan cara kekerasan. Dan cara kedua yang lebih efektif adalah dengan membujuk orang untuk patuh secara suka rela. Salah satu tujuan yang hendak dicapai politisi adalah membujuk para warga masyarakat untuk percaya pada validitas dari klaim-klaim polotisi. Validitas dari klaim-klaim polotisi itu seperti janji-janji yang diucapkan melalui visi dan misi mereka.
     Contoh: Para politisi memberi janji untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, pekerjaan gratis, sekplah gratis, dan lain-lain. Retorika seperti itu seringkali digunakan untuk memengaruhi masyarakat.

    5. Beberapa informasi politis yang saya ketahui dan implikaturnya. Dimana implikatur adalah cara dimana pendengar bisa memahami sendiri asumsi-asumsi dibalik sebuah informasi tanpa harus mengungkapkan asumsi-asumsi itu secara eksplisit atau secara terang-terangan. Sehingga dalam hal ini para politis dalam mempengaruhi masyarakat menggunakan bahasa-bahasa implikatur agar masyarakat dapat cepat terpengaruh.
     Contoh: Di daerah Kal-Sel, seperti di Banjarmasin banyak partai-partai dengan bahasa-bahasa yang implikasinya berusaha memmengaruhi masyarakat. Seperti bahasa-bahasa partai misalnya ”Jujur, Adil, Bersih, dan, Peduli”. Bahasa ini mengadung implikasi, dimana masyarakat akan cepat dan dengan mudah terpengaruh. Kata-kata jujur ini menyatakan bahwa dia adalah orang yang jujur, adil adalah yang selalu berlaku adil kepada siapa saja, bersih mengibaratkan bersih dari korupsi dan segala macam masala-masalah tindakan kriminal lainnya, serta peduli kepada sesama.

  23. 2009 Oktober 6
    Rahmita (A1A406214) permalink

    1. Konsep hipotesis dari Shafir-Whorf lebih memperhatikan pada perbedaan bahasa dan falsafah antar budaya yang satu dengan yang lain serta memperhatikan bagaimana dampak dari bahasa terhadap persepsi kita mengenai realita yang ada dalam kehidupan. Konsep relativisme memandang tiap-tiap budaya akan menafsirkan suatu perbedaaan persepsi. Contohnya : Keris bagi orang Jawa keraton pada khususnya umumnya beranggapan bahwa keris itu memiliki kekuatan supranatural yag sakti. Namun, bagi masyarakat di Kalimantan tengah dan selatan keris bukan dianggap sesuatu benda pusaka. Bagi mereka keris hanya suatu benda tajam seperti pisau. Sedangkan konsep determinisme linguistik memandang bahasa yang kita gunakan itu juga dapat mempengaruhi cara kita berfikir secara sangat mendalam. Contohnya : Dalam memandang konsep perbedaan bias gender dimana, seringkali pihak perempuan dianggap lemah, emosional dan pekerjaannya hanya terbatas pada pekerjaan rumah. Perempuan secara nuture dianggap lebih rendah di banding dengan pihak laki-laki.
    2. Bagi masyarakat bahasa memilki sifat universal yang menjadi dasar/ hubungan sosial dalam masyarakat. Bahasa dapat juga menjadi perekat kesutuan sebagai unsur penyatuan masyarakat dalam interaksi sosial yang mereka lakukan. Suatu kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa yang ada di daerah-daerah Kalsel umumnya digunakan sebagai suatu cara dalam memberikan pengaruh kepada orang lain dengan tujuan tertentu. Bahasa mempermudah bagi individu atau kelompok dalam mengikuti apa yang diinginkan. Contohnya: Seorang guru memiliki suatu kekuasaan tertama kepada para murid-muridnya, dengan menyatakan murid tidak boleh merokok, berpakaian tidak sopan, membolos menjadi dasar bagi para murid untuk selalu bertingkah laku dengan baik.
    3. Penggunaan istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik ditengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan berbahasa, antara lain :
    a. Gandak : Merupakan istilah buruk bagi seseorang yang merupakan selingkuhan.
    b. Simpak : Merupakan sebuatan untuk celana dalam
    c. Engken barajut : merupakan sebuatan bagi seseorang yang sangat pelit.
    4. Dalam kehidupan sosial di masyarakat terdapat berbagai pola-pola orang-orang yang menguasai terutama para politikus menggunakan aspek retorika dari bahasa untuk mencapai tujuan. Contohnya : untuk menjadi seorang calon anggaota DPRD dan sebagainya, biasanya dalam kampanyenya menggunakan konsep politik dengan bahasa yang mudah di mengerti serta kental dengan rasa ideologi dan sebaginya. Seperti pilihlah ayuk orang banua, pastilah memperjuangkan hak-hak dangsanak barataan.
    5. Bahasa mengungkapkan suatu tujuan dan maksud tertentu serta dalam memahami segala informasi yang lahir dari suau pernyataan atau istilah dalam masyarakat. Sutau informasi politik berlandaskan pada suatu prinsip dalam mempengaruhi orang lain dengan berbagai implikaturnya. Implikatur adalah cara di mana pendengar bisa memahami sendiri asumsi-asumsi dibalik sebuah informasi, tanpa harus mengungkapkan asumsi-asumsi itu secara eksplisit. Contohnya :
    a. Hapuskan korupsi, wujudkan indonesia sejahtera, impilkaturnya dengan konsep hapuskan korupsi yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat musnah, akan mendorong bagi kesejahteraan rakyat.
    b. Wajib belajar 9 tahun, merupakan suatu informasi bagi kebijakan pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa implikaturnya dengan realisasi sekolah gratis bagi setiap anak bangsa.

