
Sekilas tentang Cerpen
Secara keseluruhan, wacana-wacana yang hadir dalam cerpen-cerpen Sainul tidaklah ada dengan sendirinya. Wacana-wacana tersebut, seperti halnya fungsi dasariahnya, muncul untuk menunjukkan hal lain. Hal lain inilah yang disebut ideologi. Berdasarkan penelusuran singkat terhadap tema dan masalah-masalah yang diangkatnya dapat disimpulkan beberapa poin penting dalam kumpulan cerpen Sainul ini. Fenomena orang-orang miskin yang menderita dan menjadi korban kemiskinannya menunjukkan bahwa negara gagal memelihara dan memberikan kemakmuran terhadap warganya. Cerpen-cerpen Sainul juga menunjukkan bahwa fanatik terhadap agama ataupun fanatik terhadap ketidakberagamaan adalah tidak tepat. Oleh karena fanatik terhadap suatu agama seseorang bisa membunuh orang lain (Bohlam in Memoriam), dan karena benci kepada agama orang menjadi kehilangan jati dirinya, menjadi munafik dan putus asa (Godspot). (Aprinus Salam, kandidat doktor di FIB UGM Jogjakarta) read more…
Kalau Anda punya kelompok teater dan mau berkompetisi dengan kelompok lain, Anda bisa menjajal ajang festival ini yang berhadiah Rp 1.500.000 (Juara I), Rp 1.250.000 (Juara II), Rp 1000.000 (Juara III), Rp 250.000 (untuk sutradara, aktor, dan aktris terbaik) serta tropi dan piagam penghargaan untuk setiap pemenang.
Festival ini akan dilaksanakan pada 7 Agustus s.d. 11 Agustus 2009 di Panggung Seni Taman Darmansyah Zauhidhie, Jln. Akhmad Yani Kandangan. Pendaftaran mulai 18 Mei s.d 28 Juli 2009. Tempat Pendaftaran: Panitia Festival Teater Kalsel, Kandangan 2009, d.a. Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Jln. Jenderal Sudirman No. 26 Telp. 0517-21363 Kandangan, dengan mengisi formulir yang telah disediakan. read more…

Buku bisa diambil di FKIP Unlam mulai Senin, 25 Mei 2009, setiap jam kerja.
Buku ini minggu kumpulan puisi dan cerpen karya para guru SMP di Kalimantan Selatan peserta program penyetaraan S1 di PBSID FKIP Unlam yang mengikuti kuliah Penulisan Kreatif Sastra di kelas saya. Bukan persoalan mudah melatih kreativitas di usia yang secara teoretis dipandang telah memasuki masa statis yang kuat. Tetapi, sebagian kecil mereka yang telah lama berkecimpung dalam proses kreatif penulisan kreatif sastra, mereka seperti diajak bernostalgia. read more…
Kebudayaan suatu bangsa antara lain bisa dilihat dari bahasa peraturan yang ada di dalamnya. Walau kitab hukum dan perundangan dibuat dengan serius, ternyata ada juga yang isinya unik, lucu dan konyol. Mari kita baca persoalan tersebut. read more…
Suatu pagi seorang anak yang baru masuk sekolah dasar bertanya kepada ayahnya, “Yah…. ayah… sex itu apa sih, yah?”
Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si upik. Terbayang dia pada arus modern zaman sekarang yang membuat manusia berfikiran terbuka, termasuk anak yang masih kecil.
Sesuai dengan konsep pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan, mulailah si ayah mencari-cari jawaban yang sesuai dengan umur dan harapan anaknya yang ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus pendidikan modern maka si ayah pun mulai memberikan jawaban dengan mengkiaskan kumbang dan bunga, telur yang yang menetas berudu dan kemudian menjadikatak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan pembentukan bayi dalam kandungan. read more…
Oleh Sainul Hermawan
Politik ini telah banyak menciptakan kata baru. Sayang, kata-kata itu sering dibiarkan berlalu. Padahal, kata-kata yang muncul secara temporer itu merupakan kata kunci penting untuk memahami masa silang bangsa kita. Halaman ini saya persembahkan bagi Anda yang ingin berbagai kata yang maknanya baru dapat dipahami dengan baik dengan memahami konteks politik menjelang pemilu 2009. Misalnya, istilah koalisi nasi goreng. Apa arti kata-kata ini? Silakan kirim temuan Anda tentang hal serupa istilah tersebut.
Salah satu tulisan berisi glosarium bahasa politik pada Pemilu 2008 di Amerika ada di laman VOA.
