PSDP 2010 Balangan 4B – Masalah

Halaman ini untuk mahasiswa Balangan semester IVB yang akan mengumpulkan masalah penelitian. Paling lambat sehari sebelum pertemuan ke-2 pada tanggal yang telah disepakati.

  1. M.Alfian MAlkan, NPM3060811480, Jur, PBSID Transfer, Semester IV
    04/05/2010 pukul 2:21 am

    1. Mengapa Penelitian Sastra sampai sekarang masih mengalami kepincangan dalam menerapkan metode Eksperimen? padahal Penelitian yang satu ini sedikit banyak akan melengkapi makna yang selama ini terabaikan?
    2. Kita ketahui bahwa modal dasar kajian Stilistika memang pemahaman atas bahasa yang jadi masalah adalah bagaimana dampak bagi Sastra yang diteliti oleh Peneliti yang kurang paham tentang perbedaan antara Bahasa Sehari-hari dengan Bahasa Sastra yang sudah tentu akan keliru memahami Stilistika?
    3. Bagaimana menghubungkan 3 kutub Sastra yang meliputi Penerbit, Pembaca, dan Pengarang supaya menyadari pentingnya mengembangkan Penelitian tentang Produksi dan Pemasaran Sastra?

  2. I PATIMAH (NPM : 3060811520 )
    05/05/2010 pukul 3:33 am

    1. Minimnya jumlah buku pelajaran sastra disekolah.
    guru dan siswa sering menghadapi masalah ketika melakukan pelajaran bahasa dan sastra indonesia, karena minimnya jumlah buku pelajaran sastra disekolah.

    2. kurangnya minat dan motivasi tentang pembelajaran sastra di sekolah.

    3. adanya pandangan negatif yang sering muncul dihadapan masyarakat tentang dunia sastra dan pelajaran sastra,sehingga sangat mempengaruhi kepada siswa dan siswi disekolah.

    4. Kurangnya komitmen yang tinggi terhadap pembinaan dan pengembangan apresiasi sastra, khususnya untuk para siswanya di lingkungan sekolah masing- masing.

    5. Keterbatasan alokasi waktu pembelajaran sastra

    6. Kesalahan konsep dalam pembelajaran sastra.
    seperti, tidak semua guru yang mengajarkan sastra memahami tujuan pembelajaran yang diprioritaskan. pembelajaran sastra cenderung diisi dengan materi-materi yang bersifat teoritis, hanya menuntut hapalan-hapalan sejarah sastra serta tokoh-tokoh sastrawan dan karyanya.

    7. Dunia sastra yang kurang diminati masyarakat, termasuk guru dan siswa disekolah.
    atau dengan kata lain bisa dikatakan istilah Dunia sastra yamg selalu terpencil.

  3. I PATIMAH (NPM : 3060811520 )
    05/05/2010 pukul 4:00 am

    NAMA : I PATIMAH
    NPM : 3060811520
    JURUSAN : PBSID
    SEMESTER: IV B

    1. Minimnya jumlah buku pelajaran sastra disekolah.
    Guru dan siswa sering mengahdapi masalah ketika melakukan pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, karena minimnya jumlah buku pelajaran Sastra disekolah.

    2. Kurangnya minat dan motivasi siswa tentang pembeljaran sastra.

    3. Adanya pandangan Negatif yang sering muncul dalam kehidupan masayarakat, tentang dinia sastra dan pembelajaran sastra. Dan sangat mempengaruhi kepada siswa dan siswi disekolah.

    4. Kurangnya Komitmen yamg tinggi terhadap pembinaan dan pengembangan Apresiasi Sastra, khususnya untuk para siswanya di lingkungan sekolah masing-masing.

    5. Keterbatasan Alokasi waktu pembelajaran Sastra.

    6. Kesalahan konsep dalam pembelajaran sastra.
    seperti, tidak semua guru yang mengajarkan sastra memahami tujuan pembelajaran yang diprioritaskan. Pembelajaran sastra cenderung diisi dengan materi-materi yang bersifat teoritis, hanya menuntut hapalan-hapalan sejarah Sastra serta tokoh-tokoh Sastrawan dan karyanya.

    7. Dunia sastra yang kurang diminati masyarakat, termasuk guru dan siswa disekolah.

  4. nama: NINGSIH (NPM : 3060811484 )
    05/05/2010 pukul 4:17 am

    1. guru sastra pada umumnya kurang propisional, tiadk memiliki wawasanyang luas menenai pengettahuan kesusastraan.

    2. kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran sastra.

    3. Dunia sastra pada umumnya dipandang negatifoleh masyarakat, karena kehidupan seniman identik bebas, suka mengkritik, berbajukumal;,dan tidak menguntungkan secara matiril.

    4. Buku-buku bacaan sastrayang tersedia sangat sedikitsehingga tidak bisa menambah pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai sastra.

    5. siswa memiliki motivasi beljar yang rendah.

  5. nama: NINGSIH (NPM : 3060811484 )
    05/05/2010 pukul 4:28 am

    Nama : NINGSIH
    NPM : 3060811484

    1. Siswa memiliki motivasi belajar yang rendah.

    2. buku bacaan sastra yang tersedia sangat sedikit sehinggatidak bisa menambah pengetahuandan pemahaman siswa mengenai sastra.

    3. Dunia sastra yang pada umumnya dipandang negatif oleh masyarakat, karena kehidupan seniman identik bebas, suka mengkritik,berbaju kumal dan tidak menguntungka secara materil.

    4. Kuragnya minat siswa terhadap pembelajaran sastra.

    5. Guru sastra pada umumnya kurang propisionan, tidak memiliki wawasan yang luas mengenai pengetahuan kesusastraan.

  6. NANA : NORHALIDAH ( NPM :3060811515 )
    05/05/2010 pukul 4:40 am

    NAMA :NORHALIDAH
    NPM : 306081151

    1. Sukarnya memahami puisi
    2. Bagaimana meningkatkan kemampuan membaca puisi
    3. Cara menghidupkan sastra
    4. Pengaruh sosial masyarakat terhadap sastra
    4. Bagaimana memahami sastra secara mendalam
    5. kemampuan menulis cerita nonfiksi
    6. Bagaimana memahami sastra secara mendalam.

  7. NANA : SRI AGUTINA (NPM :3060811507 )
    05/05/2010 pukul 5:01 am

    NAMA : SRI AGUSTINA
    NPM ; 3060811507

    1. Kesusastraan baru indonesia harus memancarkan jiwa yang dinamis, memancarkan individualitas, tidak menghiraukan tradisi.

    2. Sastra lisan pada ahirnya hanya tersisa nilai- nilai edukatifnya saja. Tidak mengenal nilai -nilai filosofis dan nilai-nilai moralterkandung didalam krya sastra itu.

    3. Dari beberapa novel, terindikasi bahwa telah terjadi degradasi nilai terhadap karya sastra moderen.

    4. Disisi lain karya- karya novel modren inddonesia yang terpopuler hingga kini. bahkan tokoh-tokoh ceritanya telah menjadi mitos. Iitu berarti bahwa masyarakat indonesia masih dekat denga tradisi lisan dan masih jauh dari masyarakatgemar. membaca.

  8. RUMILLA ( 3060811504)
    05/05/2010 pukul 7:25 am

    Masalah_masalah dalam sastra di antaranya :
    1. Masih jarangnya penelitian yang menerapkan metode eksperimen.
    2.Jarangnya peneliti yang tergiur pada karya-karya populer.
    3.Kurangnya teori penelitian sastra.
    4.Adanya perbedaan arah,penekanan,dan sasaran istilah-istilah pemahaman sastra.
    5.Adanya kerancuan penggunaan metode,teknik,dan pendekatan.
    6.Menentukan pilihan kata yaitu ketepatan dan kesesuaian kosa kata.
    7.Sulitnya menentukan fungsi sosial sastra.
    8.Sulitnya membuat karya sastra yang sesuai dengan selera pembaca.
    9.Sulitnya menentukan gagasan yang sesuai dengan bentuk dan teknik penulisannya.
    10.Kurangnya buku-buku yang berhubungan dengan sastra di sekolah-sekolah.

  9. 05/05/2010 pukul 11:23 pm

    Nama : Nordasimah
    NPM : 3060811485

    Masalah-masalah dalam Pengajaran Sastra

    1.Pembelajaran sastra ibarat anak tiri dan para guru yang mengajar sastra hampir
    selalu juga merupakan guru yang mengajar bahasa. Dan guru tidak mempunyai
    perhatian yang sama besarnya terhadap sastra dan bahasa. Namun kenyataan
    cenderung membuktikan bahwa umumnya para guru itu sekedar menyambi saja tugas
    sebagai pengajar sastra.

    2.Banyak guru sastra yang sesungguhnya bukan pembaca sastra atau lebih-lebih
    pencinta sastra. Kalaupun mereka pernah membaca karya sastra, karya-karya
    tersebut adalah karya-karya yang mereka peroleh atau pelajari sewaktu dulu
    berkuliah dan tidak sedikit pula yang hanya membaca ringkasan karya-karya sastra
    itu.

    3.Gagalnya pengajaran maupun pembelajaran sastra di sekolah adalah pada guru itu
    sendiri. Utamanya pada masalah-masalah teknis. Bahkan banyak guru sastra yang
    tidak menyukai sastra.

    4.Sangat banyak buku pelajaran sastra yang dititipkan ke dalam buku pelajaran
    bahasa indonesia. Hal itu memang perlu dipersoalkan, mengingat aspek-aspek
    persoalan bahasa indonesia dan aspek kesustraan merupakan dua hal yang berbeda.
    Perbedaan tersebut terutama terletak pada materi, tujuan, dan kepentingan
    pembelajaran.

    5.Pilihan terhadap teks sastra yang sesuai dengan usia (muda) seperti memahami
    cerita anak dan remaja secara kualitatif tidak tersedia dengan memadai. Sehingga
    ada anggapan bahwa siswa tidak perlu dibebani pengetahuan yang belum pada
    waktunya.

    6.Buku pelajaran sastra untuk SMP dan SMA secara umum tidak memiliki landasan
    politik kebudayaan yang jelas. Oleh karena itu, selayaknya buku-buku pelajaran
    tersebut ditulis dalam perspektif dan penguasaan terhadap masalah-masalah yang
    dihadapi bangsa dan negara Indonesia.

    7.Persoalan dalam pengajaran sastra adalah visi dan misi apa yang akan diembankan
    dalam sebuah buku pelajaran sastra.

    8.Kurikulum kesustraan belum dirancang dalam satu visi dan misi politik kebudayaan,
    karena menurut Garin Nugroho politik kebudayaan adalah salah satu cara untuk
    mengimplementasikan strategi kebudayaan.

  10. RAHMADANI
    06/05/2010 pukul 4:08 am

    Nama : Rahmadani
    NPM : 3060811501

    1. Masalah mengenai Kajian Sosiologi terhadap puisi
    2. Kurang memahami kajian stuktural semiotik
    3. Jenis penulisan puisi model permainan bunyi dan iringan musik
    4. Hubungan karya sastra dengan mitos
    5. Kurang memahami struktur batin puisi

  11. PANSYAH
    06/05/2010 pukul 4:23 am

    Nama : Pansyah
    NPM : 3060811488

    1. Bagaimana cara mengembangkan sastra agar lebih baik
    2. Sulitnya memahami sebuah karya sastra
    3. Kesulitan dalam membuat sebuah puisi
    4. Sulitnya mengajarkan cara membaca puisi yang baik kepada anak didik
    5. Kurangnya minat anak didik terhadap puisi

  12. 06/05/2010 pukul 7:03 am

    Nama : Yuli
    Npm : 3060811512

    1. Apa sih Sastra itu! Sehingga hakekat Sastra memiliki definisi yang berbeda-beda?
    2. Apa yang menjadi para ahli sastra tidak memiliki jawaban yang sama terhadap permulaan sastra Indonesia?
    3. Penjenisan sastra pada umum nya ada tiga. yaitu sastra yang berbentuk Prosa, berbentuk puisi, dan berbentuk Drama. akan tetapi, mengapa penjenisan tersebut bertitik tolak dengan konvensi sastra itu?