  24. 2009 Oktober 7
    yuyun tri wahyuda {A1A 406208} permalink

    1. Di Indonesia kebudayaan sangta beraneka ragam dan bermacam-macam suku yang tinggal seperti : suku Banjar dan suku Bugis yang mendiami sebagian kecil daerah Kalimantan Selatan. Dengan adanya suku Banjar dan suku Bugis kata bahasa yang digunakan tidak mesti sama artinya dengan budaya bahasa yang lain.
    Contoh : Bahasa “Jakanya” dalam bahasa Banjar maksudnya berandai-andai dan diartikan dalam bahasa Indonesia artinya Andaikan.
    2. Kekuasaan dilaksanakan dengan menggunakan bahasa yang sangat berpengaruh dalam kepemimpinannya, artinya bahasa mampu menjadi pemimpin
    Contoh : Di masa kepemimpinan Soeharto, figure sang presiden ini sangat berpengaruh terhadap rakyat dan Negara lain. Tokoh ini sangat disegani karena pengaruh suara sang Presiden tersebut, sehingga bahasa yang digunakan saat menjadi Presiden merupakan bentuk cirri khas kepemimpanan Soeharto karena Dia sangat idealis.
    3. Penggunaan istilah kata tertentu untuk menciptakan kesan yang baik ditengah masyarakat terhadap sesuatu yang arti sebenarnya buruk dengan bahasa Indonesia.
    Contoh : Kata “Udik” dalam bahasa Banjar kata “Udik” artinya sindiran terhadap orang lain yang tinggal ddaerah pedalaman atau orang yang ketinggalan zaman.
    4. Dengan cara deklarasi untuk memperngaruhi masyarakat dalam penyampaian orasi politik.
    Contoh : Dalam berpidato seseorang memberikan janji-jjanji terhadap masyarakat agar masyarakat bisa mendukungnya.
    5. A. Jauhi narkoba
    Artinya menghimbau masyarakat agar tidak menggunakan atau memakai narkoba karena narkoba itu merusak moral seseorang.
    B. Lanjutkan
    Dalam pemilihan Presiden yang lalu pada salah satu kandidat yang mempunyai slogan “Lanjutkan” yang artinya marilah semua masyarakat Indonesia melanjutkan memilih figure pemimpin yang sudah terbukti berpihak pada rakyat

  25. 2009 Oktober 7
    Devia Megawati (A1A406254) permalink

    1. Hipotesis Shapir-Whorf lebih memperhatikan pada perbedaan bahasa dan falsafah antara budaya yang satu dengan yang lain. Hipotesis ini terbagi menjadi dua bagian yang pertama adalah
    a. Teori Relativisme Linguistik
    teori ini menyatakan bahwa tiap-tiap budaya akan menafsirkan dunia dengan cara yang berbeda beda dan bahwa perbedaan-perbedaan ini akan terkodekan oleh bahasa. Konsep seperti ini pada dasarnya lebih tertuju pada pemaknaan sebuah benda yang dalam berbagai pengertian bahasa yang berbeda beda yang dipandang dari sudut budaya. Contohnya makna kata Sawah, bagi sebagian masyarakat ada yang mengatakan Ladang, Kebun dan bagi masyarakat banjar di sebut dengan Pahumaan. Contoh lain yang lebih tertuju pada kebudayaan seperti bangunan rumah orang Dayak Ngaju yang kebanyakan bertempat tinggal di Kalteng, pada bagian atap rumah mereka terdapat benda yang sengaja di buat seperti bentuk burung Enggang atau burung Antang yang dinamakan dengan Jamang, menurut orang Dayak sendiri Jamang ini mengandung arti sebagai penjaga rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal suci bagi orang Dayak atau orang-orang yang mengetahuinya, tetapi bagi orang yang tidak mengetahui makna di balik itu maka orang tersebut mengatakan bahwa bentuk atap rumah yang terdapat Jamang tersebut merupakan Seni saja.
    b. Teori Determinisme Linguistik
    Teori ini menyatakan bahwa bukan hanya persepsi kita terhadap dunia yang mempengaruhi bahasa kita, tetapi bahasa yang kita gunakan itu juga dapat mempengaruhi cara kita berpikir secara sangat mendalam. Dalam teori ini menurut saya lebih tertuju kepada makna dari logat bahasa dari orang-orang memiliki kebudayaan yang berbeda, contohnya seperti orang Batak yang terkenal dengan suara kasarnya. Pada masyarakat Batak sendiri hal tersebut merupakan hal yang biasa bagi mereka, tetapi apabila di bandingkan dengan kebiasaan atau logat bahasa yang lembut seperti orang Sunda maka pemaknaan dari logat yang digunakan tersebut berbeda maka timbullah anggapan bahwa orang Batak itu kasar. Begitu pula sebaliknya orang Batak menganggap orang Sunda itu Lelet.
    2. Pada dasarnya kekuasaan seringkali ditunjukan lewat bahasa dan bahkan kekuasaan juga di terapkan atau dilaksanakan lewat bahasa. Di Banjarmasin Agama Islam lebih Dominan dibandingkan dengan agama-agama yang lain, berhubungan dengan itu kekuasaan yang dimiliki oleh para alim ulama, ustad, tuan guru dan lain sebagainya sangat berpengaruh bagi masyarakat banjar. Sebagaimana halnya seorang tuan guru, ustad dan alim ulama yang memberikan ceramahan tau siraman kalbu untuk memberikan pengaruh yang baik kepada pengikutnya. Dalam hal ini terlihat kekuasaan mereka dapat dapat di tunjukkan lewat bahasa yang mereka sampaikan lewat ceramahan atau siraman kalbu dan lain sebagainya.
    3. Dalam istilah bahasa yang ada di daerah saya yaitu wilayah Kalteng, maka contoh penggunaan istilah tertentu untuk menampilkan kesan yang baik dalam masyarakat adalah:
    a. Orang yang terlalu banyak gaya di sebut “Balecak”
    b. Orang yang pintar judi, memalak dan lain sebagainya di sebut “Suhu”
    c. Orang yang tidak waras di sebut “Jiwa”
    d. Teguran kepada anak yang nakal, maka orang tuanya menyebut anaknknya “Pintarnya Anakku ini” dan itu merupakan teguran yang menampilkan kesan baik dalam masyarakat dengan menggunakan istilah-istilah tertentu.
    e. Anak-anak nakal, preman dan lain sebagainya di sebut “Texas”
    f. Korupsi yang dilakukan oleh kalangan atas disebut”Kejahatan Kerah Putih”
    4. Cara berpolitik menggunakan Retorika adalah menggunakan kesemptan dalam kesempitan yang di sampaikan melalui politik. Contohnya seperti pemilihan President, pada dasarnya calon President tersebut terlebih dahulu mengkampanyekan partainya dengan memberikan iming-iming dan janji-janji yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Seandainya kondisi saat itu Para Guru tidak diperhatikan, pengangguran bertambah, harga BBM melonjak, korupsi berkepanjangan, rakyat kecil tertindas dan lain sebagainya, maka dari situlah para politikus ini mengmbil hati masyarakat dengan memberikan janji apabila terpilih nanti akan memperbaiki sistem pemerintahan yang tidak stabil dengan lebih kondisi para guru, mengangkat derajat masyarakat yang lemah, mengurangi pengangguran dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Contohya seperti kampanye SBY yang menggunakan kata ”Lanjutkan” sebagai retorika berpolitiknya dan JK yang dalam kampanyenya mengatakan “Lebih cepat lebih baik”.
    5. Beberapa informasi politis dan implikaturnya
    a. “Bersama Membangun Kalimantan” implikasinya yaitu membangun Kalimantan bersama dengan rakyat agar terbentuk Kalimantan yang baik yang sesuai.
    b. “Maju Bersama” yaitu bersama-sama membangun rakyat.
    c. “Berjuang untuk Rakyat” yaitu memperjuangkan hak-hak dan kewajiba rakyat.
    d. “Dari Rakyat Untuk Rakyar” yaitu sesuatu yang dilakukan oleh rakyat maka rakyat pulalah yang akan menerima hasilnya.

