Wartawan Jangan Asal Berbahasa Inggris
Ada temuan menarik dari pengelola blog kormeddal (akses tanggal 24 Maret 2009) tentang bahasa Inggris wartawan yang ngawur. Sebelum memaparkan temuannya di blog ini, saya mau menginformasikan arti kormeddal (bahasa Madura), yaitu asal nongol, asal tulis, asal ngomong, dan hasilnya asal-asalan alias ngawur dan menyesatkan pikiran.
Baiklah kita simak saja kisahnya. Beberapa waktu yang silam, dia membaca beberapa kali ke-kormeddal-an berita di sebuah koran. Dia tidak menyebut nama koran dan kode/nama(-nama) wartawan tersebut. Anggapalah ini sebuah fragmen, sebuah cerita tutur yang dituliskan:
Sang wartawan menulis berita bertema lingkungan hidup. Dia menulis “green force“, padahal maksudnya “green peace” (jelas wartawan itu salah karena yang pertama itu julukan Persebaya, sedang yang terakhir LSM).
Di lain kesempatan, pada berita tentang terbaliknya sebuah kapal cepat di perairan Sepudi (?), dalam berita tertulis “speed board” untuk “speed boat” (tahu, kan? Yang pertama itu papan luncur beroda, sedangkan yang kedua itu terjemahan Inggrisnya kapal cepat).
Lagi-lagi, wartawan bernasib malang ini menulis berita ringan tentang kegemaran remaja zaman sekarang dalam hal memodifikasi sepeda motornya. Dia menulis “shock biker” pada saat tidak seharusnya dia bermain plesetan pada frase “
Semua ini, menurut blog kormeddal, disebabkan oleh dominasi budaya nguping. Akibatnya, nulis berita pun kormeddal alias waton alias kor-ngocol alias asmuni (asal muni) alias asbun (asal bunyi). Berita pun menentang hukum berita: peristiwa terjadi di lapangan, bukan di meja redaksi.
WASPADALAH!!
Hati-hati dengan mazhab kormeddal. Karena kormeddal seperti senjata: berbahaya hanya di tangan yang tidak berpengalaman!
Nah, begitu kisahnya. kalau Anda mau baca kisah lainnya silahkan langsung klik tautan di atas. Pesannya, menyimak dengan baik dan melanjukkan simakan ke proses membaca yang baik dan benar akan sangat mengurangi kebiasaan buruk semacam ini. Anda mau jadi wartawan, dekatlah dengan kamus untuk memeriksa akurasi kata.

terima kasih responnya
wah, mesti hati-hati benar nih kalau nulis. ada polisi bahasa! hehe