  13. M.Khairi Rahman
    06/05/2010 pukul 7:26 am

    Nama : M.Khairi Rahman
    NPM : 3060811513

    1.Bagaimana hubungan sejarah sastra dengan studi sastra yang lain
    2.Bagaimana pembabakan sastra indonesia
    3.Perbedaan definisi sastra banjar oleh para ahli
    4.Problematika sastra indonesia zaman Balai pustaka
    5.Problematika sastra indonesia zaman Pujangga baru
    6.Kesulitan siswa dalam membuat pantun
    7.Kesulitan siswa dalam pembuatan naskah drama dan pementasannya
    8.Memahami Unsur – unsur intrinsik puisi
    9.Perbedaan cerpen dan drama
    10.Bagaimana cara memotivasi siswa agar tertarik dengan dunia sastra

  14. emelia mayasari
    06/05/2010 pukul 8:38 am

    Nama : Emelia Mayasari
    NPM : 3060811477
    Jurusan : PBSID
    Semester : IV B

    MERUMUSKAN MASALAH SASTRA

    1. Sastra dan Bukan Sastra
    Pertama, membedakan sebuah tulisan yang bersifat sastra dari jenis tulisan-tulisan lainnya. Kenang-kenangan hidup seorang tokoh, pandangan seorang politisi dan laporan seorang wartawan dianggap berbeda dari sebuah cerpen dan novel atau tulisan yang bersifat sastra. Masalahnya, mengapa ada biografi yang dianggap karya sastra (seperti Ayahku Hamka dan Nyanyi Seorang Bisu Pramoedya Ananta Toer), dan banyak sekali biografi yang tidak dianggap sastra? Perbedaan itu harus dicari, apakah karena ada perbedaan jenis-jenis makna dalam sebuah tulisan? Atau karena faktor-faktor lain yang lebih asasi?

    2. Sastra, Masyarakat dan Kebudayaan
    Kedua,dalam hubungan sebab-akibat diandaikan bahwa pengaruh-pengaruh sosial merupakan sebab-musabab yang menghasilkan suatu karya sebagai akibatnya. Bahwa sebuah karya sastra tidak dapat mengelak dari kondisi masyarakat dan situasi kebudayaan daerah atau tempat karya itu di hasilkan. Masalahnya, bagaimana sastra menghubungkan atau melepaskan diri dari alam pikiran kebudayaan atau pengaruh sosial dari mana sastra itu berasal?

    3. Sastra dan Pengarang
    Ketiga, pengarang berhak mempunyai tafsiran sendiri tentang karya yang telah dia hasilkan. Tetapi tafsiran pengarang tentang karyanya bukan satu-satunya tafsiran yang harus diterima, kesusastraan membuka diri pengarang atas cara yang sama untuk dipahami oleh setiap pembaca. Masalahnya,bagaimana kita memahami makna sebuah karya sastra dalam hubungan dengan pengarangnya.

    4. Sastra dan Konteks
    Keempat,tentang kontekstual sebuah karya sastra. Pengaruh sebuah karya sastra pada pembaca sering tidak lagi tergantung pada konteks produksi karya itu, tetapi lebih tergantung dari konteks hidup dan pengalaman seorang pembaca. Masalahnya, apakah sastra harus kontekstual?

    5. Sastra, Ilmu dan Imajinasi
    Kelima, imajinasi merupakan perkara yang sangat penting dalam memahami karya sastra. Sastra dianggap sebagai karya yang menghadirkan dunia imajinasi bukan kenyataan dan fiksi, sedangkan ilmu pengetahuan pada umumnya berdasarkan fakta dan data. Masalahnya, apakah perbedaan sebuah karya sastra dan karya ilmu sosial terletak pada penggunaan imajinasi?

  15. sugiana
    06/05/2010 pukul 8:59 am

    Masalah Dalam Belajar Sastra

    Adakalanya seseorang dalam belajar mengalami kejenuhan, alhasil belajarpun jadi tak maksimal ditangkap oleh orang yang belajar. Selama ini pengajaran sastra di sebagian besar sekolah hanya terjadi dalam ruang yang diapit dinding-dinging kelas. Hasilnya, daya imajinasi dan kreasi mereka kurang berkembang secara optimal.

    Misalnya, ketika para siswa mendapatkan tugas membuat puisi berkenaan dengan alam. Namun, guru yang bersangkutan tidak mengajak mereka ke alam terbuka. Padahal di ruang tertutup dinding-dinging kelas kurang mendukung dalam menumbuh kembangkan daya imajinasi dan kreasi mereka dalam proses penciptaan puisi.

    Ini merupakan salah satu masalah dalam pengajaran sastra di sekolah. Seharusnya para siswa perlu diajak oleh para guru keluar ke alam terbuka yang membantu mereka dalam proses penciptaan karya sastra.

  16. sugiana
    06/05/2010 pukul 9:08 am

    sugiana :
    Masalah Dalam Belajar Sastra

    sugiana :
    Masalah Dalam Belajar Sastra

    Nama : SUGIANA
    NPM : 3060811508
    Jurusan : PBSID
    Semester : IV B

    Adakalanya seseorang dalam belajar mengalami kejenuhan, alhasil belajarpun jadi tak maksimal ditangkap oleh orang yang belajar. Selama ini pengajaran sastra di sebagian besar sekolah hanya terjadi dalam ruang yang diapit dinding-dinging kelas. Hasilnya, daya imajinasi dan kreasi mereka kurang berkembang secara optimal.
    Misalnya, ketika para siswa mendapatkan tugas membuat puisi berkenaan dengan alam. Namun, guru yang bersangkutan tidak mengajak mereka ke alam terbuka. Padahal di ruang tertutup dinding-dinging kelas kurang mendukung dalam menumbuh kembangkan daya imajinasi dan kreasi mereka dalam proses penciptaan puisi.
    Ini merupakan salah satu masalah dalam pengajaran sastra di sekolah. Seharusnya para siswa perlu diajak oleh para guru keluar ke alam terbuka yang membantu mereka dalam proses penciptaan karya sastra.

  17. Maslian
    06/05/2010 pukul 9:49 am

    Nama : Maslian
    NPM : 3060811481
    Jurusan : PBSID
    Semester: IV B

    1. Masalah Sastra dalam Dunia Pendidikan dan Masyarakat pembelajaran sastra sejak dulu sampai sekarang selalu menjadi permasalahan. Tentu saja permasalahan yang bersifat klasik tetapi hangat atau up to date. Umumnya yang selalu dikambinghitamkan adalah guru yang tidak menguasai sastra, murid-murid yang tidak apresiatif dan buku-buku penunjang yang tidak tersedia di sekolah. Padahal, pembelajaran sastra tidak perlu dipermasalahkan jika seorang guru memiliki strategi atau kiat-kiat yang dapat dijadikan sebagai alternatif.
    Karya sastra mempunyai relevansi dengan masalah-masalah dunia pendidikan dan pengajaran. Sebab itu sangat keliru bila dunia pendidikan selalu menganggap bidang eksakta lebih utama, lebih penting dibandingkan dengan ilmu sosial atau ilmu-ilmu humaniora. Masyarakat memandang bahwa karya sastra hanyalah khayalan pengarang yang penuh kebohongan sehingga timbul klasifikasi dan diskriminasi. Padahal karya sastra memiliki pesona tersendiri bila kita mau membacanya. Karya sastra dapat membukakan mata pembaca untuk mengetahui realitas sosial, politik dan budaya dalam bingkai moral dan estetika.

    2. Masyarakat kurang memiliki sikap positif terhadap hasil peneletian sastra. Karena penelitian sastra di anggap kurang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan secara luas.

    3. kemiskinan teori penelitian sastra, padahal obyek (sastra) yang akan diteliti sangat melimpah.

    4. keseimbangan antara peneliti sastra lisan yang kadang-kadang masih berat sebelah.

    5. Minimnya teori penelitian sastra, sering berakibat ” comot sana-sini” dan memungut teori asing yang kurang mengakar pada si pemakai teori.

  18. Lailatul Akmaliah
    06/05/2010 pukul 11:28 am

    1. Logat Bahasa Ibu pengajar sangat mempengaruhi pengucapan Bahasa Indonesia
    2. Susahnya memahami puisi berpola seperti Tragedi Winka & Shinka karya Sutardji
    Calzoum Bachri
    3. Kurangnya penelitian tindakan kelas dalam meanalisis karya sastra
    4. Sastra lama lebih banyak dilisankan daripada sastra modern dalam bentuk tulisan
    maupun manuskrip.
    5. Tradisi Bangsa Indonesia lebih banyak dihilangkan dalam karya sastra modern
    6. Sastra Indonesia condrong berkiblat kearah libralesme dan condrong kepada kebebasan Berprilaku
    7. Rendahnya pengetahuan guru dalam kesusatraan dan minimnya buku teks yang
    Berkualitas serta sukarnya memilih metode yang tepat dalam pembelajaran sastra
    8 Kurangnya literator kesusastraan Indonesia maupun kesusastraan barat
    9. Pengembangan sastra di sekolah kurang diminati karena kurangnya pasilitas belajar dan Minimnya alokasi waktu yang disediakan
    10. Karya sastra sekarang lebih banyak mengangkat nilai – nilai materialistes dari pada
    moral.
    11. Banyak guru bahasa dan sastra yang kurang menyinggung apalagi membelajarkan
    Sastra daerah kalimantan Selatan, seperti mamanda,lamut,dan madihin kepada siswa.
    12. Sulit menumbuhkembangkan budaya membaca.

  19. Lailatul Akmaliah
    06/05/2010 pukul 11:29 am

    NAMA : LAILATUL AKMALIAH
    NPM :3060811479
    JURUSAN :PBSID
    SEMESTER :IV B

    1. Logat Bahasa Ibu pengajar sangat mempengaruhi pengucapan Bahasa Indonesia
    2. Susahnya memahami puisi berpola seperti Tragedi Winka & Shinka karya Sutardji
    Calzoum Bachri
    3. Kurangnya penelitian tindakan kelas dalam meanalisis karya sastra
    4. Sastra lama lebih banyak dilisankan daripada sastra modern dalam bentuk tulisan
    maupun manuskrip.
    5. Tradisi Bangsa Indonesia lebih banyak dihilangkan dalam karya sastra modern
    6. Sastra Indonesia condrong berkiblat kearah libralesme dan condrong kepada kebebasan Berprilaku
    7. Rendahnya pengetahuan guru dalam kesusatraan dan minimnya buku teks yang
    Berkualitas serta sukarnya memilih metode yang tepat dalam pembelajaran sastra
    8 Kurangnya literator kesusastraan Indonesia maupun kesusastraan barat
    9. Pengembangan sastra di sekolah kurang diminati karena kurangnya pasilitas belajar dan Minimnya alokasi waktu yang disediakan
    10. Karya sastra sekarang lebih banyak mengangkat nilai – nilai materialistes dari pada
    moral.
    11. Banyak guru bahasa dan sastra yang kurang menyinggung apalagi membelajarkan
    Sastra daerah kalimantan Selatan, seperti mamanda,lamut,dan madihin kepada siswa.
    12. Sulit menumbuhkembangkan budaya membaca.

  20. saliha
    06/05/2010 pukul 11:46 am

    NAMA : SALIHA
    NPM : 3060811506

    1. Sistem pengajaran yang bagaimana agar anak didik bisa lulus ujian dengan mendapat
    Nilai yang ditargetkan pemerintah.

    2. Apa- apa yaang diperlukan dalam melakukan penelitian agar hasilnya akurat

    3. Maksud dari karya sastra adalah fenomena unik dan fenomena organik

    4 .Minimnya buku – buku yang membahas sastra di kabupaten balangan.