  26. 2009 Oktober 7
    Iis Darwanti (A1A4062o7) permalink

    1. Sehubungan dengan teori relativitas dan determinisme, maka bahasa dapat di artikan sesuai dengan keadaan atau bagaimana budaya masyarakat itu menanggapinya dengan pemahaman yang sesuai dengan keadaan masyarakat itu sendiri.
    Contoh, Air sungai yang ada pada masyarakat Banjar, memiliki arti dan berbagai mitos yang masih sangat dipercayai oleh masyarakatnya. Sedangkan ketika saya berada di daerah jawa dan menanyakan pada masyarakatnya tentang mitos-mitos sehubungan dengan air, maka mereka menjawabnya dengan pernyataan tidak tahu dan bahkan tidak ada mitos yang dipercayai dapat membawa pengaruh buruk pabila tidak mempercayainya. Sehingga dari situ dapat mencerminkan bagaimana pemakai bahasa tersebut. Pada masyarakat banjar misalnya, mereka secara otomatis akan bertingkah dan berbuat sesuai dengan apa yang mereka percayai, sedangkan mereka yang berada pada daerah jawa, tidak akan melebih-lebihkan kepada air sungai dan menganggap ada dunia mistik didalamnya. Kemudian dalam orang banjar sering ada anggapan pamali apa bila ada yang melanggar dan tidak mengindahkan kepercayaan masyarakat. Dari situ juga dapat meenjadikan perbedaan cara pikir masyarakat. Masyarakat yang berada pada daerah Kalimantan dan Jawa pasti memiliki persepsi yang berbeda pula menanggapi masalah air sungai itu tadi. Dan menciptakan pola atingkah laku yang berbeda pula antara kedua daerah yang memiliki kebudayaan yang berbeda tersebut.
    Contoh lainnya lagi seperti dengan masyarakat yang berada pada lingkungan keras, maka ia cenderung akan berbicara dan berbuat yang keras pula, kemudian menyiasati bagaimana caranya berbeda dengan masyarakat yang berada pada lingkungan yang sederhana. Sehingga akan mempengaruhi cara pikir masing-masing. Keadaan demikian sangat wajar dan tidak menjadi sesuatu yang mengherankan, sebab pada masing-masing masyarakat harus emecahkan masalah yang ada pada lingkungan mereka sekarang. Pola pikir dan cara mereka berbahasa akan berkembang menyesuaikan keadaan dimana mereka tinggal, dari situlah bahasa dapat dilihat dan mampu untuk mencerminkan bagaimana keadaan masyarakatnya.

    2. Contohnya, seorang anak tidak dibolehkan berbicara dengan suara keras pada orang yang lebih tua, sehingga ada etika berbicara antara orang yang lebih muda pada yang tua. Pada masyarakat banjar dikenal dengan istilah ulun dan pian, akibatnya seorang anak akan dikatakan tidak sopan apabila ia tidak menggunakan etika ketika berbicara pada orang yang lebih tua. Disini mencerminkan bahwa orang yang lebih tua memiliki kekuasan kepada yang muda, mereka berhak marah dan menegur apabila yang muda melakukan kesalahan. Sebab, sebelumnya orang tua pasti akan memberikan contoh yang sama seperti dulu mereka lakukan ketika orang tua mereka memberikan contoh mengenai etika berbicara dan bersikap kepada orang lain. Orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan anak.
    Kalau di daerah Banjarmasin ini sangat terkenal dengan profil seorang tuan guru yang selalu menjadi panutan masyarakat banyak. Masyarakat akan sangat mematuhi apa saja yang dikatakan oleh panutan mereka, kata-kata yang dikeluarkan oleh tuan guru pasti dianggap benar. Sehingga sangat diharapkan masyarakat memiliki seorang tuan guru yang benar-benar dapat dipercsaya dan mampu membawa masyarakat kearah yang lebih baik. Dengan bantuan tuan guru ini pula maka sangat besar harapan masyarakat memmiliki seorang penguasa yang membangun. Lebih-lebih pada daerah Banjar, sejak zaman dahulu sangat dikenal dengan kepemimpinan seorang sultan. Mereka memimpin Kalimantan selatan dengan berjihad dan mengajarkan ajaran-ajaran islam pada masyarakat dan secara otomatis didalamnya juga berisi trik yang harus mereka lakukan untuk menghadapi kehidupan.