Oleh Sainul Hermawan
Mau belajar berbahasa dengan baik dan benar? Belajarlah pada cara berbahasa yang salah. Bukan untuk meneladani, meniru, atau melanjutkan kesalahan, tapi untuk menghindari hal serupa. Kali ini saya mau menyampaikan hasil temuan saya tentang kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh wartawan koran terbesar di Kalimantan Selatan, Banjarmasin Post (sering disingkat BPost). read more…
Judul : Teori Sastra, dari Marxis sampai Rasis
Penulis : Sainul Hermawan
Tebal : 220 hal
Tahun: 2005
Penerbit: PBS FKIP Unlam Banjarmasin
Teori sastra merupakan salah satu bagian dari tiga bidang studi sastra. Dua bidang yang lainnya adalah sejarah sastra dan kritik sastra. Sejak lama ketiganya dipandang saling berkaitan erat dalam pengertian ketiganya tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan bidang yang lain dalam memahami fenomena kesastraan. read more…
Buku ini adalah kumpulan tulisan saya dari beragam sumber, mulai dari jurnal ilmiah, makalah yang tidak dipublikasikan, sampai tulisan yang telah dipublikasikan di harian yang terbit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sekitarnya. Dengan kata lain, buku ini adalah kumpulan laporan penelitian yang saya lakukan dari 2004 sampai 2008. Upaya pengumpulan ini bertujuan utama untuk menyediakan bahan ajar bagi mahasiswa yang mengikuti perkualiahan Kritik Sastra (ABIN 272, kode ini dalam proses berubah jadi kode baru, bukan lagi dalam nama matakuliah yang sama, meski isinya akan tetap demikian sebagai salah satu dari tri tunggal ilmu sastra) di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Kalsel. read more…
Pada awalnya buku ini hendak diberi judul Kritik Sastra Kalimantan Selatan 2005-2007. Dengan demikian judul buku ini dapat dibaca pada dua tataran sekaligus. Pertama, pada tataran informatif, ia berarti sekadar menginformasikan bahwa buku ini berisi esai kritik sastra terhadap beberapa karya sastra para sastrawan di Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2005-2007. Kritik di sini tidak perlu dipandang sebagai tindakan hebat yang secara asimetris dan tidak langsung meletakkan sang kritikus pada posisi yang lebih tinggi. read more…
Orang-orang Tionghoa sendiri hampir tidak pernah bercerita mengenai diri mereka sendiri, informasi yang lebih mendalam mengenai mereka terpaksa tetap hanya dapat diperoleh dari penuturan orang lain.
Tragedi kemanusiaan 13-14 Mei 1998 mendorong banyak kalangan untuk melakukan refleksi mengenai hubungan antraetnis, terutama antara orang non-Tionghoa yang mengklaim dirinya sebagai pribumi dan orang Tionghoa yang diklaim oleh kalangan pribumi itu sebagai non-pribumi. read more…
Percaya atau tidak. Di sudut pelosok provinsi ini, pernah ada seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru yang menghadapi dilema hidup saat harus menyikapi korupsi di tempat kerjanya. Dilema itu selalu menghantuinya, karena sebelum menjadi PNS ia berusaha memantapkan niat lillahita’ala untuk tidak mencelupkan jari sedikit pun ke kubangan korupsi. read more…
Oleh Sainul Hermawan
Kalau kita mau menyadari bahwa TV dapat memberi banyak dampak bagi anak kita, orangtua sebaiknya memperhatikan beberapa hal.
Televisi (TV) kini telah menjadi keniscayaan dalam masyarakat. Kehadirannya juga membawa dampak positif dan negatif. Di satu sisi, masyarakat dipuaskan oleh tayangan hiburan ataupun informasi. Tetapi di sisi lain, TV dikecam karena tayangan yang kurang bisa diterima masyarakat atau individu tertentu. read more…
Oleh Sainul Hermawan
Cerita usang itu berulang lagi. Pusat Bahasa Depdiknas hendak mengatur penggunaan bahasa di ruang publik melalui Undang Undang (UU), dengan beragam sanksi dan denda. Alasannya adalah pengutamaan Bahasa Indonesia dalam segala sektor kehidupan seperti terjadi di negara lain, di antaranya di Korea dan Jepang (BPost: ‘Pakai Bahasa Asing Bisa Dipenjara’, edisi 8 Januari 2006).
Kenapa kita selalu begini: melihat apa yang seragam di tempat lain sebagai kebaikan yang hakiki tanpa lebih jauh mempertimbangkan, apakah budaya bangsa kita memang punya akar historis yang sama dengan bangsa yang hendak kita tiru? read more…
Ada temuan menarik dari pengelola blog kormeddal (akses tanggal 24 Maret 2009) tentang bahasa Inggris wartawan yang ngawur. Sebelum memaparkan temuannya di blog ini, saya mau menginformasikan arti kormeddal (bahasa Madura), yaitu asal nongol, asal tulis, asal ngomong, dan hasilnya asal-asalan alias ngawur dan menyesatkan pikiran. read more…