  21. Yahya
    07/05/2010 pukul 2:19 am

    Nama : Yahya
    NPM : 3060811511

    Rumusan maslah

    1. Bagaimana membangkitkan minat siswa terhadap dunia sastra, sehingga mampu membuat sastra itu sendiri ?
    2. Bagaimana cara agar siswa mampu mengetahui makna sebuah puisi ?
    3. Bagaimana cara menggunakan alat peraga agar siswa terlibat aktif dalam pembelajaran ?
    4. Bahasa yang bagaimana yang digunakan masyarakat perkotaan dan masyrakat pedesaan ?
    5. Partikel apasajakah yang digunakan Masyrakat Banjar Kuala (Marabahan) dan Masyarakat Banjar Hulu (HST) ?
    6. Bagaimana komunikasi antara suku, daerah yang berbeda dengan bahasa yang berbeda pula ?

  22. KHALIDAH
    07/05/2010 pukul 3:14 am

    Nama:KHALIDAH
    NPM : 3060811518
    Jurusan : PBSID
    Semester : IV

    1. Bagaimana cara agar anak berminat dengan pelajaran bahasa Indonesia,
    terutama mengenai sastra puisi, pantun?
    2. Dalam penyampaikan pelajaran sastra, anak-anak kurang mengerti memahami bahasa
    yang kami gunakan, sedangkan kami menyampaikan bahasa Indonesia. Jadi dengan
    terpaksa kami menggunakan bahasa Indonesia sambil di terjemahkan ke bahasa
    Daerah. Bagaimana mengatasi masalah tersebut?
    3. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam mencari kesimpulan yang
    akurat dari sebuah penelitian?
    penelitian

  23. melly yani
    07/05/2010 pukul 3:49 am

    MELLY YANI
    NPM 300811516
    Masalah-masalah dalam ilmu Bahasa dan sastra
    1.Sulitnya menentukan pilihan kata / ketepatan kosa kata sastra.
    2.Banyak tidak mengenal Sastra daerah seperti :Lamut, Bemanda dan Madihin.
    3.Kurangnya minat orang – orang dalam membaca dan mengenal sastra.
    4.Tidak mengeal bentuk Gurindam.
    5.Sulitnya menentukan gagasan yang sesuai dengan bentuk dan teknis Penulisan serta susunannya.

  24. NURLINDA SARI
    07/05/2010 pukul 4:14 am

    NURLINDA SARI
    NPM 3060811487

  25. NURLINDA SARI
    07/05/2010 pukul 4:16 am

    NURLINDA SARI
    NPM 3060811487

    SASTRA DAN PERMASALAHANNYA

  26. NURLINDA SARI
    07/05/2010 pukul 4:39 am

    NURLINDA SARI
    NPM 3060811487

    SASTRA DAN PERMASALAHANNYA
    A. Pembelajaran Sastra
    1.Kebanyakan tenaga pendidik kurang menguasai sumber dan bahan pelajaran sastra sehingga kesulitan dalam mengajarkannya.
    2.Pengajar sulit dalam memilih metode yang sesuai dalam mengajar sastra.
    3.Kurangnya motifasi guru dan siswa dalam pembelajaran sastra.
    B. Kajian Sastra
    1.Sulitnya memahami isi dan maksud dari sebuah puisi, sehingga banyak orang yang tidak suka dengan puisi.
    2.Kebanyakan orang sulit menentukan gagasan yang sesuai dengan bentuk dan teknis penulisan serta sistematikanya.
    c. Sastra Banjar
    1.Sastra banjar kurang disosialisasikan sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya.
    2.Kurangya minat generasi muda untuk mempelajari sastra banjar.
    3.Penulisan bahasa banjar sangat sulit untuk diterapkan.

  27. NURLINDA SARI
    07/05/2010 pukul 4:42 am

    NURLINDA SARI
    NPM 3060811487

    SASTRA DAN PERMASALAHANNYA
    A. Pembelajaran Sastra
    1.Kebanyakan tenaga pendidik kurang menguasai sumber dan bahan pelajaran sastra sehingga kesulitan dalam mengajarkannya.
    2.Pengajar sulit dalam memilih metode yang sesuai dalam mengajar sastra.
    3.Kurangnya motifasi guru dan siswa dalam pembelajaran sastra.
    B. Kajian Sastra
    Sulitnya memahami isi dan maksud dari sebuah puisi, sehingga banyak orang yang tidak suka dengan puisi.
    C. Sastra Banjar
    1.Sastra banjar kurang disosialisasikan sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya.
    2.Kurangya minat generasi muda untuk mempelajari sastra banjar.
    3.Penulisan bahasa banjar sangat sulit untuk diterapkan.

  28. HJ. MISBAWATI
    07/05/2010 pukul 6:57 am

    HJ. MISBAWATI
    NPM 306081147

    PERMASALAHAN DALAM SASTRA
    1. Sulitnya memahami sastra
    2. Sedikitnya buku-buku tentang sastra yang beredar di masyarakat
    3. Kurangnya minat untuk mempelajari sastra
    4. Tidak banyak orang yang mengerti sastra
    5. Adanya anggapan oleh sebagian generasi muda bahwa sastra daerah itu tidak modern, ia cenderung menyukai kebudayaan barat
    6. Minimnya orang-orang yang mau meneliti masalah sastra
    7. Susahnya mencari narasumber untuk penelitian sastra
    8. Kurangnya sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan penelitian sastra
    9. Sulitnya mengajak masyarakat untuk mengembangkan atau memajukan sastra.

  29. PAUZI RAHMAN
    07/05/2010 pukul 7:20 am

    PAUZI RAHMAN
    NPM 3060811499

    Beberapa Masalah Dalam Sastra
    1.Permulaan sastra di Indonesia sampai saat ini masih belum pasti.Para ahli sastra berpendapat berbeda-beda, ada yang berpendapat sejak tanggal 20 mei 1908 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Ada juga yang berpendapat sejak tanggal 28 oktober 1928 yang bertepatan dengan ikrar Sumpah Pemuda, dan ada juga yang berpendapat sejak tanggal 18 Agustus 1945 yang bertepatan dengan disahkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
    2.Hingga saat ini penikmat sastra masih banyak dinikmati oleh penduduk kota dan sangat sedikit penduduk desa yang mengkonsumsinya, sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam penyebaran sastra di masyarakat.
    3.Makin banyaknya macam kesusastraan. Hal ini menimbulkan masalah, karena apakah dari bermacam-macam kesusastraan itu orang dapat mengenal jenis sastra itu.
    4.Ciri-ciri khas sastra selalu berubah-ubah dan tidak identik untuk segala masa dan segala tempat.
    5.Batas antara sastra dengan yang bukan sastra tidak mutlak, misalnya dalam ulasan surat kabar yang disajikan dengan bahasa sastra dan gaya sastra,sehingga batas antara sastra dan bukan sastra itu sering dikaburkan atau dirombak.

  30. HAPSAH
    07/05/2010 pukul 7:35 am

    Permasalahan Dalam Sastra:
    1. Keterbatsan waktu tatap muka yang tersedia ditambah lagi saratnya bahan/isi kurikulum.
    2. Kurangnya dukungan orang tua akan pembelajaran sastra.
    3. Dangkalnya pengetahuan guru terhadap sastra yang diajarkan.
    4. Kurangnya pendalaman presiasi sastra terhadap siswa.
    5. Pembelajaran sastra dianggap kurang penting dibanding pembelajaran teknologi dan industri.

  31. HAPSAH
    07/05/2010 pukul 7:38 am

    HAPSAH
    NPM:3060811476
    Permasalahan Dalam Sastra:
    1. Keterbatsan waktu tatap muka yang tersedia ditambah lagi saratnya bahan/isi kurikulum.
    2. Kurangnya dukungan orang tua akan pembelajaran sastra.
    3. Dangkalnya pengetahuan guru terhadap sastra yang diajarkan.
    4. Kurangnya pendalaman presiasi sastra terhadap siswa.
    5. Pembelajaran sastra dianggap kurang penting dibanding pembelajaran teknologi dan industri.

  32. FITRIANI
    07/05/2010 pukul 7:48 am

    NAMA: FITRIANI
    NPM : 3060811500
    Permasalahan Dalam Sastra:
    1. Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran sastra lama.
    2. kurang optimalnya pembelajaran sastra disekolah.

  33. SYARMIAH
    07/05/2010 pukul 7:52 am

    Nama : Syarmiah
    NPM : 3060811510
    Permasalahan Dalam sastra :
    1. Kurangnya kemampuan menerjemahkan makna yang terkandung dalam sastra.
    2. Penerapan sastra terhadap siswa.
    metode pengajaran sastra.
    4. Penilaian sastra dalam pengajaran.
    5. Solusi pengajaran sastra terhadap siswa.

  34. Rusmilawati
    07/05/2010 pukul 8:01 am

    Nama : Rusmilawati
    NPM :3060811505

    Permasalahan dalam Satra:
    1. Bahasa Banjar kurang dimengerti oleh orang banjar sendiri.
    2. seni kreatif tradisional dianggap ketinggalan zaman.
    3. Mantra dalam sastra banjar jarang dipakai pada masa sekarang.
    4. Kesusastraan mempengaruhi kehidupan masyarakat.
    5. Masa depan sastra Indonesia dengan sejumlah kemungkinan dan harapan.
    6. Kurang memahami konsep dasar sejarah sastra.
    7. Sastra banjar kurang diminati mahasiswa.
    8. Sulitnya mendefinisikan sastra Banjar.
    9. Tingkat perekonomian mempengaruhi perkembangan sastra Indonesia.
    10.Minimnya Ilmu Pengetahuan sastra.

  35. Rusmilawati
    07/05/2010 pukul 8:05 am

    Nama : Syarmiah
    NPM : 3060811510
    Permasalahan Dalam sastra :
    1. Kurangnya kemampuan menerjemahkan makna yang terkandung dalam sastra.
    2. Penerapan sastra terhadap siswa.
    3. metode pengajaran sastra.
    4. Penilaian sastra dalam pengajaran.
    5. Solusi pengajaran sastra terhadap siswa.

  36. Syarmiah
    07/05/2010 pukul 8:11 am

    Nama : Syarmiah
    NPM : 3060811510

    Permasalahan Dalam satra :
    1. Kurangnya kemampuan menerjemahkan makna yang terkandung dalam sastra.
    2. Penerapan sastra terhadap siswa.
    3. Metode pengajaran sastra.
    4. Penilaian sastra dalam pengajaran.
    5. Solusi pengajaran sastra terhadap siswa

  37. Norliati
    07/05/2010 pukul 8:28 am

    NAMA : NORLIATI
    NPM : 3060811486
    Permasalahan Dalam satra :
    1.Dalam memahami unsur-unsur/makna bahasa dalam suatu karya sastra.
    2.Mengetahui hubungan harmonisasi antara sastrawan dan karya sastra.
    3.Menikmati keindahan pada suatu karya sastra.
    4.Mengetahui kebenaran (relevan) kondisi kejiwaan sastrawan dengan hasil karyanya secara konkret.
    5.Memahami ciri-ciri khas sastra secara jelas.
    6.Mengungkapkan angan/pengalaman jiwa dengan bahasa yang menarik perhatian pembaca.
    7.Kurangnya perhatian (penghargaan) terhadap hasil karya sastra para sastrawan.
    8.Mendefinisikan pengertian sastra banjar.
    9.Menumbuhkan motivasi dan minat terhadap sastra.
    10.Menarik kesimpulan (kesan dan pesan)suatu karya sastra

  38. Nelly Andriani
    07/05/2010 pukul 8:51 am

    NAMA : NELLY ANDRIANI
    NPM : 3060811517
    Jurusan : PBSID Transfer

    1.Dalam mengajar ada pelajaran membuat puisi.Anak didik diperintahkan membuat puisi,sedangkan kita sebagai pengajar tidak bisa membuat puisi.
    2.Kurangnya bahan ajar pelajaran sastra.
    3.Mencari keindahan dalam sastra.
    4.Mahalnya harga buku – buku tentang sastra.
    5.Memperjelas makna sajak.