    3. Contoh penggunaan-penggunaan istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik ditengah masyarakat terhadap sesuatu yg sebenarnya buruk dengan berbahasa seperti:
    a. Pina musti, untuk istilah sok tau atau paling pintar, padahal sebenarnya belum tentu yang ia katakan belum tentu benarnya.
    b. Baulah Ratik kalambu: untuk istilah oramg dewasa ketika menyebutkan hal yang intim agar tidak dipahami anak-anak
    c. Membuang banar lawan kawan: padahal artinya kawannya tersebut sombong dan melupakan temannnya.
    d. Pisit atau engken: untuk istilah pelit dan perhitungan ketika mengeluarkan uang atau suatu barang yang ia miliki untuk orang lain.

    4. Cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat contohnya seperti, Ketika seorang pemimpin itu diam, dalam retorika komunikasi sebenarnya sedang berhadapan dengan pilihan, diamnya seorang politisi tersebut sebenarnya sebagai pesan seorang politis dalam usaha untuk mempengaruhi dan mengendalikan opini masyarakat.
    Dapat juga dilihat ketika seorang calon pemimpin atau yang akan menduduki suatu kursi pada tempat penting, ia akan memberikan janji manis pada masyarakat yang akan memilihnya. Agar ia mendapatkan suara yang banyak dalam pemilihan tersebut. Contohnya, pada partai yang akan mengetengahkan isu agama yang penuh kejujuran, keadilan, kebaikan, kbrsihan bersifat universal dan dianggap mampu menyampaikan pesan moral pada masyarakat, diharapkan dari isu-isu tersebut, masyarakat bisa tertarik untuk memilih partai islam tersebut.
    Contoh lain seperti janji calon pemimpin yang akan mengutamakan kesehatan dan menggeratiskannya pabila ia terpilih pada pemilihan kali itu. Dengan iming-iming dan menggunakan bahasa yang manis tersebut sangat diharapkan masyarakat mampu tertarik dan memilih calon pemimpin dari kelompok itu. Walaupun terkadang pesan-pesan moral yang disampaikan tersebut tidaklah sesuai dengan keadaan nanti setelah ia terpilih.

    5. Contoh informasi politik dan implikasinya, seperti kata DPRD yang akan melakukan pemekaran wilayah atau otonomi daerah, kemudian implikasinya akan mengakibatka meningkatnya peranan dan kewenangan kabupaten. Kewenangan tersebut bersifat operasional dan berhubungan langsung dengan kegiatan masyarakat.
    Bisa juga seperti yang dikatakan oleh Bapak presiden kita, “Lanjutkan” yang berarti ia memiliki misi yang sama seperti tahun terdahulu dan berarti ia akan melanjutkan apa yang telah direncanakan dahulu.
    Pada orasi politik kemaren Jusup Kala mengatakan “lebih Cepat, lebih baik” yang berarti gerak pemerintahan yang akan dijalankannya apabila ia terpilih akan berjalan lebih cepat dan dapat dirasakan oleh masyarakat dengan tidak menunggu lama. Karena ia tahu situasi m asyarakat yang mengharapkan perubahan secepatnya, agar dapat bangkit dari keterpurukan mereka selama ini.

  27. 2009 Oktober 7
    Fadlan Hidayat A1A406219 permalink

    1.Contoh bahasa mencerminkan dunia pemakainya adalah seperti penggunaan kata subjek “ulun” dan panggilan untuk orang kedua ”pian” yang digunkan oleh orang Banjar kebanyakan, terutama oleh orang yang muda kepada orang uang lebih dewasa.
    -Ada juga penggunaan kata yang berbeda dengan di atas namun masih dalam konteks yang sama, yaitu panggilan “ana” sebagai subjek, dan “antum” sebagai panggilan untuk orang kedua. Serta penggunaan istilah lainnya seperti “abi”, “umi”, “akh”, “ukhty”, dll yang biasanya sering digunakan dalam lingkungan aktivis dakwah dan lingkungan santri.
    -penggunaan istilah atau bahasa yang mencerminkan dunia pemakainya didapat juga pada orang yang memiliki profesi tertentu, dan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dengan orang lain sesama profesinya.

    2.Di Kalsel kekuasaan yang dilaksanakan dengan bahasa misalnya terdapat pada papan reklame di pinggir jalan seperti seruan dari pemkab Banjar pada masyarakat untuk membayar pajak. media yang sama juga biasa digunakan di lingkungan masjid, pesantren, yang menyampaikan bahwa lingkungan itu adalah lingkungan Islami, sehingga para tamu yang berkunjung dilarang memakai pakainan yang tidak sopan & tidak pantas di lingkungan tersebut. secara implisit disarankan(diperintahkan) untuk memakai pakaian yang Islami.

    3.”Kidu” sering digunakan oleh orang Banjar kepada individu yang baru mengetahui atau baru mencoba hal-hal yang berbau baru(canggih atau modern) yang sebelumnya di daerah asalnya tidak ditemukan atau individu itu gaptek.

    4.Para politikus pada umumnya ketika mereka berada di depan publik atau suatu masyarakat, mereka menggunakan pujian-pujian tentang kelebihan masyrakat tersebut. Juga menggunakan unsur primordial yang bersangkutan dengan masyarakat, serta berjanji untuk mengadakan perbaikan infrastruktur pada lingkungan masyarakat dan memberikan kesejahteraan. Semua ini dilakukan dengan tutur kata yang dipoles sedemikian rupa manisnya yang berujung untuk menarik simpati masyarakat padanya.

    5.Diantara sekian banyak pernyataan politis yang dikemukakan oleh para tokoh politik, pejabat pemerintah, maupun para pajar pada dunia ini barangkali waktu kampanye capres-cawapres menarik untuk dipetik. Waktu itu semua tim sukses pasangan capres-cawapres berusaha menyihir rakyat untuk meraih dukungan suara mereka. Salah satu dari ketiga pasangan yang bersaing pada waktu itu, yaitu kubu SBY menyatakan klaim bahwa selama pemerintahannya SBY berhasil menurunkan harga BBM sebanya k tiga kali, dan klaim-klaim lannya. Pernyataan bahwa mereka berhasil menurunkan harga BBM tiga kali secara implicit memang dapat ditarik banwa selama pemerintahan merekalah harga BBM turun sebanyak tiga kali. Padahal jelas sekali sebelum harga diturunkan, pemerintahan SBY juga yang menaikkan harganya sebanyak tiga kali. Ditambah lagi pada waktu harga BBm diturunkan, karena memang harga minyak dunia juga turun. Jadi sebenarnya keberhasilan yang diklaim sama juga kosong.

  28. 2009 Oktober 7

    1. Hipotesis dari Shafir_Whorf dan contoh bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya adalah bagaimana terbentuknya realita atau kenyataan lewat bahasa dan bagaimana realita itu diterima oleh para penutur bahasa itu yaitu dengan cara-cara melihat pada contoh-contoh nyata. Hipotesis ini di bagi menjadi dua yang pertama adalah teori relativitas linguistic dan yang kedua adalah teori determinisme linguistic, dimana determinisme adalah lawan kata atau antonim dari relativitas.
    Teori relativitas lingualistik menyatakan bahwa tiap-tiap budaya akan menafsirkan dunia dengan cara yang berbeda-beda dan perbedaan itu akan terkodekan dalam bahasa. Sedangkan teori determinisme linguistic menyatakan bahwa bukan hanya persepsi kita terhadap dunia yang mempengaruhi bahasa tapi bahasa yang kita gunakan sehari-hari juga mempengaruhi cara-cara kita dalam berbahasa. Bahasa juga bisa membedakan antara hal yang abstrak dengan hal yang ada secara fisik, Hal yang fisik ini dialami lewat panca indra seperti indra penglihatan dan peraba, sementara hal yang abstrak hal yang tidak berwujud atau tidak menempati ruang seperti benda-benda fisik. Salah satu contoh seorang anak dilahirkan di Negara cina, dari sejak dilahirkan sampai dia besar sudah terbiasa dengan bahasa orang-orang disekitar nya yakni bahasa cina,sedangkan dia orang Indonesia, tanpa disadari anak tersebut akan menggunakan bahasa cina dalam hari-hari nya, hal ini terjadi karena tiap-tiap budaya yang ada memiliki nilai dan cara penggunaan bahasa yang berbeda dimana dari penggunaan bahasa mereka akan muncul persepsi mereka sendiri tentang kenyataan-kenyataan disekitar mereka.

    2 . Contoh bagaimana kekuasaaan dilaksanakan dengan bahasa didaerah-daerah di Kalsel adalah dimana kekuasaan itu adalah sebuah konsep yang abstrak yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita. Kekuasaan dalam suatu masyarakat biasa nya terlihat dalam dunia politik. Kekuasaan ini ditegakkan lewat orang-orang tertentu seperti polisi, hakim, sipir penjara, dimana pekerjaan ini memberi mereka hak untuk mengatur kehidupan orang lain. Kekuasaan mempunyai hubungan yang erat dengan bahasa dimana kekuasaan sering kali ditunjukkan lewat bahasa dan bahkan kekuasaan juga diterapkan atau dilaksanakan lewat bahasa.Di Kalsel salah satu contohnya adalah dalam hal perdagangan dimana ada peraturan yang menyatakan bahwa pada siang hari para pedagang kaki lima dilarang berjualan dipinggir jalan raya apalagi di depan kampus-kampus atau pun kantor-kantor karena akan mengganggu lalu lintas dan aktivitas-aktivitas lainnya, dalam hal ini terlihat sekali bahwa peraturan yang sudah ada atau yang sudah tertulis tidak boleh dilanggar, dimana disini kekuasaan ditunjukkan atau dilaksanakan lewat bahasa.

    3. Contoh dari daerah sendiri tentang penggunaan istilah-istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan berbahasa adalah dalam masyarakat dayak maanyan seperti sebutan “Murun” istilah kata ini biasa nya digunakan orang sekitar untuk mengejek atau mencela orang lain (bukan orang dayak maanyan). Dari istilah-istilah ini muncul pandangan atau persepsi seseorang yang jelek atau negatif terhadap orang lain tersebut (non-maanyan). Karena sering mendengar istilah ini, kemungkinan kecil akan bertanya “apa arti sebenarnya?. karena istilah” murun” sudah menjadi suatu pandangan dan terlanjur dianggap nyata dan menyatu, dan istilah ini hanya digunakan oleh masyarakat maanyan untuk membicarakan orang lain (non maanyan), maka dengan sendiri nya tidak adalagi menggunakan istilah lain.

    4. Contoh dari lingkungan sosial tentang cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat adalah dengan melalui sarana-sarana umum yang kemudian mereka akan menemukan cara-cara agar bisa mempengaruhi masyarakat dan seringkali mereka menggunakan bahasa untuk mencapai tujuan itu,seperti dalam pemilihan legislatif Hal ini terkait dengan politik yang terjadi dimasyarakat dimana politik selalu berkaitan dengan kekuasaan.Dimana politik itu sendiri adalah sebuah fenomena yang tersebar sangat luas dan bukan Cuma terkait dengan orang-orang yang ada dalam pemerintahan Negara, Politik ini dilandaskan pada prinsif-prinsif dan tujuan yang ingin dicapai oleh politikus yakni adalah membujuk para pendengar atau warga masyarakat untuk percaya pada validitas politisi.Kemudian ada politik yang kaitannya dengan ideologi, dimana ideology membentuk wawasan orang-orang dalam berpikir dan berbicara.

    5. Beberapa informasi politis yang diketahui dan implikaturnya adalah infomasi politis dalam suatu partai yang akan mengadakan kumpanye di suatu daerah,implikatur nya adalah diharapkan para pendengar bisa memahami dan mengerti apasaja asumsi atau pembicaraan dibalik informasi tanpa harus mengungkapkan asumsi itu secara rinci.

  29. 2009 Oktober 7
    fauziah A1A406206 permalink

    6. Hipotesis Shapir-Whorf menyatakan bahwa tiap-tiap budaya memiliki nilai yang berbeda dan cara penggunaan bahaa mereka akan mencerminkan persepsi mereka sendiri tentang realita (teori relativitas linguistik). Contoh bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan duniapemakainya, beberapa budaya misalnya akan memandang bahwa buah adalah sama saja, sementara ada budaya-budaya lain yang merasa perlu untuk membedakan jenis buah, misalnya (buah tangan, buah hati, buah bibir dan buah-buahan yang bisa dimakan. Contoh lain yaitu istilah kata mata, pandangan masyarakan ada yang mengartikan mata sebagai alat indra manusia pada budaya lain mata dibedakan atas (mata hati, mata-mata, dan mata manusia). Jadi alas an mengapa terjadi perbedaan seperti itu terletak pada perbedaan pandangan tiap-tiap budaya mereka masing-masing.
    7. Contoh bagaimana kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa didaerah-daerah di Kalimantan Selatan. Kekuasaan seseorang dalam hal disiplin berlalu-lintas, menggelar arzia dan mengarahkan rambu-rambu lalu lintas. Contoh lain, yaitu cara orang tua berbicara kepada anak-anaknya dalam hal menasehati dan melarang anaknya. Contoh lain juga kekuasaan seorang guru terhadap siswa-siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar dikelas.
    8. Penggunaan istilah-istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik ditengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan berbahasa. Contoh istilah kata “kuman” dalam bahasa sehar0hari orang bakumpai yang berarti makan. Dalam kehidupan sehari-hari orang banjar kuman berarti bakteri. Kata kuman yang digunakan orang banjar hanya memiliki satu tanda linguistik untuk merujuk pada orang-orang bakumpai maka orang banjar memandang orang bakumpai dari sisi negative. Contoh lain juga pada orang Kandangan yang sering diberi label atau pertanda sebagai sebutan “jagau”, yang bernilai negatif. Istilah jagau merupakan istilah jagau merupakan istilah bagi orang yang berjiwa berani. Begitu juga dengan pandangan orang banjar yang menyebut orang Dayak meratus sebagai sebutan “orang bukit”.
    9. Cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat, contohnya :
     Seorang calon kepada desa membuat keyakinan-keyakinan berupa janji-janji dan sumbangan untuk warga desa agar mau memilihnya, selain denganc ara tersebut juga ada calon kepada desa yang ingin memperoleh kekuasaan dengan membujuk warga desa untuk patuh secara sukarela, dan banyak pula mencari kekuasaan lewat kekerasan. Selain calon kepala desa, banyak lagi calon-calon pemimpin yang menawarkan janji-jani politik dan setelah mereka terpilih, mereka lupa dengan apa yang mereka janjikan.
    10. Informasi politis dan implikaturnya.
     Sekolah bisa dimana saja, kuliah BSI aja !
    Implikaturnya : berarti mengajak masyarakat untuk kuliah dikampus BSI, tidak amsalah asal sekolahnya apa, dengan kuliah di BSI para lulusannya dijanjikan kerja dengan waktu kuliah yang cukup singkat.
     Ada yang lebih baik dari HIT ? Yang lebih mahal banyak !
    Implikaturnya : menarik minat masyarakat dengan tawaran mutu yang lebih baik dan harga yang murah/terjangkau, dan memasarkan pada masyarakat bahwa tidak ada yang lebih baik dan lebih murah dari merk HIT.
     Yamaha semakin didepan, yang lain makin ketinggalan !
    Implikaturnya : menarik minat masyarakat dengan mengutamakan keunggulan barangnya, bahwa yang terbaik dan selalu jadi pilihan banyak orang, serta mengganggap merek lain berada dibelakangnya.

  30. 2009 Oktober 7
    Dwi Mulyaningsih NIM: A1A406215 permalink

    Nama / Nim : Dwi Mulyaningsih AIA406215
    Email : dwi _ baek4@yahoo. Com
    Komentar
    1. Contoh dari hipotesis Shafir – Worf pada halaman 37 dimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya contohnya ialah seperti dalam istilah mata dalam beberapa budaya istilah mata memiliki arti yang sama saja . Tetapi ada beberapa budaya lain yang membedakan berbagai jenis pengertian dari mata seperti mata hati ,mata keranjang ,mata kaki ,mata angin ,mata manusia dan mata hewan.Dalam perbedaan persepsi tersebut akan tampak perbedaan makna dari jenis-jenis pengertian mata tersebut.
    2. Contoh dari halaman 18 – 19 dimana kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa di daerah – daerah di Kalsel. Contohnya ialah seorang guru memiliki kekuasaan pada saat terjadinya proses belajar mengajar didalam kelas .Dimana seorang guru memiliki wewenang sepenuhnya jika berada dalam ruang kelas dan memiliki hak untuk melakukan apa saja yang berhubungan dengan proses belajar mengajar tersebut sebagai contoh guru memiliki hak untuk menegur siswanya yang sedang ribut bahkan dapat mengeluarkan siswanya jika siswa tersebut memang tidak bisa ditegur dengan cara yang baik . Dalam hal ini terlihat jelas bahwa hubungan kekuasaan antara guru dengan siswanya . Cara guru mengajar dan mengelola kelas menciptakan kekuasaan guru kepada siswanya sehingga menguatkan perbedaan – perbedaan kekuasaan diantara mereka .
    3. Contoh dari halaman 43 – 47 mengenai penggunaan istilah – istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan berbahasa contohnya ialah seperti Orang Banjar yang menyebut atau memberi gelar kepada Orang Dayak yang tinggal di Pegunungan Meratus dengan sebutan Orang Bukit. Sebenarnya Orang Banjar menyebut Orang Dayak sebagai Orang Bukit tidak bermaksud mengecilkan atau meremehkan orang dayak tersebut . Istilah Orang Bukit tersebut hanya mengartikan bahwa Orang dayak yang tinggal di Pegunungan Meratus. Tetapi Orang Dayak tidak suka dengan sebutan Orang Bukit tersebut karena Orang Dayak menilai seakan Orang Banjar tersebut meremehkan dan mengecilkan mereka. Mereka juga ingin di sejajarkan sama dengan Orang Banjar .
    4. Contoh halaman 49-77 ialah dalam pemilihan ketua Rt ada terdapat tiga orang calon ketua Rt disini mereka berlomba – lomba ingin mengambil simpatik dari masyarakat. Salah satu calon ketua Rt berjanji ingin membangun tempat beribadah dan calon ketua Rt yang satu lagi berjanji ingin memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak sedangkan calon ketua Rt yang ketiga berjanji ingin memajukan kampung tersebut agar terlihat lebih bersih ,rapi dan indah serta ingin memajukan organisasi social di daerah tersebut. Ketiga calon ketua Rt tersebut sama – sama memiliki tujuan ingin mengambil hati masyarakatnya dan sama – sama memiliki tujuan yang baik untuk membangun daerah tersebut.
    5. Beberapa informasi politis dan implikasinya.
    a . Pemilu harus dilaksanakan secara jurdil berarti bahwa dalam pelaksanaan pemilihan umum harus dilandaskan oleh adanya kejujuran dan keadilan .Dan para anggota dewan yang terpilih
    diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin dan penuh tanggung jawab sesuai dengan amanah rakyat dan menjunjung tinggi kesejahteraan rakyatnya tanpa harus
    melakukan korupsi yang ingin memperkaya dirinya sendiri .
    b. Kita harus dapat menjaga kelestarian budaya Indonesia berarti bahwa kita sebagai warga negara Indonesia memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian budaya kita agar tidak dapat
    diambil alih apalagi diakui oleh negara lain. Seperti sekarang ini kebudayaan Indonesia mulai di sukai oleh negara lain contohnya saja negara Malaysia yang meniru tari pendet , baju batik dan
    menu makanan khas Indonesia yang jelas- jelas milik Indonesia yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang kita . Maka sebab itulah kita sebagai generasi muda harus dapat
    melestarikan dan bila perlu mengembangkan kebudayaan yang ada agar lebih di kenal oleh Negara lain.

  31. 2009 Oktober 7
    Novi Ruliana NIM: A1A406205 permalink

    1. Contoh dari hipotesis Shafir-Worf adalah Bahasa Hopi dengan Bahasa SAE, Bahasa Hopi merupakan sebuah bahasa dari penduduk asli bagian selatan As, sedangkan bahasa SAE merupakan bahasa Eropa standar yang didalamnya termasuk Bahasa Inggris, Prancis, Jeraman, dan bahasa-bahasa Eropa lain yang masih serumpun. Tata bahasa Hopi memiliki hubungan dengan budaya Hopi sedangkan Tata bahasa dari bahasa-bahasa Eropa memiliki hubungan dengan budaya Barat atau Eropa. Bahasa Eropa membedakan antara hal yang abstrak dengan hal yang ada secara fisik yaitu yang dapat dialami lewat panca indera.sedangkan bahasa Hopi tidak punya kebiasaan untuk membicarakan konsep-konsep abstrak dengan metafora fisik seperti bahasa-bahasa Eropa tadi, dan ini bias ditunjukkan lewat cara bahasa Hopi membicarakan waktu.
    2. Contohnya adalah cara orang tua mengajari anaknya berbicara dan bertingkah laku yang sopan santun kepada orang yang lebih tua maupun kepada orang yang lebih muda dari dirinya dengan begitu anak tersebut bisa membedakan baik dan buruk serta anak tersebut tau apakah yang dilakukannya itu baik atau tidak.
    3. Contohnya adalah kata mauk, misalnya orang itu mauk ketika mencium bau sampah yang berserakan karena tidak tahan dengan bau yang sangat menyengat, penggunaan kata mauk disini diartikan sebagai pusing ataupun juga mual, sedangkan bahasa lain dari mauk itu adalah munyak atau bosan.
    4. Contohnya adalah suatu masyarakat dalam pemilu yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dimana dalam pencalonan tersebut dirinya menjanjikan hal-hal yang sangat berlebihan kepada masyarakat saat melaksanakan kampanye, misalkan saja menjanjikan kalau saja terpilih nanti dan menang masyarakat tidak ada lagi yang susah semua memiliki pekerjaan karena dirinya menciptakan lapangan pekerjaan untuk menampung untuk para orang-orang miskin dan pengangguran serta mensejahterakan masyarakat.
    5. Contohnya adalah dalam melakukan pencoblosan dala pemilu seluruh masyarakat diwajibkan untuk ikut serta dalam pemilihan tersebut agar dapat memiliki pemimpin yang benar-benar bias memimpin negara jangan hanya golput atau tidak memilih tapi nama pemelih telah terdaftar karena kita akan merasa dirugikan oleh diri sendiri.

  32. 2009 Oktober 7
    Risna Apriyati NIM: A1A406232 permalink

    . Hipotesis Shafir-whorf contoh bagaimana bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya.
    Seperti: sebutan tangan kanan dalam pandangan dunia pemakainya mungkin sama saja sementara ada kebudayaan-kebudayaan lain yang merasa perlu untuk membedakan barbagai jenis ungkapan atau istilah sebutan tangan, misalnya, tangan kanan merupakan bagian dari tubuh manusia, namun ada juga mengartikan tangan kanan itu merupakan orang kepercayaan dari seorang atasan.

    2. Contoh bagaimana kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa di daerah-daerah di kalsel yang anda ketahui
    Seperti: kita dapat melihat dalamsebuah keluarga orang tua memiliki kekuasaan penuh dalam mendidik anak-anaknya menjadi anak yang baik mengahormati, orang tuadan berbakti kepada orang tuanya, misalnya saja orang tua mengajari anak-anaknya berbicara baik dan sopan terhadap orang yang lebih tua maupun muda.

    3. Tentang penggunaan istilah-istilah tertentu untuk menciptakan kesan yang baik ditengah masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya buruk dengan berbahasa
    Seperti:contoh katanya kakidasan, perempuan itu kakidasan berjalan di depan laki-laki, kata kakidasan itu mengandung arti ganjen/suka bertingkah di depan laki-laki.

    4. Cara-cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat
    Seperti: pada pemilihan pemilu bupati yang diselenggarakan di aderah saya, para calon-calonnya masing-masing memberikan janji-janji yang manis untuk mempengaruhi masyarakat untuk percaya kepadanya dan memilihnya menjadi bupati, misalnya bila terpilih ia berjanji akan memperbaiki jalan-jalan yang rusak.

    5. Beberapa informasi politis dan implikaturnya
    a. Berantas KKN di Negara ini, berarti di Negara ini harus diberantas adanya suatu korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh para pejabat-pejabat Negara.
    b. KPK menyelidiki para pejabat yang melakukan adanya suatu tindak korupsi, disini para KPK melakukan penyelidikan pada para pejabat Negara yang melakukan suatu tindak korupsi yang merugikan Negara ini.

  33. 2009 Oktober 7
    Darmatasiyah NIM: A1A406225 permalink

    1. Hipotesis shafir – Whorf contoh bagaimanaa bahasa mampu mencerminkan pandangan dunia pemakainya . Seperti : Istilah kepala didalam pandangan dunia pemakainya mungkin sama saja sementara ada kebudayaan – kebudayaan lain yang merasa perlu untuk membedakan berbagai jenis ungkapan –ungkapan istilah sebutan kepala . Misalnya Kepala Desa, kepala manusia,kepala binatang, dan kepala rumah tangga. Perbedaan persepsi seperti ini akan tampak dalam bahasa karena dalam istilah kepala ini mempunyai banyak makna bagi pandangan dunia pemakainya.
    2. Contoh kekuasaan dilaksanakan dengan bahasa yang ada di Kalsel.
    Seperti : Kekuasaan ketua Rt terhadap masyarakat yang ada di Rt yang ia pimpin sebagai pemimpin daerah yang ia pegang. Dimana dalam pimpinannya ia memberikan peraturan – peraturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat yang ada didaerah yang ia pimpim seperti kalau ada tamu yang menginap harus lapor satu kali 24 jam . Dalam hal ini sudah menunjukan bahwa adanya kekuasaan ketua Rt terhadap masyarakat.
    3. Contoh dari penggunaan istilah untuk menciptakan kesan yang baik di tengah masyarakat terhadap sesuatu yang buruk dengan berbahasa. seperti yang ada di Kalsel yaitu antara orang Banjar dan Pegunungan Meratus sebagai orang Bukit atau orang Dayak ada sebutan istilah yang sulit diterima oleh orang Meratus karena istilah yang di gunakan oleh orang Banjar dalam menyebut orang Pegunungan Meratus mengandung konotasi merendahkan (steoretype).dimana sebutan itu juga memperlihatkan posisi marginal orang meratus di tengah besarnya dominasi orang Banjar bukan untuk merendahkan tetapi istilah orang Bukit atau orang Dayak tersebut hanyalah untuk menyebut orang yang tinggal di Pegunungan Meratus merasa bahwa orang Banjar menggunakan istilah itu untuk merendahkan status mereka. Sehingga mereka merasa bahwa orang – orang keturunan orang Pegunungan Meratus. Maka orang Banjar akan selalu memandang orang – orang keturunan Dayak atau Bukit dari sisi negative.
    4. Contoh dari lingkungan sosial di Kalsel tentang cara- cara politikus menggunakan retorika untuk mempengaruhi masyarakat. Seperti kekuasaan ,Kepala Desa. Kekuasaannya mencakup seluruh Desa yang ia pimpin untuk mempengaruhi masyarakat pada saat jabatannya berakhir istilah yang digunakan seperti melanjutkan pembangunan yaitu dengan membangun tempat – tempat ibadah dan sarana transportasi seperti jembatan, jalan dan lain sebagainya . Dengan menggunakan istilah tersebut ia berharap dapat terpilih lagi sebagai Kepala Desa .
    5. Beberapa informasi politis dan implikasinya .
    a. ” Lanjutkan “ istilah lanjutkan yang di gunakan oleh para politis adalah suatu pengaruh yang di berikan kepada masyarakat agar mereka tetap terpilih dan dapat melanjutkan apa yang sudah ia
    jalankan dalam pemerintahannya pada saat menjabat .
    b. “SMK pasti bisa “ berarti SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ) .Pasti bisa dengan kata lain bahwa pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan tidak kalah dengan sekolah – sekolah lain. Kebijakan yang diambil pemerintah untuk menyamakan dengan sekolah – sekolah lainnya dan ingin menunjukan bahwa lulusan SMK lebih baik dari sekolah yang lain karena melanjutkan ke Perguruan tinggi, juga dapat berwirausaha dengan keahlian – keahlian yang sudah diajarkan . Di sini tujuannya agar peminat SMK lebih banyak dari sekolah – sekolah yang lain.

  34. 2009 Oktober 13
    Iis Darwanti permalink

    mana tugas barunya pa…?

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS