Ragam Kritik Cerpen dan Novel
Buku ini adalah kumpulan tulisan saya dari beragam sumber, mulai dari jurnal ilmiah, makalah yang tidak dipublikasikan, sampai tulisan yang telah dipublikasikan di harian yang terbit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sekitarnya. Dengan kata lain, buku ini adalah kumpulan laporan penelitian yang saya lakukan dari 2004 sampai 2008. Upaya pengumpulan ini bertujuan utama untuk menyediakan bahan ajar bagi mahasiswa yang mengikuti perkualiahan Kritik Sastra (ABIN 272, kode ini dalam proses berubah jadi kode baru, bukan lagi dalam nama matakuliah yang sama, meski isinya akan tetap demikian sebagai salah satu dari tri tunggal ilmu sastra) di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Kalsel.
Dengan demikian buku ini merupakan buku penunjang yang penting bagi perkuliahan sastra yang lain, yaitu Teori Sastra dan Sejarah Sastra. Teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra yang sangat teoretis cenderung hanya memperkaya kognisi mahasiswa. Yang terlalu teoretis semacam itu menyulitkan mahasiswa untuk berani mengalami esensi utama matakuliah Kritik Sastra, yaitu langsung berhadapan langsung dengan karya sastra, membaca, dan menelaahnya.
Buku ini dapat mereka jadikan contoh dari beragam kritik yang dapat mereka pilih sesuai dengan minat saat mereka menunaikan tugas yang bersifat temporer atau menyusun tugas akhir menulis skripsi sastra.
Topik kritik dalam buku ini sangat beragam. Ada cerpen yang didekati dengan hermeneutika, stilistika, naratologi, dan atau Marxisme. Demikian pula halnya dengan novel. Semua tulisan dalam buku ini menampakkan aneka rupa teks sastra (cerpen dan novel) yang berupaya melakukan perlawanan terhadap gagasan-gagasan dominan (kesalahkaprahan yang otomatis dan banal) di sekitarnya, di lingkungan tempat prosa fiksi tersebut hadir. Pendekatan kritik postrukturalis tampak lebih sesuai untuk memahami karya semacam itu.

Wah! Sangat kreatif. Boleh saya minta bukunya Pak sebagai bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat?
Pak, buku ‘belajar menulisnya’ kok ga ada di daftar sini?
Kerudung merahnya saya pinjem dulu ya pak.
tolong sempurnakan jangan hanya apotong okey friend!