  39. Miftahul farid
    07/05/2010 pukul 12:20 pm

    NAMA :MIFTAHUL FARID
    NPM :3060811482
    jurusan :PBSID Transfer

    1.sarana pendukung dalam pengetahuan sastra kurang memadai contohnya buku paket.
    2.kurangnya pengetahuan tenaga pengajar dalam masalah sastra sehingga kesulitan
    dalam mengajarkan sastra.
    3.guru kurangnya memotivasi dalam mengajarkan sastra disekolah.
    4.sastra berkaitan dengan kebudayaan indonesia.
    5.sastra memiliki peradaban dari sastra lama dan sastra baru.

  40. Abdul Wahab
    07/05/2010 pukul 1:10 pm

    Nama : Abdul Wahab
    NPM : 3060811475
    Jurusan : PBSID
    Kelas : G Balangan Sem. IVB

    -Seberapa besar anak-anak Balangan mengenal Madihin

    -Berapa anak SMP dan SMA di Balangan yang mengenal dan pernah menyaksikan Mamanda?

    -Apakah mahasiswa PBSID di Balangan bisa menganalisis puisi?

    -Model menulis puisi yang bagaimana yang paling dikuasai mahasiswa PBSID Balangan!

    -Fiksi serius atau Fiksi populer, mana yang lebih digemari anak-anak SMU!

  41. SYAMSUDINNOR
    08/05/2010 pukul 2:51 am

    NAMA : SYAMSUDINNOR
    NPM : 3060811509
    JURUSAN : PBSID
    Kelas : G Balangan Sem.IVB

    Masalah-Masalah Dalam Sastra
    1.Kurangnya minat dan keinginan untuk mengetahui atau mendalami tentang sastra dalam masyarakat Indonesia,khususnya masyarakat Kalimantan Selatan.
    2.Tidak begitu seriusnya dalam pengembangan dan pelestarian sebuah karya sastra di Kalimantan Selatan.
    3.Dalam pemahaman teori tentang sastra memang agak mudah.Akan tetapi,dalam hal pembuatan dan menghasilkan suatu jenis karya sastra memang sangat sulit.Misalnya Novel dan Cerpen.
    4.Mahasiswa pun juga banyak yang menganggap kalau membuat suatu bentuk karya sastra itu tidak mudah,memang dalam pemahaman teori mudah dipahami.
    Masalah-Masalah Dalam Pengajaran Sastra
    1.Kurangnya pemahaman guru terhadap karya sastra,sehingga dalam pembelajaran sastra mengalami kendala.
    2.Siswa SMU Haruyan tidak pandai dalam membuat puisi dan pantun serta cerpen.
    3.Tidak adanya perhatian yang serius terhadap karya sastra di sekolah-sekolah,khususnya di sekolah tingkat dasar.
    4.Ketidak cermatan dan tidak tepatnya dalam penggunaan metode pada saat mengajarkan atau pada pembelajaran sastra.
    5.Terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana dalam hal penunjang dalam pembelajaran sastra.

  42. Misriyadi
    08/05/2010 pukul 3:13 am

    Nama : Misriyadi
    NPM : 3060811483
    Jurusan : PBSID
    Kelas : G Balangan Sem. IVB

    Beberapa masalah dalam melakukan , antara lain:
    1. Dalam merasakan adanya masalah
    2. Dalam mengidentifikasi masalah
    3. Dalam menganalisis masalah
    4. Dalam memilih dan merumuskan masalah

  43. Misriyadi
    08/05/2010 pukul 3:40 am

    Nama : Misriyadi
    NPM : 3060811483
    Jurusan : PBSID
    Kelas : G Balangan Sem. IVB

    Beberapa masalah yang bisa terjadi dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas , antara lain:
    A. Dalam Merasakan Adanya Masalah
    Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar kita seringkali menghadapi berbagai masalah. Namun kita tidak selalu menyadari hal itu sebagai masalah yang perlu dicarikan pemecahannya. Oleh karena itu kita perlu menumbuhkan kepekaan terhadap adanya permasalahan pembelajaran. Sikap peka dan kemauan memecahkan masalah sangat diperlukan untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pembelajan.
    B. Dalam Mengidentifikasi Masalah
    Pada tahap ini kita sering bingung masalah mana yang layak dipecahkan terlebih dahulu.
    C. Dalam Menganalisis Masalah
    Dalam menganalisis masalah sering kita temukan permasalahan tentang metode apa yang akan digunakan dalam menganalisis masalah tersebut.
    D. Dalam Memilih dan Merumuskan Masalah
    Dari aspek substansi perumusan masalah perlu dipertimbangkan bobot atau manfaat tindakan yang dipilih.
    Dari aspek formulasi, masalah dapat dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
    Dari aspek teknis, dipertimbangkan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian tersebut.
    Dari ketiga aspek ini manakah yang harus lebih diutamakan dalam melakukan penelitian?

  44. Misriyadi
    08/05/2010 pukul 3:54 am

    Nama : Misriyadi
    NPM : 3060811483
    Jurusan: PBSID
    Kelas : G Balangan Sem. IVB

    Beberapa masalah dalam melakukan , antara lain:
    A. Dalam merasakan adanya masalah
    B. Dalam mengidentifikasi masalah
    C. Dalam menganalisis masalah
    D. Dalam memilih dan merumuskan masalah

  45. RUMILLA NPM : (3060811504)
    11/05/2010 pukul 12:47 pm

    Masalah-masalah dalam sastra :
    1. Kurangnya minat baca anak-anak SDN Telaga sari kab.HSU terhadap buku sastra yang tidak bergambar.
    2. Sudah jarangnya di Amuntai orang-orang yang mengadakan acara madihin dalam acara perkawinan.
    3. Kurang percayanya masyarakat zaman sekarang khususnya di Kab.HSU terhadap bacaan-bacaan mantra dalam pengobatan.
    4. Sudah jarang diadakan acara papadahan dalam acara pengiring pengantar pertalian.
    5. Kurangnya pengetahuan anak-anak terhadap sastra banjar yang berupa cerita-cerita rakyat.

  46. M.Alfian Malkan
    11/05/2010 pukul 3:05 pm

    Nama : M.Alfian Malkan
    NPM : 3060811480

    1. KEMAMPUAN SISWA KELAS IV SD NEGERI GUNUNG MANAU KECAMATAN BATU MANDI KABUPATEN BALANGAN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 DALAM PENULISAN PANTUN.
    2. INTERFERENSI BAHASA BANJAR TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM BERKOMUNIKASI OLEH SISWA SD NEGERI GUNUNG MANAU KECAMATAN BATU MANDI KABUPATEN BALANGAN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

  47. Yuli
    11/05/2010 pukul 3:23 pm

    1. KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI KEBAHASAAN SASTRA DALAM BENTUK PERBANDINGAN PADA SISWA KELAS VI SD.
    2. KEMAMPUAN SISWA KELAS V SD DALAM MENULIS PROSA ARGUMENTASI

  48. Yuli
    11/05/2010 pukul 3:25 pm

    NAMA : YULI
    NPM : 3060811512

    1. KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI KEBAHASAAN SASTRA DALAM BENTUK PERBANDINGAN PADA SISWA KELAS VI SD.
    2. KEMAMPUAN SISWA KELAS V SD DALAM MENULIS PROSA ARGUMENTASI

  49. Abdul Wahab (3060811475)
    16/05/2010 pukul 5:27 am

    1. apakah mahasiswa PBSID di Balangan bisa meng analisis puisi?

    2. Model menulis puisi yang bagaimana yang paling dikuasai mahasiswa PBSID Balangan!

    3. Fiksi serius atau Fiksi populer, mana yang lebih digemari anak SMU

  50. NINGSIH ( NPM : 3060811484 )
    19/05/2010 pukul 8:55 am

    2. Bagaimana melestarikan syair maulid Habsyi di desa Hujan Mas.

    2. Bagaimana memudahkan anak dalam membaca puisi DI SDN Hujan Amas 2.

  51. I PATIMAH ( 3060811520 )
    19/05/2010 pukul 9:16 am

    NAMA : IPATIMAH
    NPM : 3060811520

    1. Bagaimana Struktur Kesenian Madihin dalam suatu Pergelaran.

    2. Bagaimana mengukur kemampuan menulis puisi dengan cara bercerita dalam bentuk puisi pada murid kelas 5 Di SDN PIMPNG Kec, Lampihong Kab, Balangan.

    3. Bagaimana mengukur kemampuan membaca puisi dengan menggunakan askes permodelan pada murid kelas V SDN PIMPING Kec, Lampihong Kab, Balangan.

  52. NORHALIDAH ( NPM: 306081151)
    19/05/2010 pukul 9:32 am

    NAMA : NORHALIDAH
    NPM : 306081151

    1. Meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SDN Pamurus Kec, Juai Kab. Balangan.

    2. Karakter masyarakat Banjar dari kumpulan cerpen Galuh Sakindit KISDAP BANJAR.

    3. Struktur dan nilai budaya Sastra Banjar Japin Cerita ( Naskah Pementasan Teater awan )

    4. Kemampuan menulis Pantun siswa kelas IV SDN Pamurus Kec, Juai Kab. BALANGAN

  53. NINGSIH ( NPM : 3060811484 )
    19/05/2010 pukul 9:38 am

    3. Cara membedakan jenis pantun untuk Murid SDN Hujan Amas 2

  54. melly yani
    19/05/2010 pukul 4:01 pm

    Nama : Melly Yani
    NPM : 3060811516
    Syair Petani Gula Merah.
    kalau mau menuai gula merah atau yang biasa disebut gula aren harus menggunakan syair yang dilantunkan khusus untuk menuai gula merah tersebut.Konon ceritanya kalau tidak dibawakan syair tersebut hasilnya akan lebih sedikit bahkan hampir tidak ada air yang dikeluarkan dari pohon Hanau itu.Dan untuk memanjat pohon tersebut ada mantra yang dibaca supaya jika terkena getahnya(timbatu)tidak menyebabkan gatal-gatal pada tubuh.

  55. LAILATUL AKMALIAH(NPM : 3060811 479
    19/05/2010 pukul 10:39 pm

    NAMA : LAILATUL AKMALIAH
    NPM : 3060811479
    JURUSAN : PBSID
    SEMESTER : IV B
    PERMASALAHAN

    1. Banyak guru bahasa dan sastra yang kurang menyinggung apalagi membelajarkan
    Sastra daerah kalimantan Selatan kepada siswa..

    2. Guru Bahasa di Sekolah sangat kurang memperkenalkan sastrawan Kalimantan
    selatan kepada siswa.

    3. Kurangnya pengetahuan siswa tentang Nilai-nilai Moral Yang Terkandung Dalam
    Pantun Bahasa Banjar pada MTsN 2 Birayang Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

  56. emelia mayasari
    20/05/2010 pukul 3:06 am

    NAMA : Emelia Mayasari
    NPM : 3060811477
    JURUSAN : PBSID
    SEMESTER: IVB

    MERUMUSKAN MASALAH SASTRA

    1. Membaca puisi merupakan yang sulit bagi siswa kelas VII SMP NEGERI 1 barabai . mereka tidak membacakan puisi didepan kelas . masalahnya bagaimana agar siswa berani membacakan puisi di depan kelas ?

    2. Kesenian drama yang dipentaskan disekolahan lanjuatan seperti SMP / SMA dan
    Yang sederajat masih jauh dari yang kita harapkan . pada acara tertentu misalnya
    Perpisahan, mereka lebih banyak mengisi acara dengan hiburan musik band dari pada pementasan drama . mengapa demikian ? Apakah para guru yang kurang
    Perhatian terhadapseni sastra tersebut ?

    2. Banyak dari kalangan mahasiswa khususnya jurusan sastra yang tidak berminat
    Mambuat karya sastra seperti cerpen . bahkan malas membaca cerita ceritafiksi tersebut . Masalahnya , motivasi apa yang dapat menumbuhkanminat mahasiswa
    Dalam membaca cerita fiksi dan mendorong minat mahasiswa membuat karya sastra seperti cerpen ?

    3. Bermalas pantun merupakan kegiatan yang sangat mengasyikan , bahkan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran . tujuan agar belajar sastra itu tidak membosankan , namun , hal itu menuntut kreatifitas para guru sastra.
    Masalahnya , bagaimana menjadi guru sastra yang kreatif dalam melaksanakan pembelajaran ?

    5. Perhatian masyarakat kita terhadap novel pada masa sekarang ini mulai menurun. Karena masyarakat lebih mengharapkan novel tersebut ditayangkan dalam sebuah film . mereka lebih memilih menonton dari pada membaca novel yang tebal , mengapa demikian ? masalahnya , bagaimana meningkat minat baca masyarakat terhadap novel meskipun novel tersebut ditayangkan sebuah film ?

  57. RAHMADANI
    20/05/2010 pukul 4:41 am

    Nama : Rahmadani
    NPM

  58. RAHMADANI
    20/05/2010 pukul 4:47 am

    Nama : Rahmadani
    NPM : 3060811501
    1. Berkurangnya kegiatan syair-syair habsy di desa
    2. Siswa kurang mampu menulis sebuah cerpen
    3. Kurang berminatnya anak dalam mengetahui dan mempelajari cerpen (kisdap Banjar)

  59. PANSYAH
    20/05/2010 pukul 5:06 am

    nama : Pansyah
    NPM : 3060811488
    1.Di masyarakat orang-orang lebih suka menonton sinetron di televisi dibandingkan dengan membaca langsung isi novel atau pun cerpen
    2. Siswa seringkali mengeluh dalam pembuatan puisi khususnya jenis akrostik

  60. M.Khairi Rahman
    20/05/2010 pukul 6:50 am

    Nama : M.Khairi Rahman
    NPM : 3060811513

    Keterampilan Siswa Kelas VIII MTs Raudhatul Jinan Juai dalam menulis naskah drama.

  61. maslian
    20/05/2010 pukul 12:40 pm

    Nama : Maslian
    NPM : 3060811481

    1.Kebiasaan sebagian masyarakat di desa Hapulang membaca pikaras / mantra banjar dalam menyadap aren.
    2.Sebagian masyarakat desa Haruyan melakukan kariau untuk memanggil anak, memanggil kekasih hati.
    3.Baturai pantun mengiringi acara perkawinan dalam baantaran penglarang di daerah Barabai.

  62. maslian
    20/05/2010 pukul 12:52 pm

    NAMA : Saliha
    NPM : 3060811506

    1.Cara meningkatkan minat baca masyarakat terhadap sastra dan bagaimana agar bisa mengambil hikmahnya untuk di jadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
    2.Perbandingan minat siswa kelas 5 dan 6 terhadap pelajaran sastra di sekolah dasar.

  63. Saliha
    20/05/2010 pukul 1:15 pm

    NAMA : Saliha
    NPM : 3060811506

    1.Cara meningkatkan minat baca masyarakat terhadap sastra dan bagaimana agar bisa mengambil hikmahnya untuk di jadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
    2.Perbandingan minat siswa kelas 5 dan 6 terhadap pelajaran sastra di sekolah dasar.

  64. Yahya
    21/05/2010 pukul 2:10 am

    Nama :Abdul HAdi
    NPM : 3060811474

    1. Studi perbandingan minat peserta didik program paket C Braijaya kec. Halong terhadap cerpen dan puisi pada mata pelajaran Sastra Indonesia kelas XI

    2.Meningkatkan pemahaman peserta didik program paket C Braijaya Kec. Halong kelas XI pada materi cerpen danpuisi melalui kegiatan membaca kritis.

  65. Pauzi Rahman
    21/05/2010 pukul 6:42 am

    Nama :Pauzi Rahman
    NPM : 3060811499

    Guru Bahasa Indonesia Menghindar Dari Pembelajaran Sastra Pertunjukan.

  66. FITRIANI
    21/05/2010 pukul 7:40 am

    Nama : FITRIANI
    NPM : 3060811500

    1.Kurangnya minat baca siswa terhadap buku buku sastra di kelas VII SMPN 1 LAMPIHONG
    2.Kurang optimalnya pengajaran sastra di SDN LOKHAMAWANG Kec. Lampihong.

  67. HAPSAH
    21/05/2010 pukul 7:45 am

    Nama: HAPSAH
    NPM: 3060811476

    1. Mamanda dalam sstra Banjar jarang dipakai pada masa sekarang.
    2. Lamut dalam sastra Banjar jarang dipakai pada masa sekarang.

  68. SRI AGUSTINA
    21/05/2010 pukul 7:47 am

    NAMA : SRI AGUSTINA
    NPM : 3060811507

    1. Siswa kurang bisa atau tidak terlatih dalam membacakan puisi.
    2. Siswa kurang bisa atau tidak terlatih dalam membacakan naskah drama.

  69. NORLIATI
    21/05/2010 pukul 7:51 am

    Nama : NORLIATI
    NPM : 3060811486

    1. Penerapan model kooperatif tipe belajar bersama dalam meningkatkan keterampilan berbicara murid kelas V SD Negeri Juai Kab. Balangan
    2. Meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan teknik Akrostik siswa kelas V SD Negeri JUAI Kab. Balangan.

  70. SYARMIAH
    21/05/2010 pukul 8:01 am

    NAMA : SYARMIAH
    NPM : 3060811510

    1.Siswa kurang berminat dalam membaca cerpen.
    2.Siswa kurang terlatih dalam memerankan naskah drama.

  71. SUGIANA
    21/05/2010 pukul 8:07 am

    NAMA : SUGIANA
    NPM :3060811508

    Guru tidak kreatif dalam mengajar sastra dan bagaimana cara agar hal itu bisa di atasi.

  72. NURLINDA SARI
    21/05/2010 pukul 9:53 am

    NAMA : NURLINDA SARI
    NPM : 3060811487

    1. Pantun Banjar jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat di Kecamatan Pandawan.

    2. Kesulitan pembaca dalam memahami unsur-unsur sastra pada sastra klasik.

  73. RINI HARTATI
    21/05/2010 pukul 10:56 am

    1.Seni dan sastra bawayang di tengah himpitan arus modernisasi.
    Saat ini kesenian dan sastra bawayang sangat jarang kita temui,walaupun ada itupun
    di acara-acara tertentu seperti acara perkawinan.Padahal dalam bawayang terkandung
    banyak makna tentang kehidupan yang terangkum dalam cerita dan tokoh dan lakonnya.
    2.Minimnya kesadaran guru dan murid SMPN 1 BAT Di BATU TANGGA menggunakan bahasa dan
    sastra Indonesia dalam proses belajar mengajar.

  74. RINI HARTATI
    21/05/2010 pukul 11:02 am

    NAMA:RINI HARTATI
    NPM :3060811503

    1.Seni dan sastra bawayang di tengah himpitan arus modernisasi.

    Saat ini kesenian dan sastra bawayang sangat jarang kita temui,walaupun ada itupun
    di acara-acara tertentu seperti acara perkawinan.Padahal dalam bawayang terkandung
    banyak makna tentang kehidupan yang terangkum dalam cerita dan tokoh dan lakonnya.

    2.Minimnya kesadaran guru dan murid SMPN 1 BAT Di BATU TANGGA menggunakan bahasa dan
    sastra Indonesia dalam proses belajar mengajar.

  75. MISRIYADI
    03/06/2010 pukul 7:54 am

    NAMA:MISRIYADI
    NPM :3060811483

    1.Kurangnya kemampuan siswa dalam memahami/mengungkapkan makna peribahasa kelas IV di SD.
    2.Kurangnya minat masyarakat dalam melestarikan seni maulid Al-Habsyi di desa Timbun Tulang.

  76. SYAMSUDINNOR
    12/06/2010 pukul 2:12 am

    NAMA :SYAMSUDINNOR
    NPM :3060811509
    JURUSAN PBSID Transfer

    1.Perkembangan wayang di Desa Pantai Hambawang
    2.Sejauhmana penggunaan kurikulum pengajaran sastra di MIS NU Haruyan
    3.Analisis Tema dan Latar dalam kumpulan cerpen
    4.Analisis sebuah Naskah Drama
    5.Perkembangan Madihin di Desa Barikin

  77. ningsih (NPM 3060811484)
    26/06/2010 pukul 4:42 am

    MENINGKATKANKEMAPUAN MEMBACA PUISI DENGAN METODE DEMONSTRASI DI SISWA KELAS V SDN HUJAN AMAS 2 KECAMATA PARINGIN KABUPATEN BALANGAN

    PROPOSAL SEMINAR

    Oleh :
    NINGSIH
    NPM 30660811484

    PROGRAM STUDI BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
    SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
    PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
    (STKIP – PGRI) BANJARMASIN
    2010

    Judul Tentatif
    MENINGKATKAN PEMAMPUAN MEMBACA PUISI DENGAN METODE DEMONSTRASI DI SISWA KELAS V SDN HUJAN AMAS 2 KECAMATAN PARINGIN KABUPATEN BALANGAN

    A. Latar Belakang Masalah
    Secara khusus pengajaran Bahasa Indonesia dewasa ini, di Sekolah Dasar (SD) masih belum bisa dikatakan bahwa hasilnya sudah cukup menggembirakan. Hal tersebut berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan siswa dalam berkomunikasi baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
    Materi pembelajaran Bahasa Indonesia sangat luas dan komplek apabila guru kurang terampil dan jeli terhadap kurikulum yang begitu banyak, tidak akan selesai sesuai dengan kegiatan belajar mengajar yang telah direncanakan. Pembelajarn Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang paling banyak aspek-aspeknya dan juga paling sulit dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Di dalam pengajaran Bahasa Indonesia, ketrampilan membaca merupakan aspek yang paling sulit dibandingkan aspek-aspek yang lainnya. Dalam hal ini berbagai bentuk ketrampilan berbahasa dan jenis-jenisnya yang bisa siswa baca misalnya, buku pelajaran dan buku-buku paket dari berbagai macam mata pelajaran. Namun lain daripada itu, siswa juga bisa membaca hasil karya sastra yang digemari para siswa yang salah satunya adalah membaca puisi. Sebelum menggolongkan jenis-jenis puisi, guru bisa memberikan contoh atau penjelasan tentang puisi agar para siswa mengerti dan mampu mengapresiasikannya. Membaca puisi selain menambah ketrampilan dalam berbahasa juga mendapatkan keindahan dan berekspresi sesuai dengan isi puisi tersebut
    Berdasarkan pengamatan di kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, hasil belajar siswa pada materi membaca puisi sangat rendah, yaitu ketuntasan individual, rata-rata kurang dari 60. Hal ini terjadi karena dalam penyanmpaian materi, guru kurang melibatka siswa dalam pembelajaran. Siswa hanya duduk pasif menerima informasi dan melihat yang dicontohkan oleh guru.
    Berdasarkan kondisi ini, perlu diterapkan suatu sistem pembelajaran yang melibatkan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu usaha untuk menimbulkan keaktifan siswa di dalam proses belajara mengajar yaitu dengan menerapkan metode-metode pembelajaran yang melibatkan siswa. Banyak sekali metode-metode pembelajaran yang dapat merangsang keaktifan siswa. Dan salah metode pembelajaran yang dimaksud adalah motode demontrasi.
    Berdasarkan konsep pemikiran tersebtut di atas, peneliti perlu melakukan tentang ”Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi dengan Mengguanakan Metode Demonstrasi di Siswa Kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan.”

    B. Rumusan Masalah
    Berdasarkan paparan latar belakang di atas, dalam penelitian ini ada berbagai masalah yang dapat diteliti. Oleh karena itu, untuk menjalankan penelitian ini perlu kiranya dibatasi masalah yang diteliti, dan dapat dirumuskan sebagai berikut.
    1. Bagaimana kemampuan membaca puisi dengan menggunakan metode demonstrasi pada siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan?
    2. Bagimana motivasi membaca puisi dengan menggunakan metode demonstrasi di siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan?

    C. Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
    1. Mendeskripsikan kemampuan membaca puisi dengan menggunakan metode demontrasi di siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecanatan Paringin Kabupaten Balangan.
    2. Penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan membaca puisi secara optimal di siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan.

    D. Manfaat Penelitian
    1. Secara Teoritis
    Hasil penelitian ini diharapkan mampu menambaha wawasan tentang cara membaca puisi dengan menggunakan metode demonstrasi bagi siswa dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
    2. Secara Praktis
    Hasil kajian ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam memilih bahan pengajaran sastra di Sekolah Dasar dengan mempertimbangkan waktu yang cukup. Dan dijadikan sebagai suatu gambaran atau contoh untuk membaca puisi dengan memggunakan metode demonstrasi.

    E. Kajian Pustaka
    1. Pengertian Belajar
    Menurut Slameto (1995) belajar adalah proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan sesama. Sedangkan menurut Sardiman (2007:22) mengatakan bahwa belajar sebagai suatu proses interaksi antara diri manusia (id-ego-super) dengan lingkungannya.
    Berdasarkan beberapa definisi belajar di atas, maka dapat disimpulkan definisi belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang dialami individu dalam berinteraksi dengan lingkingannya. Perubahan yang terjadi dapat berupa perubahan-perubahan kebiasaan (habit), kecakapan-kecakapan, atau dalam ketiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.

    2. Pengertia Puisi
    Dalam kamus istialah sastra dikatakan puisi adalah ”gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditatasecara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penetaan bunyi, irama, dan makna khusus ” (Zaidan, dkk.,2004:159-160).
    3. Cara Membaca yang Baik
    `Sewaktu membaca hendaknya sekali-kali memejamkan mata atau melihat ke arah yang jauh.
    Cahaya penerangan yang cukup kuat hendaknya datang dari belakang pembaca.
    Pada halaman buku tidak terdapat bayangan.
    Buku dipegang tangan, tidak terletak dipermukaan meja.
    Jarak dari buku sekitar 25-30 cm
    Membaca hendaknya dilakukan di atas meja, tidak di tempatbtidur.
    Setuap membaca 1 – 2 jam, istirahatlah 5 – 10 menit, lalu dapat dimulai lagi.
    (Wursanto, 1990:131).
    Dari kutipan di atas, sesuatu yang dikatakan puisi setidak-tidaknya ada beberapa syarat, yaitu berupa gubahan dalam bahasa memiliki bentuk, bunyi, irama, dan makna khusus. Akan tetapi yang terpenting gubahan itu dapat mempertajam kesadaran seseorang akan pengalaman dan membangakitkan tanggapan khusus.
    Dengan demikian, dapat pula dikatakan bahwa puisi itu bukan memberikan petunjuk atau informasi, melainkan memberikan gambaran yang dapat mempertajam kesadaran orang dan dapat membangkitkan tanggapan orang atas apa yang dibaanya (puisi).
    4. Beberapa Jenis Puisi
    Ada beberapa jenis puisi di antaranya:
    1. Puisi Berpola
    Puisi berpola yaitu ” puisi yang pengaturan lariknya membentuk gambar tertentu disesuaikan dengan judul, tema, dan pesannya. Larik puisi dapat berupa sepatahk kata atau beberapa kata mendukung gagasan tertentu” (Zaidan, dkk.,2004:160).
    2. Puisi Dramatik
    Puisi dramatik yaitu ”puisi yang memilki persyaratan dramatik yang menekankan yikaian emosional atau situasi yang tegang” (Zaidan, dkk., 2004:161).
    3. Puisi Epik
    Puisi epik atau wiracarita yaitu ”puisi kisahan panjang tentang perbuatan kesatria dan pahlawan berisi cerita kepahlawanan yang menggabungkan mitos, legenda, cerita rakyat, dan sejarah” (Zaidan, dkk., 2004:218).

    4. Puisi Hermetis
    Puisi hermetis yaitu ”puisi yang merupakan ekspresi perseorangan dan bersifat curahan persaan. Isi puisi sukar ditangkap karena lebih banyak mengandung majas bahasa dan lambang pribadi penyair” (Zaidan, dkk., 2004:1610.
    5. Puisi Imajis
    Puisi Imajis yaitu ” puisi yang memperlihatkan cahay benderang garis-garis batas yang tegas (Zaidan,2009:18).
    6. Puisi Kanak-Kanak
    Puisi kanak-kanak yaitu puisi yang diciptaka khusus untuk kana- kanak, baik oleh anak-anak sendiri maupaunorang dewasa (Zaidan, dkk.,2004:161).
    7. Puisi Keluhan
    Puisi keluhan yaitu ” puisi yang menampakkan penderitaan pembicara karena ketidak setiaan seorang kekasih, kedaan duniayang merisaukan, ketidak bahagiaan, dan senagainya” (Zaidan, dkk.,2004161-162)
    8. Puisi Lirik
    Puisi lirik yaiti ”puisi curahan perasaan, pribadi terutama lukisan perasaan” (Zaidan, dkk.,2004:120).
    9. Puisi Mantra
    Puisi mantra yaitu ”puisi yang mengikuti pola mantra” (Zaidan,dkk.,2004:162).2004:162).
    10. Puisi Mbeling
    Puisi mbeling yaitu ” sejanis puisi ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang; puisi main-main” (Zaida, dkk.,2004162).
    11. Puisi Metafisik
    Puisi metafisik yaitu ” puisi yang mengungkapkan renungan dengan analogi antara makrokosmos dan mikrokosmos melalui bahasa sehari-hari, pengungkapannya mendalam dengan kelenturan ritme serta tema yang kompleks, baik suci maupun profan; ragam puisi ini penuh dengan paradoks, argumen yang dialektis, dan humor yang tuntas” (Zaida, dkk., 2004:162-163).
    12. Puisi Pastoral
    Puisi pastoral yaitu ” puisi yang menggambarkan kehidupan pedesaan yang tenang dan tenteran” (Zaidan, dkk., 2004163).
    13. Puisi Sufi
    Puisi sufi yaitu ”pusi yang ditulis oleh penganut paham tasawuf; puisi yang mengandung nilai-nilai tasawuf, pengalaman tasawuf, biasanya mengungkapkan kerinduan penyairnya akan Tuhan, hakikat hubungan makhluk dan khalik, dan segala perilaku yang tergolong dalam pangalaman religius” (azaidan, dkk., 2004: 164).
    5. Aspek Kebahasaan Puisi
     Bunyi
     Rima
     Kata
     Pemajasan
     Pencitraan

    6. Metode Demonstrasi
    Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih terkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Siswa juda dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung

    F. Metode Penelitian
    1. Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian
    Penelitian ini dilaksanakan di SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan. Waktu pelaksanaan penelitian pada semester genap berlangsung pada bulan Mei-Juni 2010.
    2. Metode yang Digunakan
    Metode penelitianini adalah merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam Penelitian Tindakan Kelas ini dengan menerapkan metode pembelajaran Demonstrasi. Peneliti terlibat langsung di dalam proses penelitian sejak awal sampai dengan hasil penelitian yang berupa laporan. Secara rinci prosedur penelitian tindakan kelas untuk setiap pelaksanaan dapat dijabarkan sebagai berikut.

    a. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus I
    Siklus I dengan 2 kali pertemuan dengan waktu 4 x 35 menit untuk materi membaca puisi. Penelitian ini melalui empat tahap PTK, yaitu:
    1. Rencana Tindakan
    Sebelum dilaksanakan penelitian perlu dilakukan berbagai persiapan hingga semua komponen yang direncanakan dapat dikelola dengan baik. Langkah-langkah persiapan yang perlu ditempuh adalah:
    2 .Membuat rencana atau skenario pembelajaran siklus I dengan menggunakan metode Demonstrasi yang berisi langkah-langkah yang dilakukan guru dan bentuk kegiatan yang dilakukan siswa;
    3. Mempersiapkan instrumen pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat yaitu LKS;
    4. Menyusun instrumen penelitian berupa tes (tes hasil belajar), format observasi perilaku guru dan siswa dalam proses belajar mengajar,
    a. Pelaksanaan Tindakan
    Dalam pelaksanaan tindakan dilakukan kegiatan sebagai berikut.
    (a) Memberikan pretes siklus I kepada siswa sebelum dilaksanakan pembelajaran;
    (b) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dalam kegiatan ini dilakukan dengan mengkaji konsep sesuai tuntutan kurikulum melalui penggunaan metode Demonstrasi; dan
    (c) Melaksanakan pos tes siklus I
    b. Observasi Tindakan
    Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan yaitu upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan pada materi membaca puisi dengan metode Demonstrasi dengan penggunaan lembar observasi meliputi aktivitas guru dan siswa, efektivitas penggunaan sumber belajar, hambatan dan kesulitan guru dan siswa.
    c. Tahap Refleksi
    Tahap refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa saja yang sudah dilakukan sebagai pertimbangan untuk memasuki siklus II.
    b. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus II
    Siklus I dengan 2 kali pertemuan dengan waktu 4 x 35 menit untuk materi membaca puisi disertai mimik
    1. Rencana Tindakan
    (a) Membuat rencana atau skenario pembelajaran siklus II dengan menggunakan metode Demonstrasi yang berisi langkah-langkah yang dilakukan guru dan bentuk kegiatan yang dilakukan siswa;
    (b) Mempersiapkan LKS dengan mengacu pada metode Demonstrasi;
    (c) Menyusun instrumen penelitian berupa tes (tes hasil belajar), format observasi perilaku guru dan siswa dalam proses belajar mengajar dan angket siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan,
    2. Pelaksanaan Tindakan
    Dalam pelaksanaan tindakan dilakukan kegiatan sebagai berikut.
    (a) Memberikan pretes siklus II kepada siswa sebelum dilaksanakan pembelajaran;
    (b) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dalam kegiatan ini dilakukan dengan mengkaji konsep sesuai tuntutan kurikulum melalui penggunaan metode Demonstrasi; dan
    (c) Melaksanakan pos tes siklus II
    3. Observasi Tindakan
    Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan yaitu upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan pada materi membaca puisi dengan metode Demonstrasi dengan penggunaan lembar observasi meliputi aktivitas guru dan siswa, efektivitas penggunaan sumber belajar, hambatan dan kesulitan guru dan siswa.
    4. Tahap Refleksi
    Berdasarkan hasil belajar siswa, observasi, dan evaluasi terhadap jurnal harian dengan menggunakan instrumen dan hasil tes, maka ditemukan hal-hal yang menjadi pertimbangan untuk memperbaiki pada tindakan berikutnya, yaitu:
    (a) Hasil belajar siswa secara individual < 60 atau ketuntasan belajar secara klasikal kurang 85% (KKM Bahasa Indonesi SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan Tahun 2009/2010), maka dilakukan perbaikan atau remedial.
    (b) Masih ditemukan hambatan atau kesulitan yang dialami siswa dan guru (peneliti) pada lembar hasil observasi pada saat pelaksanaan tindakan.
    b. Instrumen Penelitian
    Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
    1) Lembar observasi guru dalam pembelajaran membaca puisi dengan menggunakan metode Demonstrasi.
    2) Lembar observasi siswa dalam pembelajaran membaca puisi dengan menggunakan metode Demonstrasi.
    3) Angket siswa terhadap kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran tentang membaca puisi dengan menggunakan metode Demonstrasi.
    4) Soal pre test dan post tes pada siklus I serta soal pre test dan post test pada siklus II.
    d. Teknik Analisis Data
    Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
    (1) Pengukuran Aktivitas Guru dan Siswa
    (a) Aktivitas Guru
    Lembar observasi yang digunakan dalam menganalisa data penilaian aktivitas guru adalah menggunakan angka 0, 1, 2, 3, dan 4. Masing-masing angka diberi keterangan tidak baik, kurang baik, cukup baik, baik, dan amat baik.
    (b) Aktivitas Siswa
    Untuk menganalisa data lembar observasi aktivitas siswa dengan menggunakan kualifikasi sebagai berikut.
    Tabel daftar kualifikasi lembar observasi siswa
    No Nilai Kualifikasi
    1
    2
    3
    4
    5 0% – 20%
    21% – 40%
    41 – 60%
    61% – 80%
    81% – 100% Tidak Baik
    Kurang Baik
    Cukup Baik
    Baik
    Sangat Baik
    (Arikunto, 2008: 100)
    (2) Pengukuran Respon Siswa
    Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran metode Demonstrasi yang dilakukan, maka disebarkanlah angket. Dari skor angket yang diperoleh kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunakan analisis persentase sebagai berikut.
    P = f x 100%
    N

    Keterangan:
    P = Persentase
    f = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya
    N = Banyaknya individu

    (3) Pengukuran hasil Belajar Siswa
    (a) Kriteria Ketuntasan Minimal
    Ketuntasan yang berlaku di SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan mengenai kriteria ketuntasan minimal untuk mata pelajaran matematika sebagai berikut.
    (1) Daya Serap Individual
    Secara individual, seorang siswa dinyatakan tuntas belajar apabila telah mencapai nilai 60 dari nilai maksimal 100.
    Cara penilaian hasi belajar siswa dalam penelitian ini menggunakan rumus dari Usman dan setiawati (2001: 136) yaitu:
    N = Skor Perolehan x 100
    Skor Maksimal
    Keterangan N = Nilai Akhir
    Tabel Kualifikasi tingkat Ketuntasan
    Tingkat Ketuntasan Kualifikasi
    60 Tuntas

    (2) Daya Serap Klasikal
    Secara klasikal, suatu kelas dinyatakan tuntas apabila terdapat minimal 85% dari jumlah siswa yang belajar secara individual.
    Untuk mengetahui persentase ketuntasan belajar secara klasikal, di mana telah ditentukan sebelumnya bahwa ketuntasan belajar secara klasikal minimal 85% dari jumlah siswa, menggunakan rumus:
    N = Jumlah Siswa yang Lulus x 100
    Jumlah Siswa Keseluruhan
    Teknik analisis data dalam penelitian ini juga menggunakan teknik analisa dengan persentase. Rumus persentase yang digunakan seperti dikutip Sudijono (2003: 43) adalah:
    P = f x 100%
    N

    e.Indikator Keberhasilan
    Ukuran yang dijadikan indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini apabia ketuntasan individu 60, dan secara klasikal minimal 85%.
    4. Populasi dan Sampel
    a. Populasi
    Dalam penelitian ini yang dijadikan poupulasi dalam penelitian adalah seluruhan kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan yang terdiri 8 orang siswa laki-laki da 11 orang peremupan dengan jumlah seluruhnya 19 orang siswa.
    b. Sampel
    Sampel adalah sebagian dari /wakil populasi yang diteliti dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah 19 orang dari siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan.
    6. Teknik Pengumpulan Data
    1. Data kuantitatif berupa data hasil belajar yang diambil dari tes awal dan tes akhir
    2. Data kualitatif berupa data hasil observasi terhadap pelaksanaan
    pembelajaran dan angket.
    G. Daftar Pustaka

    Andangdjaya. 2000. Buku Puisi. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya
    Blog. 2010 (http://www.slametno.blogspot.com, diakses 13 Mei 2010)

    Sardiman, 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja
    Gravindo Persada

    Soedarsono, FX. 1996/1997. Pedoman Pelaksanaan Tindakan Kelas (PTK), Bagian Kedua : Rencana, Desain dan Implementasi, Yogyakarta : UKMP

    Sulistyowati, Tarsyad, 2009. Pengkajian Puisi:Teori dan Aplikasi: Banjarmasi: Tahura Media

    Zaidan, Abdul Razak, dkk.2004. Kamus Istilah Sastra.Jakarta :Balai Pustaka

    Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

    STKIP PGRI Banjarmasin. 2009. Pedoman Penulisan Skripsi. Banjarmasin: STKIP PGRI Banjarmasin.

    Suharsimi, Arikunto. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

  78. ningsih (NPM 3060811484)
    26/06/2010 pukul 4:45 am

    NINGSIH
    NPM 30660811484
    PROGRAM STUDI BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
    SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
    PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
    (STKIP – PGRI) BANJARMASIN
    2010
    Judul Tentatif
    MENINGKATKAN PEMAMPUAN MEMBACA PUISI DENGAN METODE DEMONSTRASI DI SISWA KELAS V SDN HUJAN AMAS 2 KECAMATAN PARINGIN KABUPATEN BALANGAN
    A.Latar Belakang Masalah
    Secara khusus pengajaran Bahasa Indonesia dewasa ini, di Sekolah Dasar (SD) masih belum bisa dikatakan bahwa hasilnya sudah cukup menggembirakan. Hal tersebut berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan siswa dalam berkomunikasi baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
    Materi pembelajaran Bahasa Indonesia sangat luas dan komplek apabila guru kurang terampil dan jeli terhadap kurikulum yang begitu banyak, tidak akan selesai sesuai dengan kegiatan belajar mengajar yang telah direncanakan. Pembelajarn Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang paling banyak aspek-aspeknya dan juga paling sulit dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Di dalam pengajaran Bahasa Indonesia, ketrampilan membaca merupakan aspek yang paling sulit dibandingkan aspek-aspek yang lainnya. Dalam hal ini berbagai bentuk ketrampilan berbahasa dan jenis-jenisnya yang bisa siswa baca misalnya, buku pelajaran dan buku-buku paket dari berbagai macam mata pelajaran. Namun lain daripada itu, siswa juga bisa membaca hasil karya sastra yang digemari para siswa yang salah satunya adalah membaca puisi. Sebelum menggolongkan jenis-jenis puisi, guru bisa memberikan contoh atau penjelasan tentang puisi agar para siswa mengerti dan mampu mengapresiasikannya. Membaca puisi selain menambah ketrampilan dalam berbahasa juga mendapatkan keindahan dan berekspresi sesuai dengan isi puisi tersebut
    Berdasarkan pengamatan di kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, hasil belajar siswa pada materi membaca puisi sangat rendah, yaitu ketuntasan individual, rata-rata kurang dari 60. Hal ini terjadi karena dalam penyanmpaian materi, guru kurang melibatka siswa dalam pembelajaran. Siswa hanya duduk pasif menerima informasi dan melihat yang dicontohkan oleh guru.
    Berdasarkan kondisi ini, perlu diterapkan suatu sistem pembelajaran yang melibatkan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu usaha untuk menimbulkan keaktifan siswa di dalam proses belajara mengajar yaitu dengan menerapkan metode-metode pembelajaran yang melibatkan siswa. Banyak sekali metode-metode pembelajaran yang dapat merangsang keaktifan siswa. Dan salah metode pembelajaran yang dimaksud adalah motode demontrasi.
    Berdasarkan konsep pemikiran tersebtut di atas, peneliti perlu melakukan tentang ”Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi dengan Mengguanakan Metode Demonstrasi di Siswa Kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan.”
    B.Rumusan Masalah
    Berdasarkan paparan latar belakang di atas, dalam penelitian ini ada berbagai masalah yang dapat diteliti. Oleh karena itu, untuk menjalankan penelitian ini perlu kiranya dibatasi masalah yang diteliti, dan dapat dirumuskan sebagai berikut.
    1.Bagaimana kemampuan membaca puisi dengan menggunakan metode demonstrasi pada siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan?
    2.Bagimana motivasi membaca puisi dengan menggunakan metode demonstrasi di siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan?
    C.Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
    1.Mendeskripsikan kemampuan membaca puisi dengan menggunakan metode demontrasi di siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecanatan Paringin Kabupaten Balangan.
    2.Penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan membaca puisi secara optimal di siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan.
    D.Manfaat Penelitian
    1. Secara Teoritis
    Hasil penelitian ini diharapkan mampu menambaha wawasan tentang cara membaca puisi dengan menggunakan metode demonstrasi bagi siswa dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
    2. Secara Praktis
    Hasil kajian ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam memilih bahan pengajaran sastra di Sekolah Dasar dengan mempertimbangkan waktu yang cukup. Dan dijadikan sebagai suatu gambaran atau contoh untuk membaca puisi dengan memggunakan metode demonstrasi.
    E.Kajian Pustaka
    1. Pengertian Belajar
    Menurut Slameto (1995) belajar adalah proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan sesama. Sedangkan menurut Sardiman (2007:22) mengatakan bahwa belajar sebagai suatu proses interaksi antara diri manusia (id-ego-super) dengan lingkungannya.
    Berdasarkan beberapa definisi belajar di atas, maka dapat disimpulkan definisi belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang dialami individu dalam berinteraksi dengan lingkingannya. Perubahan yang terjadi dapat berupa perubahan-perubahan kebiasaan (habit), kecakapan-kecakapan, atau dalam ketiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.
    2. Pengertia Puisi
    Dalam kamus istialah sastra dikatakan puisi adalah ”gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditatasecara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penetaan bunyi, irama, dan makna khusus ” (Zaidan, dkk.,2004:159-160).
    3. Cara Membaca yang Baik
    `Sewaktu membaca hendaknya sekali-kali memejamkan mata atau melihat ke arah yang jauh.
    Cahaya penerangan yang cukup kuat hendaknya datang dari belakang pembaca.
    Pada halaman buku tidak terdapat bayangan.
    Buku dipegang tangan, tidak terletak dipermukaan meja.
    Jarak dari buku sekitar 25-30 cm
    Membaca hendaknya dilakukan di atas meja, tidak di tempatbtidur.
    Setuap membaca 1 – 2 jam, istirahatlah 5 – 10 menit, lalu dapat dimulai lagi.
    (Wursanto, 1990:131).
    Dari kutipan di atas, sesuatu yang dikatakan puisi setidak-tidaknya ada beberapa syarat, yaitu berupa gubahan dalam bahasa memiliki bentuk, bunyi, irama, dan makna khusus. Akan tetapi yang terpenting gubahan itu dapat mempertajam kesadaran seseorang akan pengalaman dan membangakitkan tanggapan khusus.
    Dengan demikian, dapat pula dikatakan bahwa puisi itu bukan memberikan petunjuk atau informasi, melainkan memberikan gambaran yang dapat mempertajam kesadaran orang dan dapat membangkitkan tanggapan orang atas apa yang dibaanya (puisi).
    4.Beberapa Jenis Puisi
    Ada beberapa jenis puisi di antaranya:
    1.Puisi Berpola
    Puisi berpola yaitu ” puisi yang pengaturan lariknya membentuk gambar tertentu disesuaikan dengan judul, tema, dan pesannya. Larik puisi dapat berupa sepatahk kata atau beberapa kata mendukung gagasan tertentu” (Zaidan, dkk.,2004:160).
    2.Puisi Dramatik
    Puisi dramatik yaitu ”puisi yang memilki persyaratan dramatik yang menekankan yikaian emosional atau situasi yang tegang” (Zaidan, dkk., 2004:161).
    3.Puisi Epik
    Puisi epik atau wiracarita yaitu ”puisi kisahan panjang tentang perbuatan kesatria dan pahlawan berisi cerita kepahlawanan yang menggabungkan mitos, legenda, cerita rakyat, dan sejarah” (Zaidan, dkk., 2004:218).
    4.Puisi Hermetis
    Puisi hermetis yaitu ”puisi yang merupakan ekspresi perseorangan dan bersifat curahan persaan. Isi puisi sukar ditangkap karena lebih banyak mengandung majas bahasa dan lambang pribadi penyair” (Zaidan, dkk., 2004:1610.
    5.Puisi Imajis
    Puisi Imajis yaitu ” puisi yang memperlihatkan cahay benderang garis-garis batas yang tegas (Zaidan,2009:18).
    6.Puisi Kanak-Kanak
    Puisi kanak-kanak yaitu puisi yang diciptaka khusus untuk kana-kanak, baik oleh anak-anak sendiri maupaunorang dewasa (Zaidan, dkk.,2004:161).
    7.Puisi Keluhan
    Puisi keluhan yaitu ” puisi yang menampakkan penderitaan pembicara karena ketidak setiaan seorang kekasih, kedaan duniayang merisaukan, ketidak bahagiaan, dan senagainya” (Zaidan, dkk.,2004161-162)
    8.Puisi Lirik
    Puisi lirik yaiti ”puisi curahan perasaan, pribadi terutama lukisan perasaan” (Zaidan, dkk.,2004:120).
    9.Puisi Mantra
    Puisi mantra yaitu ”puisi yang mengikuti pola mantra” (Zaidan,dkk.,2004:162).2004:162).
    10.Puisi Mbeling
    Puisi mbeling yaitu ” sejanis puisi ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang; puisi main-main” (Zaida, dkk.,2004162).
    11.Puisi Metafisik
    Puisi metafisik yaitu ” puisi yang mengungkapkan renungan dengan analogi antara makrokosmos dan mikrokosmos melalui bahasa sehari-hari, pengungkapannya mendalam dengan kelenturan ritme serta tema yang kompleks, baik suci maupun profan; ragam puisi ini penuh dengan paradoks, argumen yang dialektis, dan humor yang tuntas” (Zaida, dkk., 2004:162-163).
    12.Puisi Pastoral
    Puisi pastoral yaitu ” puisi yang menggambarkan kehidupan pedesaan yang tenang dan tenteran” (Zaidan, dkk., 2004163).
    13.Puisi Sufi
    Puisi sufi yaitu ”pusi yang ditulis oleh penganut paham tasawuf; puisi yang mengandung nilai-nilai tasawuf, pengalaman tasawuf, biasanya mengungkapkan kerinduan penyairnya akan Tuhan, hakikat hubungan makhluk dan khalik, dan segala perilaku yang tergolong dalam pangalaman religius” (azaidan, dkk., 2004: 164).
    5.Aspek Kebahasaan Puisi
    Bunyi
    Rima
    Kata
    Pemajasan
    Pencitraan
    6.Metode Demonstrasi
    Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih terkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Siswa juda dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung
    F.Metode Penelitian
    1.Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian
    Penelitian ini dilaksanakan di SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan. Waktu pelaksanaan penelitian pada semester genap berlangsung pada bulan Mei-Juni 2010.
    2. Metode yang Digunakan
    Metode penelitianini adalah merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam Penelitian Tindakan Kelas ini dengan menerapkan metode pembelajaran Demonstrasi. Peneliti terlibat langsung di dalam proses penelitian sejak awal sampai dengan hasil penelitian yang berupa laporan. Secara rinci prosedur penelitian tindakan kelas untuk setiap pelaksanaan dapat dijabarkan sebagai berikut.
    a.Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus I
    Siklus I dengan 2 kali pertemuan dengan waktu 4 x 35 menit untuk materi membaca puisi. Penelitian ini melalui empat tahap PTK, yaitu:
    1. Rencana Tindakan
    Sebelum dilaksanakan penelitian perlu dilakukan berbagai persiapan hingga semua komponen yang direncanakan dapat dikelola dengan baik. Langkah-langkah persiapan yang perlu ditempuh adalah:
    2 .Membuat rencana atau skenario pembelajaran siklus I dengan menggunakan metode Demonstrasi yang berisi langkah-langkah yang dilakukan guru dan bentuk kegiatan yang dilakukan siswa;
    3.Mempersiapkan instrumen pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat yaitu LKS;
    4.Menyusun instrumen penelitian berupa tes (tes hasil belajar), format observasi perilaku guru dan siswa dalam proses belajar mengajar,
    a.Pelaksanaan Tindakan
    Dalam pelaksanaan tindakan dilakukan kegiatan sebagai berikut.
    (a)Memberikan pretes siklus I kepada siswa sebelum dilaksanakan pembelajaran;
    (b)Melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dalam kegiatan ini dilakukan dengan mengkaji konsep sesuai tuntutan kurikulum melalui penggunaan metode Demonstrasi; dan
    (c)Melaksanakan pos tes siklus I
    b.Observasi Tindakan
    Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan yaitu upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan pada materi membaca puisi dengan metode Demonstrasi dengan penggunaan lembar observasi meliputi aktivitas guru dan siswa, efektivitas penggunaan sumber belajar, hambatan dan kesulitan guru dan siswa.
    c.Tahap Refleksi
    Tahap refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa saja yang sudah dilakukan sebagai pertimbangan untuk memasuki siklus II.
    b. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus II
    Siklus I dengan 2 kali pertemuan dengan waktu 4 x 35 menit untuk materi membaca puisi disertai mimik
    1.Rencana Tindakan
    (a)Membuat rencana atau skenario pembelajaran siklus II dengan menggunakan metode Demonstrasi yang berisi langkah-langkah yang dilakukan guru dan bentuk kegiatan yang dilakukan siswa;
    (b)Mempersiapkan LKS dengan mengacu pada metode Demonstrasi;
    (c)Menyusun instrumen penelitian berupa tes (tes hasil belajar), format observasi perilaku guru dan siswa dalam proses belajar mengajar dan angket siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan,
    2.Pelaksanaan Tindakan
    Dalam pelaksanaan tindakan dilakukan kegiatan sebagai berikut.
    (a)Memberikan pretes siklus II kepada siswa sebelum dilaksanakan pembelajaran;
    (b)Melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dalam kegiatan ini dilakukan dengan mengkaji konsep sesuai tuntutan kurikulum melalui penggunaan metode Demonstrasi; dan
    (c)Melaksanakan pos tes siklus II
    3.Observasi Tindakan
    Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan yaitu upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan pada materi membaca puisi dengan metode Demonstrasi dengan penggunaan lembar observasi meliputi aktivitas guru dan siswa, efektivitas penggunaan sumber belajar, hambatan dan kesulitan guru dan siswa.
    4.Tahap Refleksi
    Berdasarkan hasil belajar siswa, observasi, dan evaluasi terhadap jurnal harian dengan menggunakan instrumen dan hasil tes, maka ditemukan hal-hal yang menjadi pertimbangan untuk memperbaiki pada tindakan berikutnya, yaitu:
    (a)Hasil belajar siswa secara individual < 60 atau ketuntasan belajar secara klasikal kurang 85% (KKM Bahasa Indonesi SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan Tahun 2009/2010), maka dilakukan perbaikan atau remedial.
    (b)Masih ditemukan hambatan atau kesulitan yang dialami siswa dan guru (peneliti) pada lembar hasil observasi pada saat pelaksanaan tindakan.
    b.Instrumen Penelitian
    Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
    1)Lembar observasi guru dalam pembelajaran membaca puisi dengan menggunakan metode Demonstrasi.
    2)Lembar observasi siswa dalam pembelajaran membaca puisi dengan menggunakan metode Demonstrasi.
    3)Angket siswa terhadap kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran tentang membaca puisi dengan menggunakan metode Demonstrasi.
    4)Soal pre test dan post tes pada siklus I serta soal pre test dan post test pada siklus II.
    d. Teknik Analisis Data
    Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
    (1)Pengukuran Aktivitas Guru dan Siswa
    (a)Aktivitas Guru
    Lembar observasi yang digunakan dalam menganalisa data penilaian aktivitas guru adalah menggunakan angka 0, 1, 2, 3, dan 4. Masing-masing angka diberi keterangan tidak baik, kurang baik, cukup baik, baik, dan amat baik.
    (b)Aktivitas Siswa
    Untuk menganalisa data lembar observasi aktivitas siswa dengan menggunakan kualifikasi sebagai berikut.
    Tabel daftar kualifikasi lembar observasi siswa
    NoNilaiKualifikasi
    1
    2
    3
    4
    50% – 20%
    21% – 40%
    41 – 60%
    61% – 80%
    81% – 100%Tidak Baik
    Kurang Baik
    Cukup Baik
    Baik
    Sangat Baik
    (Arikunto, 2008: 100)
    (2)Pengukuran Respon Siswa
    Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran metode Demonstrasi yang dilakukan, maka disebarkanlah angket. Dari skor angket yang diperoleh kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunakan analisis persentase sebagai berikut.
    P = f x 100%
    N
    Keterangan:
    P = Persentase
    f = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya
    N= Banyaknya individu
    (3)Pengukuran hasil Belajar Siswa
    (a)Kriteria Ketuntasan Minimal
    Ketuntasan yang berlaku di SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan mengenai kriteria ketuntasan minimal untuk mata pelajaran matematika sebagai berikut.
    (1)Daya Serap Individual
    Secara individual, seorang siswa dinyatakan tuntas belajar apabila telah mencapai nilai 60 dari nilai maksimal 100.
    Cara penilaian hasi belajar siswa dalam penelitian ini menggunakan rumus dari Usman dan setiawati (2001: 136) yaitu:
    N = Skor Perolehan x 100
    Skor Maksimal
    Keterangan N = Nilai Akhir
    Tabel Kualifikasi tingkat Ketuntasan
    Tingkat KetuntasanKualifikasi
    60Tuntas
    (2)Daya Serap Klasikal
    Secara klasikal, suatu kelas dinyatakan tuntas apabila terdapat minimal 85% dari jumlah siswa yang belajar secara individual.
    Untuk mengetahui persentase ketuntasan belajar secara klasikal, di mana telah ditentukan sebelumnya bahwa ketuntasan belajar secara klasikal minimal 85% dari jumlah siswa, menggunakan rumus:
    N = Jumlah Siswa yang Lulus x 100
    Jumlah Siswa Keseluruhan
    Teknik analisis data dalam penelitian ini juga menggunakan teknik analisa dengan persentase. Rumus persentase yang digunakan seperti dikutip Sudijono (2003: 43) adalah:
    P = f x 100%
    N
    e.Indikator Keberhasilan
    Ukuran yang dijadikan indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini apabia ketuntasan individu 60, dan secara klasikal minimal 85%.
    4. Populasi dan Sampel
    a.Populasi
    Dalam penelitian ini yang dijadikan poupulasi dalam penelitian adalah seluruhan kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan yang terdiri 8 orang siswa laki-laki da 11 orang peremupan dengan jumlah seluruhnya 19 orang siswa.
    b.Sampel
    Sampel adalah sebagian dari /wakil populasi yang diteliti dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah 19 orang dari siswa kelas V SDN Hujan Amas 2 Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan.
    6. Teknik Pengumpulan Data
    1. Data kuantitatif berupa data hasil belajar yang diambil dari tes awal dan tes akhir
    2. Data kualitatif berupa data hasil observasi terhadap pelaksanaan
    pembelajaran dan angket.
    G.Daftar Pustaka
    Andangdjaya. 2000. Buku Puisi. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya
    Blog. 2010 (http://www.slametno.blogspot.com, diakses 13 Mei 2010)
    Sardiman, 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja
    Gravindo Persada
    Soedarsono, FX. 1996/1997. Pedoman Pelaksanaan Tindakan Kelas (PTK), Bagian Kedua : Rencana, Desain dan Implementasi, Yogyakarta : UKMP
    Sulistyowati, Tarsyad, 2009. Pengkajian Puisi:Teori dan Aplikasi: Banjarmasi: Tahura Media
    Zaidan, Abdul Razak, dkk.2004. Kamus Istilah Sastra.Jakarta :Balai Pustaka
    Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
    STKIP PGRI Banjarmasin. 2009. Pedoman Penulisan Skripsi. Banjarmasin: STKIP PGRI Banjarmasin.
    Suharsimi, Arikunto. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: